Selama 2020 BPSK Kota Malang Dapat 130 Pengaduan Konsumen, Didominasi Masalah Properti

Dec 13, 2020 19:04
Ilustrasi permasalahan properti (rumah123dotcom)
Ilustrasi permasalahan properti (rumah123dotcom)

MALANGTIMES - Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Kota Malang, lembaga di bawah naungan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Timur,  menerima sekitar 130 pengaduan. Pengaduan yang diterima dari Januari hingga Desember 2020 ini  terkait sengketa konsumen. Dari jumlah tersebut sekitar 76 persen didominasi permasalahan sengketa konsumen terkait property perumahan.

Kepala BPSK Kota Malang, Luh Eka Wilantari, mengatakan, jika laporan di BPSK mulai awal tahun hingga saat ini, memang masih didominasi pengaduan permasalahan properti.

Baca Juga : Marak Kasus Penggelapan Mobil, Syarat Rental Terlalu Longgar

"Hingga saat ini, pengaduan mengenai permasalahan property jumlah kurang lebih sekitar 100 pengaduan," bebernya, Minggu (13/12/2020).

Dalam setiap pengaduan, biasanya para konsumen yang menjadi korban mengadu secara berkelompok, sehingga jumlahnya cukup banyak. Permasalahan yang diadukan, kebanyakan adalah mengenai belum dibangunnya rumah yang sudah diberikan uang muka oleh para konsumen.

"Nggak dibangun-bangun, kemudian para konsumen ini minta uang muka yang mereka bayarkan untuk dikembalikan," ungkapnya.

Untuk itu, BPSK Kota Malang kemudian berperan sebagai mediator memanggil kedua belah pihak, baik konsumen maupun pihak properti untuk penyelesaian permasalahan tersebut. Bila nantinya berakhir Deadlock dan belum memuaskan kedua belah pihak, BPSK kemudian menyarankan untuk menempuh jalur lainnya, seperti melewati jalur hukum.

"Di sini sebenarnya intinya kesepakatan dua belah pihak. Kami sebagai mediator bagaimana berupaya untuk mencarikan jalan, sehingga semua kembali ke masing-masing. Bilamana nantinya tidak ada titik temu, kami sarankan menempuh jalur lain, seperti jalur hukum," bebernya.

Baca Juga : Ada Ngabalin dalam OTT KPK Menteri Edhy Prabowo, KSP Beri Penjelasan Ini

Dari jumlah pengaduan tadi, belum semuanya terselesaikan. Hanya terdapat beberapa konsumen yang telah menjalani persidangan di BPSK Kota Malang dan mendapatkan uang mereka kembali, namun belum disebut pasti jumlahnya. Sementara sebagian masih belum dan menunggu jadwal sidang yang harus tertunda lantaran masa pandemi Covid-19.

Sementara itu, selain pengaduan yang didominasi oleh permasalahan properti, permasalahan lainnya yang juga diadukan di BPSK Kota Malang adalah permasalahan mengenai finance masalah asuransi dan juga permasalahan konsumen lainnya.

Namun, selama masa pandemi Covid-19 terjadi, pengaduan terkait permasalahan tersebut dijelaskan Kepala BPSK Kota Malang tidaklah banyak. Hal itu lantaran banyaknya program dari pihak finance seperti keringanan atau relaksasi pembayaran.

Topik
BPSKBerita Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru