Petugas KPPS Reaktif Covid-19 Didominasi dari Pasuruan dan Jember

Dec 09, 2020 07:37
Ketua KPU Jatim Choirul Anam (paling kanan) saat melakukan peninjauan ke TPS yang ada di Kecamatan Dau, Kabupaten Malang (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)
Ketua KPU Jatim Choirul Anam (paling kanan) saat melakukan peninjauan ke TPS yang ada di Kecamatan Dau, Kabupaten Malang (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)

MALANGTIMES - Pilkada serentak tetap digelar hari ini (Rabu, 9/12/2020) meski ada sejumlah petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang dinyatakan reaktif Covid-19.

Ketua KPU (Komisi Pemilihan Umum) Jatim (Jawa Timur) Choirul Anam, memastikan jika proses pemungutan suara akan tetap berlangsung.

Baca Juga : Besok Coblosan, Tim Hukum Paslon LaDub Temukan Money Politics

Pernyataan itu disampaikan langsung oleh Choirul saat ditemui media berjejaring nasional ini, di sela agenda peninjauan TPS (Tempat Pemungutan Suara) bersama Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa di beberapa TPS yang ada di Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Selasa (8/12/2020) malam.

”Jadi untuk (kesiapan, red) SDM (Sumber Daya Manusia) seluruh KPPS semua sudah siap. Jadi dari total 48.607 TPS (di Jatim), Insyaa Allah besok (Rabu) tidak ada satupun TPS yang sampai ditunda. Terutama karena misalkan kekurangan SDM KPPS, misalkan. Meskipun memang dari hasil proses kegiatan rapid test yang kita lakukan ada beberapa kawan-kawan KPPS yang terkonfirmasi reaktif (Covid-19),” tegasnya.

Ketika disinggung berapa jumlah petugas KPPS di Jatim yang hasil rapid test-nya reaktif Covid-19, Choirul mengaku tidak bisa memastikannya secara detail. Alasannya, data jumlah KPPS yang reaktif Covid-19 tersebut terus di update.

”Yang reaktif secara total kita tidak mengikuti, karena data berjalan, dan data itu juga sudah langsung kita setorkan ke Dinkes (Dinas Kesehatan) maupun gugus tugas di daerah maupun di Provinsi (Jatim),” terangnya.

Kendati demikian, lanjut Choirul, berdasarkan data yang diterimanya, Kota Pasuruan dan Kabupaten Jember, mendominasi jumlah KPPS yang dinyatakan reaktif Covid-19.

”Jadi bergerak kita, melihat tadi di masing-masing daerah itu (datanya, red) berbeda. Ada yang 0,03 persen, ada yang 0,5 persen, ada yang 5 persen. Paling tinggi memang ada di Kota Pasuruan sama di Kabupaten Jember, yang agak tinggi persentasenya yang reaktif,” ungkapnya.

Dikatakan tinggi tersebut, dijelaskan Choirul, lantaran jumlah petugas KPPS yang dinyatakan reaktif Covid-19 menyentuh persentase 10 persen dari total jumlah petugas KPPS yang ada. 

”Untuk Kota Pasuruan info terakhir kurang lebih sampai 10 persen, untuk Jember kurang lebih kisaran 9 persen,” imbuhnya.

Choirul menambahkan, terhadap mereka yang hasil rapid test-nya reaktif Covid-19, maka akan dilakukan rapid test ulang dan bahkan diwacanakan akan menjalani swab test. 

”Itupun juga belum menjamin memang yang bersangkutan terpapar Covid-19. Kami melakukan treatment, kemudian kita rapid ulang. Kalaupun kemudian masih reaktif juga, maka akan kita upayakan untuk dilakukan swab test,” ucapnya.

Menurutnya, tahapan swab test terhadap mereka yang reaktif Covid-19 tersebut, sebagian sudah dilaksanakan. Sedangkan sisanya yang belum sempat swab test, akan dilakukan sesaat sebelum pencoblosan berlangsung. 

”Ada yang sudah proses swab ada yang kemudian masih besok,” timpalnya.

Baca Juga : Tampil Lebih Segar, PKS Umumkan Lambang dan Tagline Baru pada Munas ke V

Lantas bagaimana jika hasilnya menunjukkan positif Covid-19, Choirul menjawab dengan tegas jika terhadap mereka yang dinyatakan positif terpapar virus yang diduga berasal dari Wuhan, China tersebut bakal dipastikan tidak akan diperkenankan bertugas.

”Yang pasti selama hasilnya masih reaktif, tentu kita pastikan tidak bertugas. Tentunya bagi yang masih reaktif apalagi positif (Covid-19) kita pastikan tidak kita tugaskan untuk besok (saat pemungutan suara),” tegasnya.

Meski ada yang sempat dinyatakan reaktif, namun Choirul kembali menegaskan jika hal itu tidak sampai menghambat proses pencoblosan. Sebab, KPU Jatim sudah mempersiapkan beberapa skema. Salah satunya adalah melakukan pergantian personel dari petugas TPS terdekat.

”Kalaupun misalnya kemudian ditemukan ada 1 TPS yang 3 orang berhalangan, kita sudah melakukan mitigasi dengan cara transfer KPPS. Jadi mengoper dari TPS sebelahnya untuk diperbantukan di TPS yang kurang,” terangnya.

Kemudian, untuk skema selanjutnya, KPU Jatim membuka opsi penunjukan langsung untuk menggantikan KPPS yang reaktif atau positif Covid-19 tersebut. ”Cara yang lainnya, kita langsung bisa menunjuk KPPS dengan bekerja sama dari lembaga pendidikan,” ujarnya.

Jika opsi darurat itu terpaksa dilakukan, maka KPU Jatim bakal melakukan bimtek khusus kepada petugas KPPS yang ditunjuk langsung tersebut. ”Sudah, jadi langsung, kalau yang kurang kita tunjuk langsung, kita Bimtek khusus,” jelasnya.

Namun demikian, opsi terakhir tersebut peluang terealisasinya sangat tipis. Pasalnya hingga Selasa (8/12/2020) malam, jumlah KPPS yang reaktif Covid-19 tidak sampai mendominasi.

”Tapi sekali lagi, itu tidak terlalu banyak, karena itu hanya kita lakukan kalau 1 TPS ada lebih dari 2 (yang reaktif). Per malam ini (Selasa 8/12/2020) tidak ada laporan yang sampai 1 TPS lebih dari 2 orang. Selama kemudian 1 TPS tidak sampai lebih dari 2, atau hanya 2, atau satu yang reaktif tentu kita tidak perlu harus melakukan rekruitmen. Per hari ini tidak ada yang sampai melakukan itu,” lugasnya.

Guna lebih memastikannya, Choirul mengaku bakal terus melakukan monitoring terkait kondisi terkini yang terjadi di lapangan. ”Jadi kita terus melakukan monitoring, baik secara virtual maupun secara langsung,” sambungnya.

Atas dasar itulah, Choirul memastikan jika seluruh TPS di Jatim bakal menyelenggarakan pencoblosan secara serentak. ”Total di Jatim ada 48.607 TPS, semuanya kita pastikan besok mengelar pemungutan suara. Tidak ada satupun yang sampai harus ditunda,” tukasnya.

Topik
Pilkada Serentak

Berita Lainnya

Berita

Terbaru