Lewat Program Futures Learning Center, Perdagangan Berjangka Sasar Dunia Pendidikan

Dec 17, 2020 18:53
Pimpinan BPF cabang Malang, Andri (kanan) bersama perwakilan Universitas Brawijaya Wildan Safitri (Hendra Saputra)
Pimpinan BPF cabang Malang, Andri (kanan) bersama perwakilan Universitas Brawijaya Wildan Safitri (Hendra Saputra)

MALANGTIMES - Dunia perdagangan berjangka komoditi terus mengembangkan sayapnya di dunia pendidikan. Kali ini Universitas Brawijaya (UB) Malang menjadi perguruan tinggi kedua setelah STIE Malangkucecwara yang bekerjasama dengan PT Bestprofit Futures, PT Kriling Berjangka dan PT Bursa Berjangka dalam program Futures Learning Center (FTLC).

Direktur Utama PT Bursa Berjangka Jakarta Stephanus Paulus Lumintang, menyampaikan, bahwa FTLC di Universitas Brawijaya merupakan sebuah komitmen BBJ dalam merealisasikan dan meningkatkan edukasi sekaligus sosialisasi kepada dunia akademisi khususnya di Kota Malang tentang dunia perdagangan berjangka di Indonesia.

Baca Juga : Window Dressing Segera Tiba, Tiga Produk Ini Bisa Hasilkan Keuntungan

"Juga agar dapat memberikan manfaat maksimal bagi perkembangan dan pertumbuhan ekonomi dan pengetahuan insan Indonesia. Di mana, FTLC ini akan menjadi sebuah investasi pengetahuan yang berkelanjutan, khususnya bagi para mahasiswa dalam berpartisipasi membangun bangsa," kata Stepanus Paulus.

Di sisi lain, Direktur Utama PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) Fajar Wibhiyadi, menyebut, bahwa program Futures Trading Learning Center
(FTLC) ini sejalan dengan apa yang selama ini dilakukan oleh PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) dalam menyosialisasikan sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat terkait Perdagangan Berjangka Komoditi.

"Kita tahu Indonesia merupakan negara besar yang memiliki banyak komoditas. Tentunya ini menjadi satu faktor untuk berkembangnya Industri Perdagangan Berjangka Komoditi. Namun, edukasi harus terus dilakukan supaya masyarakat memahami tentang investasi ini, termasuk risiko-risiko yang ada," ungkap dia.

Sementara itu, Rektor Universitas Brawijaya Malang Prof. Nuhfil Hanani melalui perwakilan Wildan Safitri menyambut baik kerjasama ini.

Wildan mengaku bahwa penandatanganan MoU tersebut merupakan awal dari kesepakatan untuk bersama mengembangkan dan memberikan kontribusi pada perbaikan iklim investasi untuk pertumbuhan ekonomi.

"Semakin beragamnya portofolio investasi akan mendorong masyarakat untuk melakukan investasi sekaligus meningkatkan kapasitas kapital dalam perekonomian," ujarnya.

Kolaborasi antara perusahaan perdagangan berjangka dengan dunia usaha dan pemerintah di sektor keuangan adalah langkah strategis untuk menghasilkan lulusan yang sesuai dengan pasar kerja. "Hal itu juga demi meningkatkan kapasitas pasar kerja di sektor keuangan nasional," tambah Wildan.

Baca Juga : Asing Asuransi? Ini Paduan Lengkap dari Cara Daftar hingga Menutup Polis di Jiwasraya

Sementara itu, pimpinan Cabang BPF Malang Andri, mengatakan, pihaknya sungguh bangga karena Universitas Brawijaya, JFX dan KBI (Persero) sebagai Perusahaan Pialang Berjangka memberikan kepercayaan untuk menjalin kerjasama strategis ini.

Bahkan mulai tahun 2021, FTLC telah menjadi agenda tetap BPF Malang sebagai bagian dari edukasi dan tanggung jawab sosial perusahaan kepada masyarakat dengan target 2 kampus per tahun.

"Kami berharap melalui FTLC generasi muda lebih akrab dengan investasi perdangangan berjangka komoditi. Sehingga minat karir sebagai wakil pialang atau pun menjadi calon nasabah di depan semakin tinggi dan besar," tambah Andri.

 

Topik
perdagangan berjangka komoditiUniversitas Brawijaya Malangfutures learning centerberita ekonomi malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru