Polres Malang dan Bawaslu Berhasil Tangkap Tangan Pelaku Money Politics

Dec 10, 2020 20:32
Ilustrasi money politics (istimewa)
Ilustrasi money politics (istimewa)

MALANGTIMES - Polres Malang akhirnya melakukan penahanan terhadap satu pelaku money politics di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Malang 2020, yakni ibu-ibu bernama Sumiatim (45) warga asal Desa Sumberejo Kecamatan Gedangan, Rabu (9/12/2020) malam.

Sumiatim kedapatan melakukan money politics dengan menyebar 100 amplop berisi uang Rp 20 ribu ke DPT (Daftar Pemilih Tetap) yang terdaftar di TPS (Tempat Pemungutan Suara) 001 Desa Sumberejo Kecamatan Ngantang Selasa (8/12/2020) kemarin lusa.

Baca Juga : Unggul Quick Count SMRC 44,09%, Cabup Lathifah Shohib: Terima Kasih pada Seluruh Pihak

"Jadi Ibu Sumiatim ini membagikan 100 amplop yang berisi uang Rp 20 ribuan ke warga. Dari jam 06.00 Selasa (8/12/2020) pagi sampai jam 20.00 malam," kata Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran Bawaslu Kabupaten Malang, George Da Silva kepada MalangTIMES via telepon, Kamis (10/12/2020).

Namun nahas, dari 100 amplop tersebut hanya tersisa 5 amplop dan kemudian tim dari Bawaslu  bekerjasama dengan satgas anti money politics Polres Malang menangkap Sumiatim.

"Karena bekerjasama dengan Polres Malang langsung diproses tangkap tangan. Dan diamankan ke Bawaslu malamnya sekitar pukul 20.00. Saat itu bu Sumiatim ini sudah menyebarkan 95 amplop. Tapi sisanya belum disebarkan karena langsung ditangkaptangan," ungkap George.

Temuan money politics ini lanjut George juga memanggil saksi di mana penerima money politics, dan hasilnya saksi mengiyakan adanya pemberian amplop.

Bukti formil dan materiil itulah yang membuat Bawaslu kemudian menyerahkan kepada Kepolisian yang dikuatkan dengan rekomendasi hukum.

"Dan kami langsung serahkan ke Gakkumdu untuk diproses lebih lanjut. Pihak Kepolisian pun mengamankan terduga money politics (Sumiatim). Belum ditahan ya tapi ini cuma diamankan itu pada Rabu (9/12/2020) paginya," kata ia.

Tak kurang dari 24 jam Polres Malang berhasil mengamankan terduga money politics, dan setelah mengumpulkan barang bukti lengkap, akhirnya polisi menahan wanita berusia 45 tahun tersebut.

Baca Juga : 43 Warga Kabupaten Malang Coblos di Penjara Polres Malang

"Karena Polres Malang setelah mendapat bukti dan pasal yang dilanggar itu, kasus Sumiatim sudah masuk ke proses penyidikan dan dilakukan penahanan karena pelanggaran Sumiatim ini pidananya di atas 5 tahun jadi harus ditahan," kata George.

Sebagai informasi, pasal yang dilanggar Sumiatim adalah Pasal 187 A ayat 1 UU No. 10 Tahun 2016 Tentang Pemilihan Gubernur/Wakil Gubernur, Walikota/Wakil Walikota, Bupati/Wakil Bupati.

"Di pasal tersebut menyebut jika ada orang yang sengaja menjanjikan atau memberikan uang atau materi sebagai imbalan ke warga untuk memilih paslon lain atau tidak memilih paslon lainnya maka ancaman hukumannya 72 bulan atau 6 tahun dan denda Rp 1 miliar. Jadi karena di atas enam tahun maka dari itu Polres Malang lakukan penahanan," tutupnya.

Lanjut George, Bawaslu sejak masa tenang sudah mendapatkan 6 laporan dan 1 temuan di mana 1 temuan sudah diteruskan ke Mapolres Malang. 

Topik
Polres MalangMoney PoliticsPemilihan Kepala DaerahPilkada Kabupaten Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru