Antisipasi Peredaran Narkoba, Paslon SanDi Siapkan 3 Program Unggulan

Dec 05, 2020 19:37
Ilustrasi barang bukti narkotika yang berhasil diamankan jajaran kepolisian Polres Malang (Foto : Dokumen MalangTIMES)
Ilustrasi barang bukti narkotika yang berhasil diamankan jajaran kepolisian Polres Malang (Foto : Dokumen MalangTIMES)

MALANGTIMES - Merujuk pada data yang dihimbun BNN (Badan Narkotika Nasional) pada tahun 2019 lalu, Kabupaten Malang tercatat sebagai salah satu wilayah rawan kasus peredaran narkoba. Terutama di wilayah Kecamatan Lawang, Singosari, Karangploso, Dau, Dampit, dan Sumawe (Sumbermanjing Wetan).

Mendapati fakta tersebut, paslon (pasangan calon) Bupati dan Wakil Bupati Malang Sanusi-Didik Gatoto Subroto (SanDi), mengaku sudah mempersiapkan beragam gagasan untuk memerangi peredaran narkoba di Kabupaten Malang.

Baca Juga : Empat Hari Jelang Pencoblosan, Logistik Belum Distribusikan

Sedikitnya ada 3 Program Unggulan Malang Makmur, yang bakal dilakukan paslon SanDi di dalam memberantas peredaran dan penggunaan narkoba. Dijelaskan Calon Bupati Malang dari pasangan SanDi, Sanusi, salah satu program yang disiapkan adalah aktif melakukan sosialisasi terkait bahaya narkoba.

”Pertama kalau saya terpilih jadi Bupati (Malang), maka saya akan bekerja sama dengan BNN Kabupaten Malang, karena pemberantasan narkoba adalah peran utama BNN. Kerja sama yang sudah terjalin itu, akan kami tindaklanjuti dengan melakukan sosialisasi tentang bahaya narkoba,” ucapnya.

Menurut politisi dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini, sosialisasi yang akan dilakukan pasangan SanDi bersama dengan BNN Kabupaten Malang ini, akan menyasar seluruh tingkatan masyarakat di Kabupaten Malang.

Yakni mulai dari tingkat RT (Rukun Tetangga), RW (Rukun Warga), hingga di tempat-tempat ibadah. ”Dengan aktif melakukan sosialisasi, masyarakat akan paham jika narkoba adalah menjadi musuh bersama. Sehingga dengan demikian seluruh masyarakat turut berperan aktif memerangi narkoba. Karena ini (narkoba) memang akan merugikan kehidupan berbangsa, dan bernegara, termasuk di Kabupaten Malang,” tegasnya.

Selain aktif melakukan sosialisasi, paslon SanDi bersama BNN Kabupaten Malang beserta instansi terkait, juga akan masif melakukan oprasi senyap. “Dengan bekerjasama dengan BNN, saya akan mengoptimalkan untuk menangkal peredaran narkoba dengan mengadakan oprasi senyap. Sehingga peredaran narkoba bisa terdeteksi dan kita bisa menangkalnya lebih cepat,” ungkapnya.

Sekedar informasi, gagasan operasi senyap yang dicanangkan Paslon SanDi ini, lantaran data pengguna dan peredaran narkoba di Malang didominasi dari kalangan remaja.

Seperti yang sudah diberitakan, pada sesi debat publik seri pamungkas, data yang dihimpun BPS (Badan Pusat Statistik) pada tahun 2020, sebagian besar pengguna narkoba di Malang berasal dari kelompok remaja. Yakni dengan rentan usia antara 21 hingga 25 tahun, yang jika ditotal sampai saat ini jumlahnya ada 968 orang.

Baca Juga : Memiliki Hak Sama, Paslon LaDub Siapkan Program untuk Fasilitasi Penyandang Disabilitas

Di sisi lain, mereka yang tercatat dalam kategori remaja tersebut, mayoritas merupakan pendatang dari wilayah luar Malang Raya. Baik itu dari kalangan mahasiswa hingga para pekerja.

Oleh karena alasan itulah, paslon SanDi beranggapan jika operasi senyap dirasa bisa menjadi solusi untuk memberantas peredaran narkoba, yang berasal dari wilayah luar Malang Raya tersebut. ”Dengan demikian, saya akan berdayakan BNN untuk melakukan operasi senyap,” sambungnya.

Guna mendukung peran BNN Kabupaten Malang didalam memberantas peredaran narkoba, Program Unggulan Malang Makmur yang ketiga, terkait pemberantasan narkoba yang sudah dipersiapkan paslon SanDi adalah mendukung fasilitas yang memadai untuk BNN Kabupaten Malang.

”Kami siap memberikan bantuan fasilitas yang dibutuhkan, berupa mobil operasional, peralatan elektronik yang dibutuhkan, atau tempat yang bisa mendeteksi peredaran narkoba. Sehingga nanti BNN Kabupaten Malang tidak akan mendapat kesulitan dalam penyelesaian masalah peredaran narkoba,” tukas sosok petahana yang juga pernah menimba ilmu di pondok pesantren Raudlatul Ulum ini.

Topik
Pilkada Kabupaten MalangPaslon Sandicabup sanusi

Berita Lainnya

Berita

Terbaru