Ruang Isolasi Pasien Covid-19 Penuh, RSSA Malang Rencana Tambah Bed

Nov 30, 2020 11:27
Ilustrasi (Istimewa).
Ilustrasi (Istimewa).

MALANGTIMES - Sejumlah rumah sakit rujukan covid-19 di Kota Malang penuh. Salah satunya adalah RSSA Malang yang sejak beberapa hari terakhir ini menerima pasien terindikasi Covid-19 dalam jumlah yang cukup banyak.

Lantaran penuhnya kamar isolasi, rumah sakit rujukan se-Jawa Timur itu berencana menambah bed untuk menangani pasien yang terindikasi Covid-19. 

Baca Juga : PSBL Desa Tlekung, Siapkan Kebutuhan Makan 1.670 Warga 

 

Kasubbag Humas RSSA Malang, Donny Iryan menyampaikan, penambahan itu rencananya akan memanfaatkan ruangan bekas Hemodialisa atau cuci darah. Selain itu juga akan memanfaatkan beberapa ruangan lainnya.

"Jika bisa itu akan menampung sekitar 10 bed. Tapi saat ini masih belum dieksekusi dan akan dikoordinasikan terlebih dulu," katanya.

Donny menjelaskan, penambahan ruangan dan bed untuk penanganan pasien Covid-19 tersebut harus dibahas secara internal dengan jajaran manajemen RSSA Malang. Selain itu, juga harus menyesuaikan dengan jumlah ruangan yang tersedia.

"Tambah bed isolasi itu mungkin, tapi masih akan dikoordinasikan lagi," jelasnya.

Sementara itu, lantaran jumlah pasien terindikasi Covid-19 terus dirujuk ke RSSA, maka untuk sementara pasien tersebut dirawat di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Selanjutnya, pasien akan dipindahkan ke ruang isolasi ketika kamar telah kosong.

Untuk mengantisipasi adanya lonjakan pasien Covid-19 yang akan dirujuk ke RSSA Kota Malang, pihak rumah sakit sudah melakukan modifikasi dengan menambah kapasitas jumlah bed di IGD. Dari yang normalnya 20 bed, saat ini sudah dimodifikasi sampai dengan 30 bed.

"Kalau di RSSA sendiri memang saat ini (data per Senin (30-11-2020) pukul 07.00 WIB) kondisi ruang isolasi sedang penuh. Cuman di Instalasi Gawat Darurat (IGD) kami masih bisa terima pasien yang darurat (dengan gejala berat)," terangnya.

Baca Juga : Pemilih Punya Penyakit Komorbid, Kadinkes Sarankan untuk Tidak Datang ke TPS 

 

Sebagai informasi, RSSA Malang memiliki sekitar 83 bed isolasi pasien Covid-19. Saat ini, bed tersebut penuh dan RSSA Malang tetap menerima pasien yang dirujuk dengan memanfaatkan IGD. Selama beberapa hari terakhir, jumlah pasien terindikasi Covid-19 yang dirujuk ke RSSA Malang mengalami lonjakan.

Terpisah, Kabag Humas Pemerintah Kota (Pemkot) Malang, Nur Widianto menyampaikan, jumlah bed yang penuh di RSSA Malang salah satunya lantaran menerima pasien rujukan dari luar Kota Malang. Karena RSSA Malang sendiri menjadi tempat rujukan se-Jawa Timur.

"Memang kapan hari ini RSSA Kota Malang menerima pasien luar Kota Malang. Maka beban kapasitas bed isolasi menjadi berat," terangnya.

Sementara itu, seperti diberitakan sebelumnya, kapasitas bed yang penuh juga terjadi di beberapa rumah sakit rujukan covid-19 di Kota Malang. Di antaranya seperti RS Muhammadiyah Malang dan RS Lavalette.

Topik
Berita Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru