Ketua PWNU Jatim KH Marzuki Mustamar (tengah). (Foto : Dokumen MalangTIMES)
Ketua PWNU Jatim KH Marzuki Mustamar (tengah). (Foto : Dokumen MalangTIMES)

MALANGTIMES - Ketua PWNU (Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama) Jawa Timur (Jatim) KH Marzuki Mustamar mengaku ada dua  kandidat kepala daerah di pilkada (Pemilihan Kepala Daerah) Kabupaten Malang yang sering sowan (berkunjung) kepada dirinya.

Kedua kandidat yang dimaksud tersebut adalah paslon (pasangan calon) nupati dan wakil bupati Malang nomor urut satu Sanusi-Didik Gatot Subroto (SanDi) dan pasangan nomor urut dua Lathifah Shohib-Didik Budi Muljono (LaDub).

Baca Juga : SanDi Perjuangkan Kebutuhan Dasar 1 Juta DPT dari Kalangan Perempuan di Kabupaten Malang

”Yang biasa kebsini Pak Sanusi sama Bu Lathifah,” ungkap KH Marzuki Mustamar kepada awak media usai menerima kujungan pasangan SanDi, Kamis (3/12/2020).

Menurut  Marzuki, intensitas Sanusi atau yang akrab disapa Abah Sanusi untuk sowan kepadanya, lantaran yang bersangkutan memang kader NU. Demikian pula sosok Lathifah yang juga merupakan kader NU.

”Bu Lathifah karena dia memang kader NU, cucunya pendiri NU. Ya tidak mungkin kalau tidak koordinasi dengan saya selaku ketua PWNU. Jadi, mesti (koordinasi, red),” ungkapnya.

Meski mengaku kedua kandidat dalam Pilkada Kabupaten Malang tersebut sering sowan kepada dirinya, Marzuki menegaskan  pihaknya tetap netral dalam menyikapi musim politik seperti saat ini.

”Kiai mesti tahu yang didukung siapa, yang cocok dengan visi dan misinya NU. Semua kiai tahu soal itu. Hanya, kiai juga harus realistis. Dalam arti kita tidak tahu siapa yang akan menang dan siapa yang kalah,” ungkapnya.

Meski tidak menutup kemungkinan ada beberapa kiai yang condong kepada salah satu paslon, Marzuki menegaskan  para kiai, khususnya kader NU, tetap bisa menjaga hubungan baik antara satu paslon dengan paslon lainnya.

”Sekalipun kiai punya pilihan dan itu menjadi rahasia, namun kiai ingin tetap menjaga hubungan antara satu dengan yang lainnya. Makanya kiai yang menyadari sepertu itu, mau punya dukungan kayak apa pun kepada satu pilihan, dia tidak akan terlalu keras, tidak akan terlalu kaku, atau bahkan sampai mengolok-olok yang lain. Karena toh siapa tahu ternyata yang jadi yang lain (bukan yang didukung, red),” tuturnya.

Baca Juga : Awali Debat Pamungkas, Paslon SanDi Panjatkan Doa Demi Kesembuhan KH Said Aqil Sirajd

Marzuki menyampaikan, jika ada kiai yang se-visi dan misi dengan salah satu paslon namun tidak menang, para kiai tetap harus mendukung siapa pun nanti yang terpilih untuk memimpin Kabupaten Malang.

”Antisipais barangkali yang kebetulan se-visi dan misi dengan kiai itu tidak jadi atau kalah, lalu yang menang yang lain. Bagaimana diupayakan agar siapa pun yang menang itu tetap baik agamanya, aman untuk NKRI-nya, dan makmur untuk rakyatnya. Jangan sampai ketika yang dipilih kiai itu kalah, terus habis-habisan, hancur-hancuran akidahnya, agamanya, negaranya, ideologi berbangsa dan bernegara. Jangan sampai,” imbaunya.

Menurut Marzuki, sikap yang diambil para kiai saat menghadapi pesta demokrasi semacam inilah yang membuat jalannya pilkada di Kabupaten Malang tetap akan berjalan aman, lancar, dan damai. ”Sehingga dengan begitu, punya pilihan seperti apa pun kiai dan ternyata realitas yang menang misalnya orang lain, maka NKRI-nya tetap aman,” tukasnya.