KPU Kabupaten Malang Sebut Sudah Berikan Fasilitas kepada Tahanan dan Pasien Rumah Sakit

Dec 17, 2020 16:43
Koordinator Divisi Sosialisasi, Pendidikan, Pemilih dan SDM KPU Kabupaten Malang, Marhaendra Pramudya Mahardika, saat menanggapi tudingan Tim Malang Jejeg (Foto: Ashaq Lupito / MalangTIMES)
Koordinator Divisi Sosialisasi, Pendidikan, Pemilih dan SDM KPU Kabupaten Malang, Marhaendra Pramudya Mahardika, saat menanggapi tudingan Tim Malang Jejeg (Foto: Ashaq Lupito / MalangTIMES)

MALANGTIMES - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Malang, dengan tegas membantah terkait dugaan pelanggaran yang telah dilontarkan oleh Tim Malang Jejeg. Yakni terkait tidak adanya fasilitas yang diberikan kepada DPT (Daftar Pemilih Tetap), yang menjadi tahanan maupun yang menjalani perawatan di rumah sakit.

Pernyataan itu diutarakan langsung oleh Koordinator Divisi Sosialisasi, Pendidikan, Pemilih dan Sumber Daya Manusia (SDM) KPU (Komisi Pemilihan Umum) Kabupaten Malang, Marhaendra Pramudya Mahardika, saat dikonfirmasi media online ini sesaat setelah rapat pleno terbuka berakhir, Rabu (16/12/2020) tengah malam.

Baca Juga : KPU Hitung Suara Tingkat Kabupaten Malang, Hasilnya Paslon SanDi Menang

”Saat monitoring saya pastikan saya datang ke Ngajum untuk fasilitasi tahanan yang menjalani asimilasi, kita melayani semuanya (tahanan, red),” tegas Komisioner KPU Kabupaten Malang yang akrab disapa Dika ini.

Selain memastikan telah memberikan fasilitas hak pilih kepada mereka yang masih berstatus tahanan, Dika menegaskan jika KPU Kabupaten Malang juga telah memberikan fasilitas kepada pasien yang menjalani perawatan di rumah sakit.

”Di rumah sakit kami juga datang, saya datang sendiri ke Wava (Rumah Sakit Wava Husada). Kemarin itu kami sudah memfasilitasi, meskipun tidak semua pasien yang kemudian dapat menggunakan hak pilihnya. Karena memang ada yang tidak mau, kemudian tidak mengurus A5 dan lain sebagainya,” lugasnya.

Seperti yang sudah diberitakan, pasangan Sam HC (Heri Cahyono) dan Sam GH (Gunadi Handoko), melalui Ketua Tim Kerja Malang Jejeg, Soetopo Dewangga mengatakan jika selama tahapan Pilkada (Pemilihan Kepala Daerah) Kabupaten Malang berlangsung, terdapat beberapa tahapan yang diduga telah cacat prosedur.

Salah satu dugaan di antaranya, disampaikan Soetopo adalah tidak diberikannya fasilitas kepada para tahanan dan pasien yang menjalani perawatan di rumah sakit.

Baca Juga : Rekapitulasi Tingkat Kabupaten Diwarnai Protes Tim LaDub Terkait Pemberian Undangan

”Pada prinsipnya kami (KPU Kabupaten Malang) sudah mengupayakan, teman-teman KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara) juga sudah bekerja secara maksimal. Mulai dari mendatangi dan lain-lain, ya hanya sebatas itu. Karena kita memang tidak punya kewenangan memaksa orang memilih, posisinya kami memang sudah mengupayakan sesuai dengan zonasinya,” tukasnya.

 

Topik
Pilkada Kabupaten Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru