3.012 TPS Terekap Sementara, Paslon SanDi Masih Unggul Tipis di Kabupaten Malang

Dec 13, 2020 08:53
Diagram persentase perolehan suara sementara yang didapat oleh masing-masing Paslon peserta Pilkada Kabupaten Malang 2020, Minggu (13/12/2020). (Foto: Pilkada2020.kpu.go.id) 
Diagram persentase perolehan suara sementara yang didapat oleh masing-masing Paslon peserta Pilkada Kabupaten Malang 2020, Minggu (13/12/2020). (Foto: Pilkada2020.kpu.go.id) 

MALANGTIMES - Data dari 3.012 TPS (Tempat Pemungutan Suara) yang ada di Kabupaten Malang telah masuk dalam rekapitulasi perolehan suara sementara pada website KPU (Komisi Pemilihan Umum). Dipantau dari website Pilkada2020.kpu.go.id, data itu mencakup 60,25 persen dari total 4.999 TPS. 

Hasil sementara yang tersaji pada hari Minggu (13/12/2020) pukul 08.10 WIB menunjukkan Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Malang nomor urut 1 yakni Sanusi-Didik Gatot Subroto (SanDi) masih unggul dengan persentase 45,0 persen atau sama dengan perolehan suara sebanyak 316.967 suara. 

Baca Juga : Rekap Sementara KPU di 2.769 TPS, Paslon SanDi Masih Unggul 45,2 Persen

Persentase SanDi tersebut, terbilang mengalami penurunan perlahan jika dibandingkan dengan data dalam pemberitaan sebelumnya pada hari Sabtu (12/12/2020) pukul 18.27 WIB yang menunjukkan persentase Paslon SanDi sebesar 45,2 persen.

Meskipun penurunan yang sangat tipis dengan persentase 0,2 persen, hal ini harusnya menjadi catatan bagi tim pemenangan Paslon SanDi dalam memantau dan mengawal suara Paslon SanDi. 

Karena dangan rekapitulasi perolehan suara dari 3.011 TPS atau sudah mencapai 60,23 persen, tim pemenangan Paslon SanDi harus mewaspadai jika persentase ini semakin hari semakin menurun secara perlahan. 

Sementara, berbeda dengan Paslon nomor dua yakni Lathifah Shohib-Didik Budi Muljono (LaDub), seperti yang diberitakan sebelumnya Paslon LaDub mendapatkan persentase sebesar 42,7 persen. Dan pada data terbaru, Paslon LaDub mengalami peningkatan perlahan sebesar 0,1 persen atau 42,8 persen. Persentase tersebut sama dengan perolehan suara sebesar 301.327 suara. 

Kenaikan perlahan sebesar 0,1 persen untuk Paslon LaDub ini juga harus diwaspadai oleh tim pemenangan Paslon lain maupun tim pemenangan Paslon LaDub sendiri agar terus mengawal dan mewaspadai tindakan-tindakan dugaan kecurangan pada rekapitulasi hasil Pilkada Kabupaten Malang 2020. 

Sedangkan untuk Paslon nomor tiga yakni Heri Cahyono-Gunadi Handoko (HC-GH) mengalami peningkatan sebesar 0,2 persen dari data sebelumnya, yakni mendapatkan persentase sebesar 12,2 persen atau sama dengan perolehan suara 85.891 suara. 

Menanggapi hasil rekapitulasi suara sementara tersebut, Ketua Tim Kampanye Malang Makmur sebagai pengusung Paslon SanDi yakni Darmadi mengungkapkan bahwa hasil tersebut belum final dan belum ada pengumuman resmi maupun penetapan dari KPU Kabupaten Malang. 

"Kami masih yakin bahwa Paslon SanDi akan tetap unggul hingga akhir rekapitulasi serta pengumuman final dan resmi dari KPU Kabupaten Malang," ungkapnya. 

Baca Juga : Paslon SanDi Unggul Perolehan Suara Pemungutan Ulang

Karena proses rekapitulasi sedang berjalan secara berjenjang dan saat ini sedang melalui tahapan proses akhir rekapitulasi suara di tingkat kecamatan. Kemudian dijadwalkan oleh KPU Kabupaten Malang pada tanggal 13 Desember hingga 17 Desember 2020 akan dilaksanakan proses rekapitulasi di tingkat kabupaten. 

Sementara itu, Juru Bicara Media Center Paslon LaDub, Anas Muttaqin mengatakan bahwa pihaknya tidak mau berspekulasi terlalu dini, meskipun dirinya yakin Paslon LaDub akan dapat memenangkan Pilkada Kabupaten Malang 2020. 

"Kita tetap memilih untuk menunggu pengumuman resmi dari KPU Kabupaten Malang. Sementara ini kita berpedoman pada hasil quick count SMRC (Saiful Mujani Research Consulting) yang menyatakan keunggulan sementara untuk Paslon LaDub sebesar 44,09 persen," jelasnya.

Sedangkan Calon Bupati Malang nomor tiga yakni Heri Cahyono melalui akun instagram pribadinya membuat pernyataan sikap bahwa dirinya bersama seluruh elemen dari Malang Jejeg untuk saat ini masih belum diizinkan untuk memimpin Kabupaten Malang. 

"Kita masih belum diizinkan untuk memimpin Kabupaten Malang. Kepada relawan dan seluruh tim kerja di garda terdepan akan terus mengawal rekapitulasi suara hingga akhir," ujarnya.

Topik
Berita Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru