Momen saat para loyalis Sujud Pribadi melepaskan baju dari paslon petahana sebagai ungkapan kekecewaan dan beralihnya dukungan pada Pilkada Kabupaten Malang 2020, Jumat (4/12/2020). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes) 
Momen saat para loyalis Sujud Pribadi melepaskan baju dari paslon petahana sebagai ungkapan kekecewaan dan beralihnya dukungan pada Pilkada Kabupaten Malang 2020, Jumat (4/12/2020). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes) 

MALANGTIMES - Sekitar 45 orang loyalis mantan Bupati Malang dua periode yakni Sujud Pribadi berkumpul di salah satu rumah di Desa Ngasem, Kecamatan Ngajum. Berkumpulnya para loyalis Sujud Pribadi dalam rangka pernyataan sikap terkait beralihnya dukungan, Jumat (4/12/2020). 

Salah satu loyalis Sujud Pribadi, Hari Priyanto mengungkapkan bahwa beralihnya dukungan ini dari pasangan calon (paslon) petahana yang akan sesegera mungkin beralih mendukung paslon yang diusung oleh partai politik (parpol).  

"Kalau saya melihat dari teman-teman itu terlihat akan mendukung paslon yang berangkat dari partai juga. Karena apapun partai itu adalah alat perjuangan. Sehingga kami akan condong untuk mendukung Paslon nomor urut dua (Lathifah Shohib-Didik Budi Muljono, red) yang sama-sama diusung oleh partai," tegasnya saat ditemui awak media usai memberikan pernyataan sikap, Jumat (4/12/2020). 

Para loyalis Sujud Pribadi ini disampaikan Hari bahwa tergabung dalam Relawan Merah Putih yang juga sebelumnya dari pihak Relawan Merah Putih telah berkomitmen dalam Jihad Politik yang diusung oleh Paslon Bupati dan Wakil Bupati Malang nomor urut dua yakni Lathifah Shohib-Didik Budi Muljono (LaDub). 

Hari menyebut pihaknya merupakan kader-kader sekaligus loyalis setia Sujud Pribadi yang selalu mendampingi Sujud Pribadi pada saat terdapat agenda blusukan ke pelosok-pelosok desa di Kabupaten Malang. 

"Kami adalah kader-kader dari Pak Sujud yang selalu mendampingi beliau waktu turun ke desa-desa se-Kabupaten Malang. Jika Pak Sujud mendukung salah satu Paslon, ini semata-mata demi kemajuan Kabupaten Malang," jelasnya. 

Jadi menurutnya, terkait keputusan Sujud Pribadi yang saat ini telah memutuskan untuk mendukung dan berjuang bersama Paslon LaDub dalam Pilkada Kabupaten Malang 2020, bertujuan untuk memilih pemimpin yang amanah. 

"Pak Sujud secara hati nurani tidak bisa membohongi jika dirinya ingin benar-benar mencari orang yang amanah," ucapnya. 

Sebelumnya mereka semua merasa kecewa karena keputusan DPP (Dewan Pengurus Pusat) PDI Perjuangan yang telah mengeluarkan pernyataan sikap pemecatan kepada Sujud Pribadi. 

Hal inilah yang membuat puluhan hingga ratusan loyalis Sujud Pribadi yang tersebar di seluruh wilayah kecamatan di Kabupaten Malang akan sesegera mungkin mengalihkan dukungannya kepada paslon yang diusung oleh partai, yakni Paslon LaDub dalam Pilkada Kabupaten Malang 2020. 

Sementara itu, salah satu loyalis yang juga mantan sopir Sujud Pribadi selama 10 tahun yakni Mujiono mengatakan bahwa pihaknya sangat kecewa atas keputusan dari DPP PDI Perjuangan yang melakukan pemecatan terhadap Sujud Pribadi. 

"Saya melakukan ini karena Pak Sujud dipecat dari PDIP. Jadi saya mengikuti Pak Sujud. Ini adalah ungkapan kekecewaan setelah tahu Pak Sujud dipecat, artinya batin saya tidak terima," tegasnya. 

Mujiono juga menuturkan bahwa Sujud Pribadi merupakan kader terbaik PDI Perjuangan Kabupaten Malang yang dapat memajukan partai dan Kabupaten Malang semasa menjabat. 

"Saya menegaskan jika Pak Sujud adalah kader terbaik (PDIP, red) di Kabupaten Malang. Pak Sujud waktu jadi Bupati adalah (salah satu, red) orang yang membesarkan PDIP," tandasnya.