Amien Rais Serahkan Surat Jaminan Penangguhan Penahanan Rizieq Shihab ke Kapolri, Apa Isinya?

Dec 17, 2020 15:53
Amien Rais (Foto: Kompas.com)
Amien Rais (Foto: Kompas.com)

MALANGTIMES - Mantan Ketua MPR Amien Rais kembali menjadi sorotan publik. Kali ini, diketahui Amien Rais tengah menyambangi Bareskrim Polri. Hal ini lantaran ia menyerahkan sebuah surat untuk Kapolri Jenderal Idham Azis.  

Surat tersebut berisi tentang pernyataan Amin Rais yang siap menjadi penjamin penangguhan penahanan Pimpinan FPI Muhammad Rizieq Shihab.  

Baca Juga : Polres Malang dan Bawaslu Berhasil Tangkap Tangan Pelaku Money Politics

Amien Rais tiba di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan Kamis (17/12/2020). Ia tampak keluar dari lobi Bareskrim Polri bersama Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Marwan Batubara sekitar pukul 11.40 WIB. 

Amien lantas mengatakan jika kehadirannya bersama Marwan diterima oleh staf Humas Polri.  

"Alhamdulillah kami ingin ketemu Kapolri, tapi beliau ada di luar kantor. Kami ingin ketemu siapa pun wakilnya, kemudian dibawa ke Divisi Humas, Kepala Divisi Humas tadi sedang pergi, jadi kami diterima di stafnya. Yang akan kita sampaikan tuh apa, silakan dibaca," kata Amien Rais.

Dalam surat tersebut dikatakan jika Rizieq seharusnya dilibatkan pemerintah membangun stabilitas nasional guna mewujudkan cita-cita bangsa dan negara. 

Berikut isi surat lengkap Amien Rais yang ditujukan kepada Kapolri Idham Azis:  

Kepada Yth:

Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia

Kami sebagai anak bangsa sangat prihatin atas kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini, khususnya pasca kepulangan Habib Muhammad Rizieq Shihab (HRS). HRS semestinya dilibatkan pemerintah membangun stabilitas nasional guna mewujudkan cita-cita bangsa dan negara. Sangat disayangkan yang terjadi adalah sebaliknya, timbul kegaduhan secara meluas dan berkepanjangan. Tampaknya hal ini disebabkan oleh keterkejutan pemerintah melihat langsung jutaan orang simpatisan pencinta HRS datang dari berbagai wilayah NKRI menyambut kepulangannya ke tanah air.

Sesungguhnya jika pemerintah beritikad baik mampu membuka diri dan membangun dialog secara tulus ikhlas, maka diyakini situasi dan kondisi kehidupan sosial politik akan menjadi lebih baik. Kegaduhan yang terjadi dan terhambatnya saluran dialog semakin memperlebar jarak antara pemerintah dengan pendukung HRS. Kondisi demikian tidak bisa dianggap remeh, sebab berpotensi melemahkan persatuan dan kohesi nasional terlebih lagi dengan terjadinya penembakan di luar hukum terhadap keenam laskar FPI semakin memperparah stabilitas nasional. Patut diduga telah terjadi kejahatan HAM berat dan tindak pidana terorisme. Terdapat petunjuk adanya penculikan dan penganiayaan keenam laskar FPI tersebut bertugas mengawal imam yang mereka cintai beserta keluarga untuk kepentingan beribadah dan sejatinya turut serta dalam pengajian subuh keluarga.

Dengan demikian, kami yakin mereka gugur sebagai syuhada. Dalam hal ini kami menilai, seluruh sila Pancasila telah diabaikan oleh oknum-oknum Kepolisian. Tindakan tidak berperikemanusiaan yang melenyapkan nyawa anak-anak muda secara brutal tidak dapat dibenarkan dan tidak ada alasan penghapus pidana. Kami sangat khawatir akan terpecahnya bangsa Indonesia menjadi dua kubu yang saling berhadap-hadapan sebagai resultan terbunuhnya enam orang laskar FPI dan perkara kerumunan yang berujung ditahannya HRS. Tidak dapat dipungkiri, pihak Kepolisian terus menerus mengklaim kebenaran. Di sisi lain, pihak FPI serta pendukungnya selalu dipojokkan dan diposisikan sebagai pihak yang salah.

Baca Juga : Buat Surat Pernyataan di Hadapan KH Marzuki Mustamar, Berikut Isi Komitmen Paslon SanDi

Untuk meredakan situasi yang semakin panas dan tidak kondusif, serta demi tegaknya hukum dan keadilan, maka dengan ini kami menuntut:

1. Kepolisian segera melepaskan HRS dari tahanan, dan sebagai gantinya kami yang tercantum di bawah ini siap menjadi penjamin.

2. Segera dibentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) yang independen, bebas dari pengaruh dan tekanan pihak mana pun guna mengusut tuntas kejahatan HAM berat dan tindak pidana terorisme atas terbunuhnya enam orang laskar FPI.

3. Mengajak seluruh anak bangsa untuk terus mengawasi, mengawal dan ikut mengadvokasi secara intens seluruh proses penuntasan tragedi kemanusiaan tersebut.

Sebagai penutup, perlu kami ingatkan bahwa tindakan pembiaran, rekayasa dan penggelapan atas proses penuntasan tragedi kemanusiaan ini sangat berpotensi memicu kemarahan rakyat, sehingga dapat menimbulkan huru-hara dan perlawanan sosial yang meluas.

Dari kami anak-anak bangsa:

1. Dr Amien Rais
2. KH Dr Muhyiddin Junaidi
3. Dr Abdullah Hehamahua
4. KH Dr T Zulkrnaen
5. Dr Abdul Chair
6. Dr Bukhori Muslim
7. Neno Warisman
8. KH Ansyufri Sambo
9. Dr Syamsul Balda
10. Dr Marwan Batubara
11. Dr Nurdiati Akma

 

Topik
amien raisHabib Rizieq Shihab

Berita Lainnya

Berita

Terbaru