Bukan Hanya Apel dan Jeruk, Labu Madu di Kota Batu Ini Bisa Jadi Oleh-Oleh Sehat

Dec 17, 2020 09:35
Ahmad Zaini pemilik Ladang Labu Madu saat menunjukkan salah satu labu madu di kebunnya.
Ahmad Zaini pemilik Ladang Labu Madu saat menunjukkan salah satu labu madu di kebunnya.

MALANGTIMES - Kota Batu juga dikenal sebagai kota dengan wisata petik buahnya, seperti buah apel, stroberi, jambu kristal, jeruk, dan sebagainya. Kali ini ada cukup menarik dan berbeda dengan lainnya masih berada di kawasan Kecamatan Bumiaji.

Namanya adalah Ladang Labu Madu, di sana wisatawan bukan hanya sekadar bisa memetik saja tetapi juga bisa berswafoto sepuasnya. Bagaimana tidak, saat masuk di kawasan tersebut labu yang ditawarkan itu cukup menarik karena bentuknya yang beragam. 

Baca Juga : Kumpulkan Pelaku Wisata, Pemkot Batu Dirikan Mall Pariwisata

 

Kemudian juga ada Butternut squash, yang dikenal di Australia dan Selandia Baru sebagai butternut pumpkin atau gramma, sejenis labu musim dingin yang tumbuh di atas pohon anggur. Buah ini memiliki rasa manis dan gurih.

Lalu juga memiliki kulit kuning kecoklatan dan daging buah oranye dengan kompartemen biji di ujung bunga. Tentunya sangat menggoda sekali untuk menjadikan lokasi tersebut sebagai tempat swafoto di tengah buah-buahnya yang bergelantungan.

Bagi yang penasaran letak salah satu wisata petik yang hadir di tengah pandemi Covid-19 ini ada di Dusun Ngujung, Desa Pandanrejo, Kecamatan Bumiaji. Ahmad Zaini pemilik Ladang Labu Madu mulanya menanam buah jeruk.

Tetapi karena imbas dari pandemi ini, pertanian jeruk sempat lesu. Selain, muncullah ide untuk menanam labu. “Sebelumnya di sini adalah kebun jeruk yang kurang optimal. Kemudian saya tanami labu,” ucapnya. 

Bermula iseng mencoba membudidayakan labu madu ini, ternyata banyak menarik perhatian wisatawan untuk datang ke kebunnya. “Pengunjungnya terus berdatangan. Sempat beberapa saat lalu ada rombongan bus datang juga,” terangnya.

Baca Juga : Tak Ada Kenaikan, UMK Kota Batu Tahun 2021 Tetap Rp 2,7 Juta

 

Selain menarik karena labu madu itu, di tengah perkebunannya wisatawan juga bisa melihat pemandangan Gunung Panderman, Gunung Arjuno. Sehingga menambah cantik saat berswafoto. 

Apalagi Zaini membentuk kebunnya labu madunya itu menyerupai setengah kubah membuat semakin cantik. Wisatawan yang datang ke sana pun hanya merogoh kocek sebesar Rp 5 ribu per orangnya. 

“Kalau waktu panen bisa beli buahnya, dari hasil memetik Rp 10 ribu per buahnya,” tutupnya.

Topik
pariwisata kota batu

Berita Lainnya

Berita

Terbaru