Koordinator Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilihan dan Sumber Daya Manusia KPU Kabupaten Malang, Marhaendra Pramudya Mahardika. (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes)
Koordinator Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilihan dan Sumber Daya Manusia KPU Kabupaten Malang, Marhaendra Pramudya Mahardika. (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes)

MALANGTIMES - Meski hari pencoblosan dalam pemilihan bupati kurang empat hari lagi, tetapi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Malang belum mendistribusikan logistik pemungutan suara.

Koordinator Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilihan dan Sumber Daya Manusia KPU Kabupaten Malang, Marhaendra Pramudya Mahardika mengungkapkan bahwa logistik yang bakal segera didistribusikan yakni surat suara, kotak pemungutan suara dan alat pembantu pencoblosan serta peralatan teknis lainnya.

Baca Juga : Bawaslu Bakal Undang Koordinator Angkutan Umum, Ada Apa?

"Tanggal 6 dan 7 Desember nanti, mekanismenya akan dikirim ke semua kecamatan dan di kumpulkan di gudang PPK (panitia pemilihan kecamatan, red)," ungkapnya saat dikonfirmasi pewarta.

Dalam proses distribusi ke gudang-gudang PPK yang tersebar di 33 kecamatan yang ada di Kabupaten Malang, KPU telah menjalin kerja sama dengan PT. Pos Indonesia.

"Dalam pendistribusian logistik ini, kami melibatkan PT. Pos Indonesia," terangnya.

Pihak KPU Kabupaten Malang juga telah menjalin kerja sama dengan jajaran Polres Malang dan Kodim 0818 Malang-Batu yang akan melakukan pengamanan ketat terhadap proses pengiriman logistik.

Pasalnya, di wilayah Kabupaten Malang tercatat terdapat beberapa titik rawan yang menghambat proses pengiriman logistik. Hal ini dikarenakan letak geografisnya yang harus menyusuri beberapa jalanan terjal.

"Kalau kondisi geografis beragam, saya rasa setiap wilayah ada kemudahan dan kesulitannya sendiri-sendiri. Kalau didistribusi ke kecamatan relatif sama," ujarnya.

Namun untuk proses pengiriman logistik ke masing-masing TPS (Tempat Pemungutan Suara), menurut Dika, kemungkinan ada yang diangkut menggunakan sepeda motor karena akses jalan yang terjal dan sempit, serta tidak memungkinkan jika menggunakan mobil. 

Baca Juga : Alumni Ponpes Al-Maqbul Nyatakan Dukungan pada Paslon LaDub, Percaya Kiprah Bu Nyai

Menurut catatan Polres Malang yang telah memetakan titik TPS yang dikategorikan rawan, terdapat beberapa yang memang jalanan sangat terjal. Seperti contoh di Desa Licin, Kecamatan Ampelgading yang secara kondisi geografis banyak perbukitan terjal dan letaknya yang berbatasan langsung dengan wilayah Kabupaten Lumajang. Selain itu juga ada di wilayah Kecamatan Tirtoyudo dan Kecamatan Kasembon.

Sementara itu, perlengkapan protokol kesehatan Covid-19 yang merupakan SOP (Standard Operational Procedured) yang wajib dikenakan pada saat hari pencoblosan sudah didistribusikan.

"Kalau logistik lain seperti kelengkapan protokol kesehatan sudah didistribusikan, tepatnya sekitar satu minggu yang lalu," pungkasnya.

Sebagai informasi, bahwa pada hari ini Sabtu (5/12/2020) merupakan hari terakhir kampanye yang dilakukan oleh masing-masing pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Malang. Dan mulai besok Minggu (6/12/2020) telah memasuki masa tenang yang artinya sudah tidak diperbolehkan lagi seluruh paslon untuk melakukan serangkaian kegiatan kampanye.