6 Bulan Pandemi Covid-19, Sampah Medis Kota Batu Capai 18,4 Ton

Nov 29, 2020 08:40
Beberapa petugas saat memilah sampah di TPA Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
Beberapa petugas saat memilah sampah di TPA Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Penerapan protokol kesehatan dengan menerapkan 3M (menjaga jarak, memakai masker, dan mencuci tangan) agar terhindari dari Covid-19. Tapi, satu sisi penggunaan masker dan hand sanitizer juga menimbulkan persoalan lainnya, yakni sampah medis. 

Setiap harinya, khusus sampah tersebut terdapat kurang lebih 100 kilogram (kg) dibuang di tempat pembuangan akhir (TPA) Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo.

Baca Juga : Vaksinasi Covid-19 Rencana Maret 2021, Dinkes Kota Batu Pastikan Tak Ada Penundaan

100 kg sampah medis itu terdiri dari masker, tempat hand sanitizer, dan face shield. 3 jenis sampah tersebut yang banyal dijumpai di TPA Tlekung setiap harinya selama masa pandemi Covid-19. 

Sejak bulan April sampai September, tercatat sampah medis itu terkumpul sejumlah 18,4 ton. 

“Setiap harinya untuk sampah medis kurang lebih terkumpul 100 kilogram. Yang kemudian sampah medis dipilah dan dipisahkan,” ungkap Kasi Pengolahan Sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu, Bambang Harnowo.

Setiap harinya ada 12 armada yang khusus membawa sampah medis tersebut ke rumah sakit dan desa/kelurahan di Kota Batu. Kemudian 12 armada itu langsung mengirimnya ke TPA Tlekung.

“Setelah terkumpul, setiap tiga hari sekali sampah yang telah dipilah dan dikumpulkan itu dikirim ke Kabupaten Mojokerto. Di sanalah sampah medis dimusnahkan,” tambahnya. 

Terpisah, Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Batu Yuni Astuti, menambahkan, peningkatan jumlah sampah medis itu diberi tingkat kesadaran masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan. Karena masyarakat ikut untuk menekan penyebaran jumlah Covid-19 khususnya di Kota Batu. 

Baca Juga : Bukan Masyarakat Umum, Ini Syarat Pendonor Plasma Konvalesen untuk Pengobatan Covid-19

“Pandemi Covid-19 belum mereda, kemudian aktivitas mulai kembali pulih. Bagi masyarakat perlindungan dari virus ini perlu ditingkatkan, sehingga 3M ini dilakukan,” terangnya. 

Ia menambahkan, untuk sampah medis itu dipilah menjadi beberapa kantong, misalnya untuk safety box di dalamnya berisikan sampah tajam medis. Seperti jarum suntik, infus, dan sebagainya. Kemudian, ada kantong berwarna kuning berisi sarung tangan atau lateks, dan masker. Lalu kantong berwarna hitam berisikan bungkus makanan ataupun plastik yang tidak berkaitan dengan cairan tubuh pasien. 

“Sebelum masuk di kantong-kantong tersebut, kamu telah memberikan sosialisasi supaya sampah medis ini dibuang dalam kondisi dirusak supaya tidak dapat digunakan lagi,” terangnya.

 

Topik
sampah medissampah medis kota batutpa tlekung batuberita kota batu

Berita Lainnya

Berita

Terbaru