Paslon LaDub saat menggelar konferensi pers usai menjalani debat publik di Gedung DPRD Kabupaten Malang. (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes) 
Paslon LaDub saat menggelar konferensi pers usai menjalani debat publik di Gedung DPRD Kabupaten Malang. (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes) 

MALANGTIMES - Salah satu lembaga survei yang secara resmi terdaftar di KPU (Komisi Pemilihan Umum) Kabupaten Malang yakni FISIP (Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), telah merilis hasil surveinya Rabu (2/12/2020). 

Dari hasil survei FISIP UMM, disebutkan bahwa tingkat popularitas paslon nomor satu Sanusi-Didik Gatot Subroto (SanDi) sebesar 84,5 persen, paslon nomor dua Lathifah Shohib-Didik Budi Muljono (LaDub) 72,2 persen, dan paslon nomor tiga Heri Cahyono-Gunadi Handoko  (Malang Jejeg) 40 persen. 

Sedangkan untuk tingkat elektabilitas,  SanDi 46,00 persen,  LaDub 29,67 persen, dan  Malang Jejeg 6,33 persen. 

Untuk aspek keterpilihan, SanDi 52,43 persen, LaDub 33,67 persen, dan  Malang Jejeg 10 persen. Sisanya, 5,53 persen, menjawab tidak tahu. 

Persentase swing voters disebutkan dalam hasil rilis FISIP UMM cukup tiinggi. Untuk maasyarakat Kabupaten Malang  rentang usia 26-35 tahun, kemungkinan mengubah pilihannya sebesar 53,5 persen, rentang usia 36-45 tahun 53,6 persen. Sedangkan rentang usia 17-25 tahun 39 persen dan yang telah menetapkan pilihan sebsar 50 persen. 

Menanggapi hasil survei yang dirilis FISIP UMM, Juru Bicara Media Centre Paslon LaDub Anas Muttaqin mengungkapkan bahwa pihaknya tetap optimistis dapat memenangkan kontestasi Pilkada Kabupaten Malang 2020. 

Terlebih lagi, peluang untuk meraih kemenangan didukung oleh potensi swing voters yang cukup besar. Artinya, kondisi di lapangan masih sangat dinamis. 

"Artinya, kalau swing voters tinggi itu, sebenarnya kecenderungannya justru tidak ke petahana. Mereka hanya masih bimbang untuk menjatuhkan pilihan kepada lawan dari petahana. Psikologis preferensi begitu kalau di survei," ungkapnya. 

Maka dari itu, Anas pun sangat optimistis paslon LaDub dapat memenangkan Pilkada Kabupaten Malang 2020. Salah satunya dengan cara memanfaatkan jumlah swing voters yang cukup besar tersebut. 

Anas pun menyebut bahwa  sampai saat ini, dengan waktu kampanye yang hanya kurang satu hari lagi,  seluruh elemen relawan paslon LaDub bergerak untuk bergerilya door to door membantu pemenangan LaDub. 

Menurut Anas, meskipun angka popularitas tinggi, yang paling penting diperhatikan adalah seberapa besar masyarakat menjatuhkan pilihan kepada salah satu paslon.

"Itu popularitas segitu (72,2 persen, red) bagus untuk lawan dari petahana. Yang terpenting sebenarnya bukan di popularitas. Tapi dari popularitas itu, seberapa besar nanti yang memilih paslon kami (LaDub, red)," ujarnya. 

Jadi, orang yang diketahui maupun dikenal belum tentu disukai ataupun dipilih oleh masyarakat Kabupaten Malang. Hal itulah yang terus diperhatikan oleh tim pemenangan paslon LaDub. 

"Kalau Bu Lathifah kami lihat di survei internal, orang dikenal serta kecenderungan disuka dan dipilih itu besar. Makanya kami optimistis. Intinya hasil survei itu semakin memberikan semangat bagi kami untuk memenangkan paslon kami," pungkasnya.