Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko (kanan) saat menerima alokasi anggaran secara simbolis dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (Humas Pemkot Malang)
Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko (kanan) saat menerima alokasi anggaran secara simbolis dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (Humas Pemkot Malang)

MALANGTIMES - Pemerintah Kota Malang kembali menerima alokasi anggaran dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Untuk anggaran 2021, Pemerintah Kota Malang akan menerima anggaran lebih dari Rp 7 Miliar.

Penyerahan alokasi anggaran tersebut dilakukan langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan diterima oleh Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko. Anggaran yang diserahkan tersebut berupa Alokasi Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) sebesar Rp 6.085.612.284.000,- dan Buku Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) Tahun 2021 sebesar Rp 1.198.105.546.000,-.

Baca Juga : Kemenparkraf Lewat Disporapar Kota Malang Percepat Pemulihan Ekonomi Sektor Pariwisata

Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko menyampaikan, penyerahan DIPA yang dilaksanakan lebih awal merupakan cerminan dari keinginan bersama agar proses pelaksanaan pembangunan dan pencairan anggaran dapat berlangsung lebih tepat waktu yaitu awal Januari 2021.

"Hal ini diharapkan akan memberikan dampak yang lebih besar terhadap kegiatan perekonomian kita," katanya.

Sehingga, lanjutnya, masyarakat akan dapat segera menikmati hasil pembangunan secara lebih cepat. Kemudian pembangunan bisa berjalan lebih baik, pelayanan kepada masyarakat pun bisa berjalan lebih baik pula. Kemudian manfaat dari dana pemerintah (APBN dan APBD) segera dapat dirasakan oleh masyarakat.

Pria yang akrab disapa Bung Edi itu berharap, agar penggunaan anggaran dapat dimanfaatkan secara maksimal. Anggaran tersebut kemudian bisa diakses melalui program-program pembangunan yang direncanakan. Baik untuk pembangunan infrastruktur, ketahanan pangan dan energi, transportasi publik, program perlindungan sosial seperti bantuan operasional sekolah, bantuan siswa miskin, program keluarga harapan, kredit usaha rakyat, dan sistem jaminan sosial nasional bidang kesehatan.

"Terlebih, saat ini kita sedang berada di masa pandemi Covid-19. Maka saya berharap dana yang ada dapat digunakan semaksimal mungkin utamanya dalam rangka pemulihan kesehatan dan perekonomian di Kota Malang," tambahnya.

Baca Juga : 2021, Target Retribusi Kota Malang Diproyeksikan Turun, Sesuaikan Kondisi Covid-19

Pada kesempatan tersebut, Bung Edi juga mengimbau agar seluruh elemen masyarakat terus meningkatkan kapasitas fiskal daerah. Kemudian mengurangi kesenjangan fiskal antara pusat dan daerah dan antar daerah. Selain itu juga meningkatkan kualitas pelayanan publik di daerah dan mengurangi kesenjangan pelayanan publik antar daerah.

"Serta meningkatkan pembangunan di daerah tertinggal, terluar, dan terdepan," pungkas Bung Edi.