Charta Politika Rilis Hasil Survei: Elektabilitas SanDi 44,5%, LaDub 35,4%, HC-GH 11,0%

Dec 07, 2020 17:23
Tampak rilis hasil survei yang dilakukan Lembaga Charta Politika Indonesia terhadap masing-masing Paslon di Pilkada Kabupaten Malang 2020. (Foto: Istimewa) 
Tampak rilis hasil survei yang dilakukan Lembaga Charta Politika Indonesia terhadap masing-masing Paslon di Pilkada Kabupaten Malang 2020. (Foto: Istimewa) 

MALANGTIMES - Lembaga Survei Charta Politika Indonesia merilis hasil survei tingkat preferensi masyarakat Kabupaten Malang terhadap masing-masing pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Malang yang berkontestasi dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Malang 2020 yang akan digelar 9 Desember mendatang. 

Hasil survei Charta Politika ini dilakukan mulai tanggal 11-15 November 2020 menggunakan wawancara tatap muka dengan pertanyaan dalam kuisioner yang terstruktur. Untuk respondennya sendiri, Charta Politika menggunakan 800 responden yang tersebar secara proporsional di 33 kecamatan Kabupaten Malang. 

SURVEI-CHARTA-POLITICA-DI-MATA-PASLON-PILKADA-KABUPATEN-MALANG-01-01e6af8c7087e487df.png

Baca Juga : Calon Bupati Malang Bu Nyai Lathifah Komitmen tidak akan Libatkan Keluarga dalam Proyek Pembangunan 

 

Sementara, untuk metode surveinya sendiri, Charta Politika menggunakan metode acak bertingkat (multistage random sampling) dengan margin of error (MoE) kurang lebih sebesar 3,46 persenpada tingkat kepercayaan masyarakat sebesar 95 persen. 

Dari hasil survei Charta Politika, menunjukkan hasil yang cukup menarik. 

Untuk tingkat elektabilitas dari Paslon Sanusi-Didik Gatot Subroto (SanDi) sebesar 44,5 persen, untuk Paslon Lathifah Shohib-Didik Budi Muljono (LaDub) sebesar 35,4 persen dan Paslon Heri Cahyono-Gunadi Handoko sebesar 11,0 persen. Sementara itu, untuk responden yang menyatakan tidak tahu atau tidaj jawab sebesar 9,1 persen. 

Sementara untuk tingkat pengenalan terhadap masing-masing Calon Bupati maupun Calon Wakil Bupati juga menunjukkan hasil yang cukup menarik. Untuk tingkat pengenalan terhadap Calon Bupati Sanusi sebesar 87,8 persen, Lathifah Shohib sebesar 81,4 persen dan Heri Cahyono 55 persen. 

Sedangkan untuk tingkat pengenalam terhadap Calon Wakil Bupati yakni Didik Gatot Subroto menunjukkan hasil sebesar 70,8 persen, Didik Budi Muljono sebesar 65,5 persen dan Gunadi Handoko sebesar 40,6 persen. 

Sementara itu, dalam hasil survei Charta Politika juga menunjukkan tingkat pengetahuan tentang pelaksanaan Pilkada Kabupaten Malang 2020 pada tanggal 9 Desember mendatang, sebesar 92,5 persen masyarakat sudah mengetahui, 6,0 persen tidak mengetahui dan 1,5 persen tidak tahu atau tidak jawab. Sedangkan untuk tingkat keikutsertaan masyarakat dalam pelaksanaan pencoblosan Pilkada Kabupaten Malang 2020 juga menunjukkan antusiasme sebesar 86,8 persen masyarakat akan ikut mencoblos. Ragu-ragu sebesar 7,4 persen, tidak ikut serta mencoblos sebesar 2,4 persen serta tidak tahu atau tidak jawab sebesar 3,5 persen. 

Menanggapi hasil survei yang dilakukan oleh Charta Politika, tim pemenangan Paslon SanDi yakni Abdul Kholiq mengatakan, bahwa kondisi internal dari tim pemenangan maupun Paslon SanDi hingga pada waktu pencoblosan dan penghitungan suara nanti sudah sangat solid. 

Terlebih lagi dikatakan Kholiq, bahwa tim pemenangan SanDi juga sudah membekali para relawan untuk memantau dan mengawasi segala macam bentuk money politic yang bekerjasama dengan Tim Hukum Paslon SanDi dan Badan Bantuan Hukum dan Advokasi Rakyat (BBHAR) DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang. 

"Patokan kami tetap pada hasil penghitungan suara nanti di KPU. Kalaupun hasil survei SanDi unggul, akan kami jadikan pelecut agar tim terus solid bekerja hingga tahapan Pilkada selesai," ujarnya. 

Baca Juga : Sambang ke Thoriqul Jannah, Ini Doa Gus Idris untuk Abah Sanusi 

 

Sementara dari pihak tim juru bicara media centre Paslon LaDub, Anas Muttaqin, mengungkapkan bahwa dengan adanya hasil survei dari Charta Politika, tim pemenangan Paslon LaDub tidak akan terpengaruh dengan hasil survei tersebut. 

"Ya gak apa-apa sih kalau memang ada survei yang keluar. Tinggal kita lihat saja tujuannya apa. Kami juga punya survei tersendiri kok," terangnya. 

Anas pun juga menegaskan, bahwa pihaknya terus fokus dan bekerja keras untuk proses pemenangan Paslon LaDub di Pilkada Kabupaten Malang 2020. 

Sementara itu, dari pihak paslon perseorangan yakni Ketua Tim Manajemen Malang Jejeg, Soetopo Dewangga mengatakan, bahwa pihaknya mewajarkan terkait hasil survei dari Charta Politika. 

"Kita mewajarkan hasil survei tersebut. Karena pelaksanaan survei mulai 11-15 November 2020, kita baru kampanye tanggal 16 November. Karena kita juga sempat tersendat 20 hari pada masa kampanye," tuturnya. 

Seotopo juga mengatakan, bahwa pihaknya mempunyai relawan yang termasuk dalam strong supporter cukup banyak dan akan lebih menyasar para swing voters dalam Pilkada Kabupaten Malang 2020. Pihaknya juga menegaskan akan tetap fokus terhadap pemenangan Paslon Heri Cahyono-Gunadi Handoko. 

Topik
hasil survei pilkada kabupaten malangsurvei charta politicaberita pilkada kabupaten malang 2020

Berita Lainnya

Berita

Terbaru