Malangtimes

Per Tahun Ada Puluhan Ribu Pelanggaran, Pemkab Malang Awasi Pengguna Jalan lewat ATCS

Dec 15, 2020 16:01
Kadishub Kabupaten Malang Hafi Lutfi saat menjabarkan program ATCS. (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)
Kadishub Kabupaten Malang Hafi Lutfi saat menjabarkan program ATCS. (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)

MALANGTIMES - Meningkatnya kepadatan lalu lintas yang dapat memicu adanya pelanggaran lalu lintas membuat Pemkab (Pemerintah Kabupaten) Malang melalui Dishub (Dinas Perhubungan) mempersiapkan sejumlah program. Tujuannya untuk mengantisipasi terjadinya pelanggaran yang marak dilakukan oleh pengguna jalan.

 Kadishub (Kepala Dinas Perhubungan) Kabupaten Malang Hafi Lutfi mengatakan, salah satu program yang diklaim dapat mengawasi para pengguna jalan sekaligus mengurai kemacetan tersebut adalah pemasangan ATCS (area traffic control system) lengkap dengan room control.

Baca Juga : Di Tulungagung, Langgar Lalin SIM dan SKCK Bisa Dicabut

”Pada tahun 2021 kami (Dishub Kabupaten Malang) sudah membuat satu terobosan yang kami namakan room control, seperti ATCS. Jadi, room control itu lengkap dengan ATCS-nya,” ungkap Lutfi ketika ditemui sesaat sebelum agenda pembinaan pengemudi di Kabupaten Malang di tengah pandemi covid-19 sesi kedua yang digelar Selasa (15/12/2020).

 ATCS tersebut bakal dipasang setidaknya di tiga  titik kawasan padat lalu lintas yang ada di Kabupaten Malang. Meliputi simpang 4 Pasar Kepanjen, Jalan Panji depan kantor PLN, dan di Simpang Talangagung, Kecamatan Kepanjen. ”Room control ini ada di tiga titik karena tingkat kepadatan lalu lintasnya memang disitu,” ungkapnya.

Selain tingkat kepadatan lalu lintas, dipilihnya 3 titik tersebut juga berdasarkan pada adanya fasilitas yang memadai. Yakni perihal keberadaan traffic light.

”Karena tidak semua persimpangan bisa kita pasang ATCS. Permasalahannya persimpangan yang ada di Kabupaten Malang tidak semuanya ada traffic ligh-nya, seperti Jalibar ini tidak ada traffic light-nya. Kalau kita sekalian satu paket dengan pengadaan trafic light, untuk saat ini (anggarannya, red) bisa terlalu besar,” terang Lutfi.

Untuk pengadaan ATCS lengkap dengan room control tersebut, butuh sedikitnya anggaran mencapai Rp 400 juta untuk merealisasikan per satu unitnya. Untuk itu, guna mengoptimalkan program yang bakal diralisasikan pada 2021 ini, Dishub sudah mengusulkan anggaran di APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) Kabupaten Malang hingga kisaran Rp 1,2 miliar.

”ATCS sudah diusulkan untuk tahun 2021 di tiga titik plus room control-nya. (Anggaran) yang kami usulkan untuk ATCS itu, kurang lebihnya sekitar Rp 1 koma sekian miliar lengkap dengan room control-nya,” terangnya.

Sebagai acuan, dalam setiap tahun angka pelanggaran lalu lintas memang marak terjadi di wilayah Kabupaten Malang. Berdasarkan data yang dihimpun media online ini dari rekap data Satlantas Polres Malang, dalam kurun waktu 3 tahun yakni mulai 2017 hingga disepanjang 2019. Jumlah pelanggaran lalu lintas mencapai kisaran 30 ribu.

Rinciannya, di tahun 2017 ada 35.945 pelanggaran lalu lintas yang ditilang oleh pihak kepolisian Polres Malang. Bergeser ke tahun 2018, meski mengalami penurunan jumlah pelanggaran lalu lintas. Namun angka penurunannya tercatat tidak terlalu signifikan.

Saat itu, di sepanjang tahun 2018 ada 31.006 pelanggaran lalu lintas yang ditilang oleh anggota Satlantas Polres Malang. Bergeser ke tahun 2019, angkanya kembali mengalami penurunan sekitar 5 persen, menjadi 29.474 pelanggar lalu lintas yang harus ditilang oleh pihak kepolisian.

Baca Juga : Di Tulungagung, Langgar Lalin SIM dan SKCK Bisa Dicabut

Menanggapi hal itu, kadishub Kabupaten Malang mengaku bakal mengoptimalkan keberadaan ATCS, guna mengurai kepadatan lalu lintas sekaligus menekan angka pelanggaran lalu lintas yang ada di wilayah Kabupaten Malang.

”Tiga titik yang akan kami pasang CCTV (ATCS) ini untuk memantau tingkat kepadatan lalu lintas. Kemudian terkait dengan pelanggaran oleh para pengemudi, nanti juga akan kita pantau dari room control dan kita ingatkan dari situ,” imbuhnya.

Selain itu, keberadaan ATCS digadang-gadang bisa memudahkan petugas kepolisian maupun instansi terkait, jika ada keperluan mendesak terkait pengaturan lalu lintas.

”ATCS juga bisa mengatur lalu lintas misalnya kalau memang ada kunjungan tamu negara, detik lamanya lampu isyarat itu bisa kita rubah. Kemudian karena saat ini kondisi Covid-19, disitu juga akan ada voice traffic yang akan mengingatkan para penguna jalan untuk tetap mematuhi protokol kesehatan,” jelas Lutfi.

Terakhir, Dishub Kabupaten Malang berharap dengan adanya ATCS ini, bisa terjalin sinergitas antar-pemda (pemerintah daerah) yang ada di Malang Raya.

”Kami berharap ada integrasi antara Kabupaten Malang, Kota Malang maupun Kota Batu. Karena ini merupakan satu kesatuan Malang Raya. Saya berfpkiran, kalau misalkan di Kota Batu diatur tapi di Kota Malang dan Kabupaten Malang tidak (diatur, red), hasilnya akan sama aja. Apalagi Kabupaten Malang inikan merupakan lingkar luar dari Malang Raya,” tukasnya.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru