Partisipasi Masyarakat Belum Capai Target Nasional, KPU Kabupaten Malang: Realistis

Dec 17, 2020 18:29
Koordinator Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih dan Sumber Daya Manusia (SDM) KPU (Komisi Pemilihan Umum) Kabupaten Malang Marhaendra Pramudya Mahardika. (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes) 
Koordinator Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih dan Sumber Daya Manusia (SDM) KPU (Komisi Pemilihan Umum) Kabupaten Malang Marhaendra Pramudya Mahardika. (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes) 

MALANGTIMES - Partisipasi masyarakat Kabupaten Malang dalam perhelatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020  masih belum sesuai dengan target nasional yang telah dicanangkan sebesar 77,5 persen 

Namun, Koordinator Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih dan Sumber Daya Manusia (SDM) KPU (Komisi Pemilihan Umum) Kabupaten Malang Marhaendra Pramudya Mahardika menganggap bahwa partisipasi masyarakat yang telah menggunakan hak pilihnya dalam Pilkada Kabupaten Malang 2020 sebesar 60,48 persen sebagai hal realistis. 

"Kalau target KPU RI dicanangkan 77,5 persen. Tapi kalau target kita sih yang penting harus di atas perolehan sebelum-sebelumnya. Realistis lah 60,48 persen," ungkapnya, Kamis (17/12/2020). 

Pria yang akrab disapa Dika ini juga mengatakan bahwa persentase partisipasi masyarakat sebesar 60,48 persen dianggap realistis karena pada saat ini Indonesia, khususnya di Kabupaten Malang, masih berperang melawan pandemi covid-19. 

"Sebenarnya harapannya lebih tinggi. Upaya maksimal kita dapatnya segitu, ya sudah. Karena situasi sekarang kan ada pandemi covid-19," terangnya. 

Meskipun dianggap realistis dengan angka 60,48 persen partisipasi masyarakat, Dika menegaskan bahwa partisipasi masyarakat yang masih belum mencapai target nasional ini akan nenjadi catatan tersendiri bagi KPU Kabupaten Malang. 

"Se-Indonesia kan dicanangkan 77,5 persen. Tetapi kalau realistis di kita, setidaknya kita harus di atas perolehan suara sebelumnya. Tapi ya tetap ini menjadi catatan," ucapnya. 

Untuk diketahui, sebelum dilakukannya tahapan pencoblosan dalam Pilkada Kabupaten Malang 2020, pihak KPU Kabupaten Malang telah menetapkan jumlah daftar pemilih tetap yang dapat menggunakan hak pilihnya sebesar 2.003.608 jiwa dan terdapat data daftar pemilih tetap tambahan sebesar 4.936 jiwa. 

Namun, pada realitanya pada momen Pilkada Kabupaten Malang 2020, partisipasi masyarakat yang menggunakan hak pilihnya masih mencapai 60,48 persen atau sama halnya dengan 1.214.787 jiwa. 

Dari angka tersebut pun terdapat 1.165.592  surat suara yang sah dan sebanyak 49.195 merupakan jumlah surat suara yang dinyatakan tidak sah saat dilakukan proses penghitungan. 

Sementara itu, untuk saat ini pihak KPU Kabupaten Malang sedang sibuk melakukan evaluasi dan pelaporan kegiatan selama berjalannya tahapan Pilkada Kabupaten Malang 2020. 

"Pasca pemilihan ini kami evaluasi dan pelaporan penyelesaian semuanya. Terus kamj menyelesaikan evaluasi ad hoc. Misalnya kemarin ada yang kecelakaan, penyelesaian administrasinya, SPJ," jelasnya. 

Lebih lanjut Dika mewakili pihak KPU Kabupaten Malang masih belum melakukan penetapan terhadap hasil Pilkada Kabupaten Malang 2020. Pasalnya, terdapat pemberitahuan bahwa salah satu tim pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati Malang akan melakukan gugatan perselisihan hasil pilkada ke Mahkamah Konstitusi. 

"Kami mengikuti perkembangannya bagaimana. Tapi prinsipnya kan kalau sudah dikeluarkan BRPK (Buku Registrasi Perkara Konstitusi) dari MK, kemudian disampaikan ke KPU, baru kami dari jadwal BRPK itu lima hari setelahnya paling lambat itu baru penetapan pasangan calon terpilih," terangnya. 

Dika pun belum mengetahui secara pasti kapan jadwal BRPK dikeluarkan dan diserahkan kepada KPU Kabupaten Malang. Namun ia juga menambahkan bahwa bisa saja sampai Bulan Januari atau awal Bulan Februari 2021. 

Sementara itu, hasil rekapitulasi perolehan suara di tingkat kabupaten menghasilkan paslon nomor satu Sanusi-Didik Gatot Subroto (SanDi) menempati posisi pertama dengan perolehan suara sebesar 530.449 suara atau 45,51 persen. 

Sedangkan paslon nomor dua Lathifah Shohib-Didik Budi Muljono (LaDub) mendapatkan perolehan suara sebanyak 491.816 atau 42,19 persen. Sementara untuk paslon nomor tiga Heri Cahyono-Gunadi Handoko (HC-GH) mendapatkan perolehan suara sebanyak 143.327 atau 12,30 persen.

Topik
Pilkada Kabupaten Malangsumber daya manusia (SDM)Komisi Pemilihan Umum (KPU)Kabupaten MalangMarhaendra Pramudya Mahardika

Berita Lainnya

Berita

Terbaru