BNN Kabupaten Malang Gandeng RSJ Lawang, Sudah Ada 25 Pecandu Narkoba Direhabilitasi di RSJ

Dec 14, 2020 14:58
Kepala BNN Kabupaten Malang, Letkol Laut PM Candra Hermawan saat ditemui awak media di sela-sela acara di Kepanjen, Senin (14/12/2020). (Foto: Dok. JatimTimes) 
Kepala BNN Kabupaten Malang, Letkol Laut PM Candra Hermawan saat ditemui awak media di sela-sela acara di Kepanjen, Senin (14/12/2020). (Foto: Dok. JatimTimes) 

MALANGTIMES - BNN (Badan Narkotika Nasional) Kabupaten Malang menjalin kerjasama dengan RSJ (Rumah Sakit Jiwa) Dokter Radjiman Wediodiningrat Lawang untuk melakukan rehabilitasi kepada para pecandu narkoba. 

Kepala BNN Kabupaten Malang, Letkol Laut PM Candra Hermawan mengatakan selama tahun 2020, setidaknya sudah lebih dari 25 orang pecandu narkoba yang telah direhabilitasi oleh BNN Kabupaten Malang di RSJ Lawang. 

Candra Hermawan mengungkapkan bahwa hingga sampai saat ini di Kabupaten Malang masih belum mempunyai tempat rehabilitasi seperti Balai Besar Rehabilitasi BNN LIDO (Love, Innovative, Dignity, Optimistic). 

"Kita belum punya fasilitas seperti di BNN RI, LIDO yang sudah mumpuni itu. Kita hanya sediakan fasilitas rehabilitasi, kerjasama dengan RSJ Lawang. Kalau dia pecandu ringan kita rawat jalan, kalau pecandu berat dibawa ke LIDO," jelasnya. 

Saat ini lanjut Candra bahwa BNN RI sedang fokus dalam mengembangkan pusat Balai Besar Rehabilitasi BNN LIDO dan juga Balai Rehabilitasi Baddoka Makassar. "Sudah ada wacana untuk membangun pusat rehabilitasi di Jawa Timur," terangnya. 

Disampaikan Candra karena keterbatasan dalam anggaran, maka BNN RI masih terfokus kepada dua balai rehabilitasi yang sudah ada sebelumnya untuk dilakukan pengembangan serta pemenuhan fasilitas untuk menunjang tempat rehabilitasi. 

"Karena anggaran terbatas, masih difokuskan di Makassar sama LIDO. Tapi rencana, katanya, kalau ada lahan di Jawa Timur, akan dibangun balai rehabilitasi. Rencana, kalau tidak salah di Nganjuk. Kalau kita ada lahan yang besar, mungkin bisa kita usulkan ke pusat untuk dibuat suatu balai rehabilitasi," bebernya. 

Candra pun menganggap penting keberadaan sebuah Balai Rehabilitasi bagi para pecandu narkoba. Terlebih lagi di wilayah Jawa Timur memang belum memiliki sebuah Balai Rehabilitasi seperti LIDO dan Baddoka. 

"Rehabilitasi adalah tempat untuk pemulihan pengguna, jadi itu sangat penting. Karena di tempat rehabilitasi itu, ada tim medis, psikolog, ada tim rohani," sebutnya. 

Para pecandu narkoba tersebut, dikatakan Candra bahwa akan melalui proses pengkajian dari tim medis. Jika pecandu tersebut merupakan pecandu berat akan diberikan obat-obatan yang bukan narkoba untuk pengganti. 

"Terus dari segi rohani, dia akan dibina dari segi imannya. Dari psikologi dia dibina agar benar-benar tahu dampak dari narkoba itu," tutupnya. 

Sebagai informasi, bahwa peredaran narkoba saat ini khususnya di Kabupaten Malang masih kerap kali terjadi. Utamanya pada anak-anak usia remaja agar kepada orang tua juga melakukan edukasi terhadap anak-anaknya tentang bahaya narkoba.

Topik
rehabilitasi pecandu narkotikaBNN Kabupaten Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru