PKB dan Muslimat NU Gelar Doa Bersama untuk Keamanan dan Kelancaran Pilkada 2020

Dec 08, 2020 15:51
Situasi saat gelaran doa bersama yang digagas oleh DPC PKB Kabupaten Malang bersama anggota PC Muslimat NU Kabupaten Malang, Selasa (8/12/2020). (Foto: Tubagus Achmad/ MalangTIMES) 
Situasi saat gelaran doa bersama yang digagas oleh DPC PKB Kabupaten Malang bersama anggota PC Muslimat NU Kabupaten Malang, Selasa (8/12/2020). (Foto: Tubagus Achmad/ MalangTIMES) 

MALANGTIMES - DPC (Dewan Pimpinan Cabang) PKB (Partai Kebangkitan Bangsa) Kabupaten Malang bersama Muslimat NU (Nahdlatul Ulama) menggelar doa bersama yang ditujukan untuk keberlangsungan Pemilihan Umum Kepala Daerah 2020 di Kabupaten Malang agar lancar yang bertempat di Kantor Pengurus Cabang Muslimat NU Kabupaten Malang, Kebonagung, Pakisaji, Selasa (8/12/2020). 

Dalam gelaran doa bersama yang dimulai sejak pukul 11.00 WIB ini juga dihadiri oleh beberapa ulama dan tokoh partai PKB. Di antaranya ada Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Timur, KH. Marzuqi Mustamar; Ketua DPC PKB Kabupaten Malang, Ali Ahmad; tokoh muslimat yang juga sebagai salah satu cucu pendiri NU KH. Bisri Syansuri yakni Lathifah Shohib, serta beberapa ulama yang lain. 

"Kabupaten Malang untuk Pemilu 2020 ini karena kami adalah keluarga besar NU terutama PKB, PKB mengajak kadernya bersama Muslimat untuk doa bersama dengan tujuan agar pemilu itu benar-benar berjalan dengan baik, berjalan dengan lancar," ungkap Ketua DPC PKB Kabupaten Malang, Ali Ahmad saat berada di Kantor PC Muslimat NU Kabupaten Malang, Selasa (8/12/2020). 

Pria yang biasa disapa Gus Ali ini juga menuturkan, dengan tercipta Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Malang 2020 yang baik dan lancar, masyarakat Kabupaten Malang pun sebagai pemilih akan merasa bahagia. 

"Orang-orang merasa happy ending, hatinya bagus, merasa suka ria, jadi nggak ada yang diintimidasi dan seterusnya. Itu harapan kami," katanya. 

Gus Ali mengatakan bahwa dalam momentum Pilkada Kabupaten Malang 2020 tidak boleh ada tindakan-tindakan kecurangan maupun intimidasi terhadap masyarakat Kabupaten Malang. 

"Jadi tidak boleh ada kecurangan. Karena kita juga harus fair play dalam pertandingan hari ini," terangnya. 

Terkait jika di lapangan terdapat intimidasi dan ancaman yang ditujukan kepada masyarakat Kabupaten Malang, pria yang menjabat sebagai Anggota DPR (Dewan Perwakilan Rakyat) RI ini mengatakan bahwa pihaknya telah membentuk relawan khusus. 

"Relawan khusus yang sudah kami bentuk menjadi orang-orang yang dapat memfasilitasi jika nanti ada intimidasi dan ancaman, supaya mereka semua tidak takut di lapangan," tuturnya. 

Memurutnya, berdasarkan laporan di beberapa wilayah terdapat masyarakat yang diintimidasi dan diancam yang saat ini sedang ditangani oleh relawan khusus tersebut. 

"Jadi kami juga inginkan aparat untuk segera bertindak tegas kepada orang-orang yang mengintimidasi. Bukan di tengah kota tapi di jajaran pesisir. Ini sudah kami temukan," bebernya. 

Sementara itu, untuk relawan khusus Gus Ali mengatakan bahwa telah terbentuk dengan jumlah 50 orang. Namun, terdapat tambahan personel yang ia sebut sebagai tim siluman sebanyak 300 orang. 

"Jadi kita antisipasi di daerah. Jadi kita juga memberikan informasi-informasi dari beberapa teman-teman yang dianggap tahu harus segera menerjunkan, kemarin 300 sekarang ditambah 50. Jadi 350," tutupnya.

Topik
Pilkada Kabupaten Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru