Cegah Petugas Kebersihan Tertular Covid-19, DLH Kabupaten Malang Sediakan 10 Unit Mesin Cuci Seragam

Dec 15, 2020 20:29
Kepala Bidang Pengolahan Sampah dan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun DLH Kabupaten Malang, Renung Rubyartaji. (Foto: Dok. JatimTimes) 
Kepala Bidang Pengolahan Sampah dan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun DLH Kabupaten Malang, Renung Rubyartaji. (Foto: Dok. JatimTimes) 

MALANGTIMES - Pencegahan persebaran Covid-19 di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Malang semakin ditingkatkan. Hal ini dibuktikan dengan penyediaan 10 mesin cuci yang akan ditaruh di beberapa Unit Pelaksana Tugas (UPT) DLH Kabupaten Malang dan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). 

Kepala Bidang Pengolahan Sampah dan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun DLH Kabupaten Malang, Renung Rubyartaji mengatakan bahwa tujuan disediakannya 10 mesin cuci untuk mencuci seragam petugas DLH Kabupaten Malang. "Tujuannya adalah untuk mencuci seragam kerja dari petugas pengelola sampah. Petugas tidak akan membawa pakaian kotor sehabis mengelola sampah ke rumah," ungkapnya, Selasa (15/12/2020). 

Renung mengatakan bahwa nantinya seragam-seragan dari petugas DLH Kabupaten Malang tidak perlu dibawa ke rumah. Jadi cukup dicuci di tempat unit kerja menggunakan mesin cuci yang telah tersedia. "Jadi seragamnya tidak perlu dibawa pulang lagi. Sehabis bekerja nanti langsung dicuci di UPT atau TPA. Jadi pulang sudah bersih. Tidak bawa pakaian kotor lagi," jelasnya. 

Lanjut Renung bahwa untuk 10 mesin cuci yang telah tersedia, bakal ditempatkan di UPT DLH Kabupaten Malang sebanyak 8 unit dan untuk di TPA akan disediakan sebanyak 2 unit. 

Lebih lanjut Renung juga menjelaskan bahwa sebelum disediakan mesin cuci ini, keluarga dari petugas pengelola sampah DLH Kabupaten Malang akan sangat rentan tertular dan terpapar Covid-19. "Soalnya petugas pengelola sampah di TPA maupun UPT itu setiap harinya menemukan sampah limbah Covid-19 seperti masker contohnya. Kan berbahaya kalau droplet ke seragam dan seragamnya dibawa pulang. Sekarang tidak perlu lagi dapat dicuci langsung," jelasnya. 

Sementara itu, untuk anggarannya Renung mengatakan bahwa terkait pengadaan 10 mesin cuci menghabiskan dana sekitar Rp 7 juta sampai Rp 9 juta yang masuk dalam APBD-P (Anggaran Pendapatan Belanja dan Daerah - Perubahan) Tahun 2020.

Topik
Berita MalangDLH kabupaten malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru