Memiliki Hak Sama, Paslon LaDub Siapkan Program untuk Fasilitasi Penyandang Disabilitas

Dec 05, 2020 06:21
Calon Bupati Malang nomor urut dua yakni Lathifah Shohib saat bersama para pendukungnya. (Foto: Dok. Malang Bangkit) 
Calon Bupati Malang nomor urut dua yakni Lathifah Shohib saat bersama para pendukungnya. (Foto: Dok. Malang Bangkit) 

MALANGTIMES - Memiliki hak yang sama dalam menggunakan fasilitas pelayanan publik dan mendapatkan pekerjaan, pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Malang nomor urut dua yakni Lathifah Shohib-Didik Budi Muljono (LaDub) memiliki program khusus untuk kelompok penyandang disabilitas di Kabupaten Malang.

Terlebih masih dalam suasana Hari Disabilitas Internasional yang jatuh pada tanggal 3 Desember 2020 lalu, Calon Bupati Malang nomor urut dua yakni Lathifah Shohib berkomitmen akan memerhatikan kebutuhan dari kelompok penyandang disabilitas.

Baca Juga : Merapatnya Loyalis Sujud Pribadi ke LaDub, Lathifah: Alhamdulillah Sudah Bersama Kita

Menurut perempuan yang merupakan cucu dari salah satu pendiri Nahdlatul Ulama (NU) yakni KH. Bisri Syansuri ini, terdapat dua hal penting yang memang harus dipenuhi oleh pemerintah daerah. Pertama, fasilitas pelayanan publik khusus dan kedua, keterbukaan kesempatan kerja bagi kelompok penyandang disabilitas.

Terkhusus pada keterbukaan kesempatan kerja, Bu Nyai -sapaan akrab Lathifah Shohib- mengatakan bahwa akan membuka peluang dan kesempatan kerja bagi kelompok penyandang disabilitas, termasuk di dunia pemerintahan.

"Tiap tahun kan ada rekrutmen untuk tenaga non-PNS (Pegawai Negeri Sipil, red). Nantinya kita akan berikan jatah bagi para penyandang disabilitas yang ada di Kabupaten Malang," ungkapnya kepada pewarta, Jumat (4/12/2020).

Perempuan yang pernah menjabat sebagai anggota DPR (Dewan Perwakilan Rakyat) RI selama dua periode ini menjelaskan bahwa orang-orang disabilitas memiliki banyak kelebihan dalam dunia pekerjaan yang tidak dimiliki orang pada umumnya.

Namun, menurutnya selama ini potensi dan peluang itu masih belum dimanfaatkan dengan baik, sehingga mereka cenderung tidak terfasilitasi dalam dunia pekerjaan dengan baik.

"Setiap manusia dalam Undang Undang Dasar 1945 disebutkan memiliki hak yang sama dan kesempatan yang sama. Karena itu Paslon LaDub tidak membedakan antara yang disabilitas dengan non-disabilitas. Kesempatan kerja harus sama," tegasnya.

Sementara itu, untuk fasilitas pelayanan publik bagi kelompok penyandang disabilitas disampaikan oleh Bu Nyai akan terus ditambah jika dirinya bersama Pak Didik diberikan amanah oleh masyarakat untuk memimpin Kabupaten Malang.

Baca Juga : Barisan Pemenangan Kalangan Perempuan: Perolehan Suara SanDi Lebih 50 Persen

Hal itu termasuk pada sarana dan prasarana yang berkaitan langsung dengan pelayanan publik kepada kelompok penyandang disabilitas di Kabupaten Malang.

"Aturan Hukum terkait penyandang disabilitas juga akan kita perkuat. Bantuan dan juga permodalan UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah, red) bagi mereka nantinya akan kami perkuat pula," terangnya.

Perempuan yang memiliki pengalaman menjadi seorang guru selama puluhan tahun ini juga akan menaruh kepedulian lebih terkait pendidikan bagi kelompok penyandang disabilitas.

Paslon LaDub berkomitmen bakal memberikan porsi yang sama bagi kelompok penyandang disabilitas untuk menempuh pendidikan di segala jenjang.

"Nantinya Paslon LaDub juga akan memfasilitasi secara penuh penyandang disabilitas yang ingin menempuh pendidikan di perguruan tinggi. Insya Allah kami sudah programkan secara terperinci dan Paslon LaDub siap mengemban amanah tersebut," tutupnya.

Topik
paslon ladub

Berita Lainnya

Berita

Terbaru