Calon bupati Malang dari pasangan SanDi nomor urut satu, Sanusi (Foto : Istimewa)
Calon bupati Malang dari pasangan SanDi nomor urut satu, Sanusi (Foto : Istimewa)

MALANGTIMES - Seluruh lapisan masyarakat dipastikan bisa terlibat langsung untuk meminimalisasi terjadinya tindakan pungli (pungutan liar), di Kabupaten Malang. Namun, tindakan tersebut bisa terealisasi jika paslon (pasangan calon) bupati dan wakil bupati Malang Sanusi-Didik Gatot Subroto (SanDi) yang terpilih memimpin Kabupaten Malang.

Kepada awak media, calon bupati Malang dari kandidat nomor urut 1 Sanusi, mengaku keterlibatan seluruh lapisan masyarakat di Kabupaten Malang didalam memberantas tindakan pungli itu, terjadi lantaran dirinya memastikan akan stand by selama 24 jam terhadap laporan pungli yang disampaikan kepada dirinya.

Baca Juga : Erupsi Gunung Semeru Menurun, Bupati Lumajang Minta Warga Waspada

”Kalau ada (indikasi pungli), segera lapor bupati. HP (handphone) saya 24 jam terbuka terhadap seluruh pengaduan,” tegasnya.

Menurut politisi yang akrab disapa Abah Sanusi ini, tindakan merakyat dan transparan tersebut sudah dia terapkan sejak awal menjabat sebagai “pelayan” masyarakat. Yakni mulai dari mengemban amanah sebagai wakil ketua DPRD Kabupaten Malang, maupun saat menjabat sebagai wakil bupati dan dilantik sebagai bupati Malang pada 2019 silam. 

”Setiap pengaduan (indikasi pungli) pasti saya tindak lanjuti,” timpal politisi dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini.

”Sehingga nanti pungli dan lain sebagainya itu sudah tidak ada lagi. Saya jamin ke depan, jika dari pasangan SanDi yang terpilih, tidak akan ada lagi pemungutan atau pemotongan gaji, pemotongan bantuan Itu  tidak akan ada lagi,” tegas santri yang juga pernah menimba ilmu di Pondok Pesantren Raudlatul Ulum ini.

Selain stand by HP, Abah Sanusi juga akan melakukan sederet upaya pencegahan. Salah satunya dengan cara bersinergi dengan institusi terkait. Misalnya penegak hukum dan lain sebagainya untuk aktif melakukan sosialisasi, sekaligus menindak semua yang terbukti telah melakukan tindakan pungli.

Dari segi pemerintahan, Abah Sanusi juga akan melakukan pencegahan dengan cara membenahi tatanan birokrasi, yang dapat menimbulkan adanya celah untuk melakukan pungli. ”Fokus utama yang akan kami lakukan untuk mencegah pungli adalah dengan melakukan penataan birokrasi,” ungkapnya.

Baca Juga : Wahyu Tirto Asih, Pagelaran Wayang Kulit di Museum Singhasari Jadi Puncak HUT Kabupaten Malang

Tidak berhenti pada tatanan birokrasi saja. Abah Sanusi mengaku juga bakal membenahi mental dan karakter ASN (aparatur sipil negara) yang ada di lingkungan Pemkab Malang, agar tidak melakukan tindakan yang dapat merugikan masyarakat.

”Nanti para ASN di Kabupaten Malang mentalnya kita bina, supaya mental pengabdian terhadap negara, terhadap masyarakat, dan Pemkab Malang ini benar-benar terpatri. Sehinga mereka kerjanya yang utama adalah berhasil melakukan tugasnya untuk mengabdi kepada masyarakat,” tukasnya.