Beredar Rekapan Data di Grup WA, SanDi Unggul di Lima Dapil, LaDub Unggul di Dua Dapil

Dec 10, 2020 12:37
Masing-masing Paslon saat adu gagasan dan program pada momentum debat publik di tahapan Pilkada Kabupaten Malang 2020. (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes)
Masing-masing Paslon saat adu gagasan dan program pada momentum debat publik di tahapan Pilkada Kabupaten Malang 2020. (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes)

MALANGTIMES - Berdasarkan data rekapitulasi suara dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Malang 2020 yang belum diketahui resmi atau tidaknya dan tersebar di beberapa grup WhatsApp, menunjukkan pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Malang nomor urut satu, Sanusi-Didik Gatot Subroto (SanDi) unggul di lima daerah pemilihan (dapil) di Kabupaten Malang. 

Lima dapil tersebut diantaranya, dapil satu, dapil dua, dapil tiga, dapil empat dan dapil lima. Sedangkan untuk dua dapil lainnya paslon Bupati dan Wakil Bupati Malang Lathifah Shohib-Didik Budi Muljono (LaDub) berhasil unggul di dapil enam dan dapil tujuh. 

Baca Juga : Unggul Quick Count SMRC 44,09%, Cabup Lathifah Shohib: Terima Kasih pada Seluruh Pihak

 

Dapil satu meliputi Kecamatan Kepanjen, Pagelaran, Gondanglegi dan Bululawang. Di mana, hasil total perolehan suara sebesar 149.176 suara. Untuk paslon SanDi mendapatkan 73.278 suara, paslon LaDub mendapatkan 58.741 suara dan untuk paslon Heri Cahyono-Gunadi Handoko (HC-GH) mendapatkan 17.157 suara. 

Untuk dapil dua yang meliputi Kecamatan Turen, Ampelgading, Dampit dan Tirtoyudo, total perolehan suara yang masuk sebesar 166.422. Pada Dapil ini, paslon SanDi kembali unggul tipis diperolehan suara sebanyak 75.116 suara. Sedangkan paslon LaDub mendapatkan perolehan sebesar 74.664 suara. Untuk paslon HC-GH sendiri mendapatkan perolehan sebesar 16.642 suara. 

Untuk dapil tiga yang meliputi Kecamatan Bantur, Donomulyo, Gedangan, Pagak, Sumbermanjing Wetan, jumlah total suara yang masuk sebesar 159.763. Paslon SanDi kembali unggul dan mendapatkan 74.594 suara, sedangkan paslon LaDub mendapatkan 69.765 suara dan paslon HC-GH mendapatkan 15.404 suara. 

Lanjut di dapil empat yang meliputi Kecamatan Kalipare, Kromengan, Ngajum, Pakisaji, Sumberpucung dan Wonosari jumlah total suara yang masuk sebesar 158.710. Paslon SanDi mendapatkan perolehan 72.140 suara, paslon LaDub mendapatkan sebesar 62.295 suara dan paslon HC-GH sebesar 24.275. 

Terakhir, di dapil lima yang meliputi Kecamatan Dau, Pujon, Kasembon, Ngantang, Karangploso dan Wagir, jumlah total suara yang masuk sebesar 185.205. Paslon SanDi mendapatkan perolehan sebesar 88.712 suara, paslon LaDub mendapatkan 65.704 suara dan paslon HC-GH mendapatkan perolehan 30.789 suara. 

Di sisi lain, paslon LaDub juga unggul di dua dapil, yakni dapil enam dan dapil tujuh. Dapil enam meliputi Kecamatan Lawang, Pakis dan Singosari dengan total jumlah suara yang masuk sebesar 167.046. Pada dapil enam, paslon SanDi mendapatkan perolehan 68.599 suara, paslon LaDub unggul dengan 71.592 suara, sedangkan paslon HC-GH mendapatkan 26.855 suara. 

Sedangkan di dapil tujuh yang meliputi Kecamatan Tajinan, Tumpang, Poncokusumo, Jabung dan Wajak jumlah total suara yang masuk sebanyak 178.751 suara. Paslon SanDi mendapatkan 76.991 suara, paslon LaDub unggul dengan perolehan 85.494 suara dan paslon HC-GH sebanyak 16.266 suara. 

Berdasarkan data tersebut, jumlah total suara sah yang masuk sebesar 1.165.073 suara dengan persentase masing-masing yakni paslon SanDi 45,45 persen, paslon LaDub 41,90 persen dan paslon HC-GH 12,65 persen. 

Menanggapi hal tersebut, Ketua Tim Kampanye Malang Makmur yang mengusung paslon SanDi, Darmadi, membenarkan banyak sekali data rekapitulasi yang beredar di beberapa grup WhatsApp atau media sosial lainnya yang menunjukkan paslon SanDi lebih unggul dari dua paslon lainnya. 

"Dan itu hampir sama dengan hasil rekapitulasi faktual yang berbasis TPS (tempat pemungutam suara, red) dari Tim Internal SanDi. Itu yang kita pakai sebagai dasar dan pegangan bahwa suara pasangan SanDi menang dan unggul dari paslon lainnya," ungkapnya ketika dikonfirmasi oleh pewarta, Kamis (10/12/2020). 

Sementara itu, Juru Bicara Media Center Paslon LaDub, Anas Muttaqin, menanggapi terkait beredarnya data rekapitulasi yang beredar di beberapa grup WhatsApp tersebut lebih memilih untuk menunggu hasil rekapitulasi resmi yang diumumkan oleh KPU Kabupaten Malang. 

Baca Juga : Hasil Quick Count Versi LSI: Paslon Sandi Unggul 45,99 Persen

 

"Kita lebih memilih untuk menunggu hasil real count resmi dan rekapitulasi dari KPU saja. Kita juga yakin dan berpedoman pada hasil quick count sambil menunggu hasil resmi dari KPU," ungkapnya kepada pewarta. 

Sementara itu, Calon Bupati Malang nomor urut tiga yakni Heri Cahyono juga telah mengatakan dalam video pada akun instagram Malang Jejeg, bahwa pihaknya akan terus menggelorakan Gerakan Moral Malang Jejeg. 

"Jadi dari hasil quick count dan sebagainya, ternyata kemungkinan besar kita masih belum diizinkan untuk memperbaiki Kabupaten Malang dari jalur pemerintahan," katanya. 

Dirinya juga terus berkomitmen bahwa gerakan moral Malang Jejeg tidak akan berhenti sampai di Pilkada Kabupaten Malang 2020, tetapi akan terus berjuang hingga visi misi Malang Jejeg terealisasi dan terwujud. 

Sedangkan terkait data rekapitulasi yang beredar tersebut, Komisioner KPU Kabupaten Malang Marhaendra Pramudya Mahardika, menjelaskan, bahwa rekapitulasi perolehan suara dari KPU Kabupaten Malang dilakukan secara berjenjang. 

"Rekapitulasi perolehan suara dari KPU Kabupaten Malang dilakukan secara berjenjang. Ada prosesnya, jadi ditunggu saja hasil resmi," ujarnya. 

Dika -sapaan akrabnya- menambahkan, bahwa penghitungan rekapitulasi perolehan suara yang berjenjang tersebut sesuai dengan Peraturan KPU Nomor 5 Tahun 2020. 

"Sesuai PKPU 5 tahun 2020, rekap tingkat kecamatan diagendakan paling lambat hingga 14 Desember. Setelah rekap tingkat kecamatan, baru dilaksanakan rekapitulasi tingkat kabupaten," tutupnya.

Topik
rekap suara pilkada kabupaten malangsandi unggulPilkada Kabupaten Malang 2020suara dapil kabupaten malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru