Kreatif, Undangan Coblosan Pilkada Kabupaten Malang Mirip Undangan Nikah

Dec 06, 2020 16:46
Contoh brosur undangan yang dicetak KPU Kabupaten Malang. Punya kemiripan dengan undangan nikah. (Foto: Istimewa)
Contoh brosur undangan yang dicetak KPU Kabupaten Malang. Punya kemiripan dengan undangan nikah. (Foto: Istimewa)

MALANGTIMES - Kreasi dilakukan KPU Kabupaten Malang untuk sosialisasi pencoblosan 9 Desember 2020. Inovasi terbaru itu yakni memberikan undangan pencoblosan versi baru yang mirip undangan pernikahan. 

Koordinator Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilihan dan Sumber Daya Manusia KPU Kabupaten Malang Marhaendra Pramudya Mahardika mengatakan, format brosur undangan pencoblosan tersebut sebagai informasi lebih kepada masyarakat Kabupaten Malang. 

"Agar masyarakat menerima informasi terkait protokol kesehatan, lalu siapa saja pasangan calonnya dan juga untuk menarik minat pemilih datang ke TPS (tempat pemungutan suara, red)," ungkapnya, Minggu (6/12/2020). 
 


Brosur undangan yang dikatakan seperti undangan nikah itu merupakan inovasi terbaru dari KPU Kabupaten Malang. Tujuannya mengajak para pemilih agar menyalurkan hak suaranya di Pilkada Kabupaten Malang 2020. 

"Mengundang datang ke TPS. Jika hanya melalui baliho, masyarakat hanya melihat sekilas. Dengan brosur undangan, ini upaya kami menyapa semua pemilih di Kabupaten Malang," kata Dika, sapaan akrabnya. 

Undangan tersebut berisi imbauan terkait protokol kesehatan covid-19 dan tata cara pencoblosan pada Rabu (9/12/2020). Selain itu, terdapat foto masing-masing pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati Malang lengkap dengan nomor urut, visi, dan misinya. 

"Penyampaian undangan  bersamaan dengan penyampaian C-pemberitahuan terkait di TPS mana akan mencoblos yang mulai disebar 30 November sampai 8 Desember 2020," ujarnya. 

Namun, undangan ini tidak diberikan kepada seluruh masyarakat yang terdaftar sebagai DPT (daftar pemilih tetap). Satu undangan untuk setiap KK (kartu keluarga). 
 


Dengan adanya inovasi brosur undangan pencoblosan ini, KPU  berharap masyarakat Kabupaten Malang yang terdaftar di DPT tertarik menyalurkan suaranya dengan pergi ke TPS. Khususnya  bagi yang sedang sehat. 

"Kami harap masyarakat tertarik datang ke TPS. Kami upayakan segala cara demi menyampaikan informasi soal pemilihan 9 Desember mengingat sosialisasi tatap muka terbatas menghadirkan peserta," ungkap Dika. 

Anggaran yang dikeluarkan untuk pencetakan brosur undangan pencoblosan tersebut diambilkan dari anggaran bahan sosialisasi dari KPU Kabupaten Malang. Sekretaris KPU Kabupaten Malang Arief Subagyo mengatakan pencetakan undangan mengeluarkan biaya Rp 156.000.000. 

"Untuk anggarannya, Rp 156 per lembar. Kami cetak satu juta lembar. Jadi, Rp 156.000.000 sudah termasuK PPN 10 persen," bebernya. 

Sementara itu, penyebaran undangan masih belum selesai hingga sampai saat ini. Hal itu disebabkan untuk jadwal terakhir penyebaran brosur undangan bersamaan dengan C-pemberitahuan pencoblosan tersebut pada  8 Desember 2020. 

Topik
Undangan Coblosan Pilkada Kabupaten Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru