SanDi dan LaDub Bersaing Ketat di Dapil 4, Ini Rekap Suaranya

Dec 10, 2020 14:42
Masing-masing Paslon Bupati dan Wakil Bupati Malang ketika adu gagasan dan program dalam agenda debat publik. (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes) 
Masing-masing Paslon Bupati dan Wakil Bupati Malang ketika adu gagasan dan program dalam agenda debat publik. (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes) 

MALANGTIMES - Berdasarkan data rekapitulasi perolehan suara masing-masing pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Malang pada website KPU (Komisi Pemilihan Umum) dalam Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten (Pilkada) Kabupaten Malang 2020, terjadi persaingan ketat antar paslon di daerah pemilihan (dapil) empat. 

Persaingan ketat itupun terjadi antara paslon nomor urut satu Sanusi-Didik Gatot Subroto (SanDi) dengan paslon nomor urut dua Lathifah Shohib-Didik Budi Muljono (LaDub). Sedangkan paslon nomor urut tiga yakni Heri Cahyono-Gunadi Handoko, telah tertinggal jauh dari dua paslon lainnya. 

Baca Juga : Unggul Quick Count SMRC 44,09%, Cabup Lathifah Shohib: Terima Kasih pada Seluruh Pihak

Terlihat dalam data rekapitulasi perolehan suara pada website KPU yakni Pilkada2020.kpu.go.id, Kamis (10/12/2020) pukul 13.00 WIB terjadi persaingan ketat antara paslon SanDi dengan paslon LaDub di dapil empat yang meliputi enam kecamatan. Yakni, Kecamatan Kalipare, Kecamatan Kromengan, Kecamatan Ngajum, Kecamatan Pakisaji, Kecamatan Sumberpucung dan Kecamatan Wonosari. 

Dari data hari ini, Kamis (10/12/2020) pukul 13.00 WIB, sudah masuk data 1.902 dari 4.999 TPS (Tempat Pemungutan Suara) yang ada di Kabupaten Malang atau sama dengan 38,05 persen TPS. 

Persaingan ketat antara paslon SanDi dan paslon LaDub, seperti di Kecamatan Kalipare yang terdiri dari 9 desa, berdasarkan data yang telah masuk sebesar 50,79 persen. Paslon SanDi unggul dengan persentase sebesar 50,6 atau sama dengan 7.772 suara. Sementara untuk paslon LaDub menempati posisi kedua dengan persentase sebesar 40,6 atau sama dengan 6.241 suara. Sedangkan untuk paslon HC-GH menempati urutan ketiga dengan persentase 8,8 atau sama dengan 1.358 suara. 

Lanjut di Kecamatan Kromengan yang terdiri 7 desa ini telah masuk data sebanyak 40 persen. Dari data sementara ini, posisi pertama di tempati paslon LaDub dengan persentase 40,8 persen atau sama dengan 2.889 suara. Untuk posisi kedua ditempati oleh paslon SanDi dengan 37,4 persen atau sama dengan 2.651 suara. Sedangkan di posisi ketiga paslon HC-GH 21,8 persen atau sama dengan 1.542 suara. 

Untuk Kecamatan Kromengan sendiri terdapat dua desa yang belum terinput datanya, yakni Desa Slorok dan Desa Jatikerto. 

Lalu untuk Kecamatan Ngajum yang memiliki 9 desa, data yang telah masuk di website KPU sebesar 53,06 persen dengan posisi pertama ditempati oleh paslon SanDi dengan  52,1 persen atau sama dengan 7.050 suara. Untuk paslon LaDub memiliki persentase 35,0 atau sama dengan 4.738 suara. Sedangkan paslon HC-GH mendulang 13,0 persen atau sama dengan 1.754 suara. Di Kecamatan Ngajum terdapat data satu desa yang belum terinput dalam website KPU yakni Desa Banjarsari. 

Lebih lanjut, untuk Kecamatan Pakisaji  yang memiliki 12 desa, data yang telah masuk di website KPU sebesar 26,54 persen. Berdasarkan data ini paslon LaDub lebih unggul dari kedua paslon lainnya yakni 43,9 persen atau sama dengan 4.559 suara. 

Untuk paslon SanDi persentasenya sebesar 38,9 atau sama dengan 4.036 suara. Sedangkan untuk paslon HC-GH memiliki sebesar 17,3 persen atau sama dengan 1.793 suara. Di Kecamatan Pakisaji ini, terdapat satu desa yang datanya belum terinput dalam website, yakni Desa Gelanggang. 

Selain itu, di Kecamatan Sumberpucung yang memiliki 7 desa, data yang telah masuk masih di angka 4,50 persen. Terdapat empat desa yang datanya belum terinput di website KPU yakni Desa Senggreng, Desa Ngebruk, Desa Jatiguwi dan Desa Karangkates. 

Di Kecamatan Sumberpucung, posisi pertama ditempati oleh paslon LaDub dengan persentase sebesar 45,3 persen atau sama dengan 411 suara. Lalu posisi kedua ditempati oleh paslon SanDi dengan 36,5 persen atau sama dengan 331 suara. Sedangkan untuk posisi ketiga terdapat paslon HC-GH dengan 18,2 persen atau sama dengan 165 suara. 

Baca Juga : Hasil Quick Count Versi LSI: Paslon Sandi Unggul 45,99 Persen

Sementara itu, di Kecamatan Wonosari yang memiliki 8 desa berdasarkan pantauan media ini, data yang telah masuk sudah mencapai 80,90 persen yang terakhir di update pada hari Kamis (10/12/2020) pukul 04.12 WIB. 

Dari data tersebut, paslon SanDi unggul telak dari kedua paslon lainnya yakni dengan persentase 55 persen atau sama dengan 9.648 suara. Paslon LaDub 32,6 persen atau memperoleh 5.717 suara dan paslon HC-GH mengumpulkan 12,3 persen atau sama dengan 2.164 suara. 

Berdasarkan hasil data rekapitulasi perolehan suara sementara yang dilakukan oleh jajaran KPU Kabupaten Malang tersebut, persaingan ketat terjadi yakni paslon SanDi unggul sementara di tiga kecamatan yakni Kalipare, Ngajum dan Wonosari. Sedangkan paslon LaDub sendiri unggul di tiga kecamatan, yakni Kromengan, Pakisaji dan Sumberpucung dari dapil empat. 

Menanggapi hasil rekapitulasi sementara ini, Ketua Tim Kampanye Malang Makmur sebagai pengusung Paslon SanDi, Darmadi, mengatakan, bahwa pihaknya bersyukur jika di masing-masing TPS di dapil empat banyak yang memilih Paslon SanDi. 

"Semua data saat ini menunjukkan Paslon SanDi unggul dari paslon lainnya. Itu hampir sama dengan hasil rekapitulasi faktual yang berbasis TPS dari Tim Internal Paslon SanDi," terangnya ketika dikonfirmasi pewarta, Kamis (10/12/2020). 

Sementara, Juru Bicara Media Center Paslon LaDub yakni Anas Muttaqin mengungkapkan, meskipun bersaing secara ketat, pihaknya tetap menunggu hasil resmi secara keseluruhan oleh KPU. 

"Saat ini kita masih berpegang pada quick count yang menunjukkan kemenangan tipis Paslon LaDub. Sembari menunggu hasil rekapitulasi suara dari KPU," tandasnya.

Topik
dapil empat kabupaten malangsandi versus ladubhasil suara pilkada kabupaten malangrekap suara pilkada kabupaten malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru