Menteri KKP Edhy Prabowo (Foto:  BBC.com)
Menteri KKP Edhy Prabowo (Foto: BBC.com)

MALANGTIMES - Kasus suap ekspor benih lobster Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo hingga kini masih berjalan. Edhy juga kembali menjalani pemeriksaan di gedung KPK pada Kamis (3/12/2020).  

Dalam pemeriksaan itu,  Edhy mendapatkan beberapa pertanyaan terkait barang bukti yang telah diamankan KPK.  Diketahui, KPK sempat menyita barang-barang mewah yang diduga hasil suap dari ekspor benih lobster tersebut.  

Baca Juga : Dua Penjambret Uang Rp 180 Juta Dilumpuhkan Polisi

Dalam pemeriksaan tersebut, Edhy mengatakan  barang-barang mewah yang dibeli saat kunjungan kerjanya di Honolulu, AS, dikonfrontasi saat pemeriksaan oleh KPK. Barang-barang mewah tersebut seperti tas Hermes, baju hingga sepeda.  

"Saya dikonfrontasi dengan bukti-bukti. Saya sudah akui semuanya yang barang-barang saya beli di Amerika itu kayak apa baju. Ya semuanya," kata Edhy.

Dalam pemeriksaan tersebut, Edhy diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Direktur PT Dua Putra Perkasa (DPP) Suharjito (SJT) dalam penyidikan kasus suap terkait perizinan tambak, usaha, dan/atau pengelolaan perikanan atau komoditas perairan sejenis lainnya tahun 2020.

Edhy juga menanggapi soal delapan unit sepeda mewah yang turut diamankan KPK dari penggeledahan di rumah dinas di kompleks Widya Chandra.  Ia mengaku delapan sepeda itu tidak ada hubungan dengan dirinya.  

Namun, Edhy tak menjelaskan secara detail apakah sepeda itu tidak terkait dengan kasusnya atau bukan miliknya.  "Saya beli sepeda kan waktu di Amerika. Ya maksud Anda kan sepeda yang di rumah saya itu? Kalau itu tanya sama penyidik, tidak ada hubungannya dengan saya itu," ujar Edhy.

Baca Juga : Gelapkan 13 Motor, Kepala Cabang Dealer Motor Honda di Soehat Ditangkap Polisi

Diketahui, Edhy ditangkap KPK pada Rabu (25/11/2020) di Bandara Soekarno-Hatta setelah tiba dari Amerika Serikat.