Lembaga Survei TerUKUR Merilis Hasil Survei, Paslon SanDi Berpotensi Menang Pilkada 2020

Nov 28, 2020 19:13
Hasil data survei yang dilakukan oleh Lembaga Survei TerUKUR (Foto: Istimewa) 
Hasil data survei yang dilakukan oleh Lembaga Survei TerUKUR (Foto: Istimewa) 

MALANGTIMES - Lembaga Survei TerUKUR baru-baru ini merilis hasil surveinya terkait tingkat elektabilitas masing-masing pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Malang dalam persiapan menghadapai tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Malang 2020. 

Berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh Lembaga Survei TerUKUR selama rentan waktu tanggal 6 hingga 11 November 2020, paslon nomor urut satu yakni Sanusi-Didik Gatot Subroto (SanDi) lebih unggul dari pada paslon lainnya. 

Direktur Lembaga Survei TerUKUR, Hasan Ubaidillah mengungkapkan bahwa keunggulan tersebut berdasarkan hasil survei yang telah dilakukan. Perolehan tingkat elektabilitas untuk paslon SanDi sebesar 54,4 persen. 

Untuk paslon nomor urut dua yakni Lathifah Shohib-Didik Budi Muljono mendapatkan tingkat elektabilitas sebesar 30,3 persen. Sementara untuk paslon nomor urut tiga yakni Heri Cahyono-Gunadi Handoko mendapatkan tingkat elektabilitas sebesar 7,6 persen. 

"Melihat hasil ini maka Pilkada Kabupaten Malang 2020 yang akan digelar pada tanggal 9 Desember mendatang, pasangan Sanusi-Didik Gatot Subroto (SanDi) yang berpotensi menang dalam kontestasi tersebut," ungkapnya kepada pewarta, Sabtu (28/11/2020). 

Hasan menjelaskan bahwa data survei tersebut dilakukan secara teknik wawancara tatap muka secara langsung dengan 800 responden yang tersebar secara merata dan proporsional di seluruh wilayah kecamatan yang ada di Kabupaten Malang. 

"Metodenya dengan multistage random sampling dengan margin of error kurang lebih 3,4 persen dengan derajat kepercayaan 95 persen," jelas pria yang merupakan akademisi sekaligus Dosen di FISIP (Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik) Universitas Brawijaya ini. 

Secara khusus, Hasan juga menjelaskan terkait massa NU (Nahdlatul Ulama) atau warga Nahdliyyin yang dikatakan terpecah menjadi tiga basis dukungan ke masing-masing paslon di Pilkada Kabupaten Malang 2020. 



"Dukungan terbanyak mengalir kepada Pasangan SanDi sebanyak 52,5 persen. Sementara massa NU yang memilih pasangan Lathifah Shohib-Didik Budi Muljono 34,4 persen, sedangkan pasangan Heri Cahyono-Gunadi Handoko 7,0 persen dan tidak menjawab sebanyak 6,0 persen," paparnya. 

Sementara itu, Ketua Tim Kampanye Malang Makmur yang merupakan koalisi pengusung paslon SanDi, Darmadi menanggapi hasil survei dari Lembaga Survei TerUKUR ini yang menunjukkan keunggulan paslon SanDi merupakan hasil dari kerja keras seluruh elemen tim pendukung. 

Mulai dari koalisi partai pengusung yang berjumlah enam partai yakni PDI Perjuangan, Partai Golkar, Partai NasDem, Partai Gerindra, PPP dan Partai Demokrat. 

Selain itu juga para aktivis dan tokoh ormas (organisasi kemasyarakatan) yang telah merasakan atas imbas kepemimpinan Sanusi saat menjadi Bupati Malang dan ketika Didik Gatot Subroto menjabat sebagai Ketua DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) Kabupaten Malang. 

"Kami sampaikan terimakasih kepada semua komponen, baik partai pengusung, tokoh ormas dan seluruh lapisan masyarakat pendukung SanDi," ucapnya. 

Selanjutnya, disampaikan Darmadi bahwa menjadi tugas bersama oleh seluruh komponen dan basis suara pendukung untuk bersama-sama mengawal dan mengamankan basis suara hingga pada pelaksanaan pencoblosan pada tanggal 9 Desember 2020. 

"Selanjutnya, menjadi tugas kita bersama untuk mengawal dan mengamankan selisih keunggulan ini sampai dengan tanggal 9 Desember 2020 dan Penghitungan Suara Tingkat Kabupaten," pungkasnya.

Topik
Pilkada Kabupaten MalangBapaslon SanDi

Berita Lainnya

Berita

Terbaru