Kepulan Abu Vulkanik di Supit Urang, Warga Berlarian, BPBD: Bukan Erupsi

Dec 06, 2020 19:39
Warga menuju ke tempat yang lebih aman, karena khawatir banjir bandang (Foto : Kiriman Netizen / Jatim TIMES)
Warga menuju ke tempat yang lebih aman, karena khawatir banjir bandang (Foto : Kiriman Netizen / Jatim TIMES)

MALANGTIMES - Sekitar pukul pukul 16.00, hari ini Minggu (6/12) warga Dusun Sumbersari desa Supit Urang berlarian menuju ketempat yang lebih aman, sebagai akibat dari munculnya kepulan abu vulkanik membubung ke udara. Relawapun bekerja keras untuk meminta warga segera mencari tempat yang lebih aman.

Dalam unggahan di media sosial tampak sirine dibunyikan yang menjadi tanda warga harus segera mengungsi ketempat yang lebih aman. Tempat-tempat tersebut sudah ditentukan oleh BPBD Lumajang, sebagai kawasan aman jika terjadi erupsi atau banjir bandang.

Baca Juga : Wali Kota Malang Positif Covid, Rumah Dinas Disemprot Disinfektan

 

Terkait informasi tersebut, Jatimtimes menghubungi tim TRC BPBD Lumajang yang berada di lokasi bencana erupsi Semeru.

Dari Setiawan Purnomo, TRC BPBD Lumajang  diperoleh informasi, bahwa kepulan abu vulkani itu muncul karena aliran air cukup besar dari arah puncak yang mengarah kepada tumpukan abu vulkanik di Curah Kobo'an.

Karena sebagian debu mengering akibat cuaca panas sebelumnya, maka ketika dilanda aliran air hujan menimbulkan kepulan asap yang tinggi ke udara.

"Tidak ada erupsi dari Puncak Semeru. Kepulan abu vulkanik itu muncul karena adanya aliran air dari puncak Semeru akibat hujan deras di kawasan puncak Semeru. Jika debu vulkanik Semeru kena air hujan dalam bentuk aliran yang cukup besar, pasti mengepulkan asap ke udara. Yang berbahaya adalah lahar dingin, jika hujannya berlanjut," kata Setiawan.

Malam ini, sekitar pukul 18.00 cuaca kembali normal. Namun sebagian warga yang berada di dusun Sumbersari desa Supit Urang sudah berada di pengungsian, yakni di SD Supit Urang 04 Kecamatan Pronojiwo.

Baca Juga : Pakai Kaus Bergambar Abah Anton, Warga Purwantoro Ditemukan Tak Bernyawa di Dalam Kamar

 

"Di SD Supit Urang 04 ada sekitar 200 orang yang mengungsi. Kami sebenarnya ingin untuk warga yang ada dikawasan berbahaya untuk mengungsi dulu dan jangan buru-buru kembali ke rumah, karena cuacanya sedang tida menentu. Yang kita khawatirkan adalah turunnya banjir bandang dengan material abu vulkanik yang cukup besar dari puncak Semeru," kata Setiawan Purnomo.

Masih kata Setiawan Purnomo, pihak BPBD Lumajang malam ini juga langsung menyiapkan makanan untuk para pengungsi dan kebutuhan lainnya.

"Dapur umum kita siap. Malam ini kita siapkan makanan untuk para pengungsi, juga kebutuhan lainnya," tegas Setiawan Purnomo.

Topik
abu vulkanikGunung SemeruDesa Supit Urang Kecamatan Pronojiwo LumajangBerita Lumajang hari Ini

Berita Lainnya

Berita

Terbaru