Polres Malang Sebut 14 TPS Rawan Alami Keterlambatan Pengiriman Logistik

Nov 27, 2020 20:30
Suasana TPS saat simulasi pam Pilkada Kabupaten Malang 2020. (Hendra Saputra)
Suasana TPS saat simulasi pam Pilkada Kabupaten Malang 2020. (Hendra Saputra)

MALANGTIMES - Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Malang 2020 sebentar lagi akan segera terlaksana. Polres Malang berhasil memetakan 14 titik tempat pemungutan suara (TPS) yang rawan mengalami keterlambatan pengiriman logistik.

Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar mengatakan ada 14 TPS yang berpotensi rawan untuk mengalami keterlambatan pengiriman logistik di TPS.

Baca Juga : Surat Suara Telah Tiba, KPU Kabupaten Malang Mulai Lakukan Pelipatan dan Penyortiran

Logistik tersebut terdiri dari surat suara, kotak surat suara, alat pelindung diri (APD), dan sejumlah kelengkapan petugas kelompok panitia pemungutan suara (KPPS) seperti masker, face shield dan  sarung tangan.

"TPS itu rawan karena faktor geografis. Karena jalur menuju TPS yang susah dilalui kendaraan. Dan sudah kami petakan ada di Kecamatan Ampelgading dekat dengan Pantai Licin. Kan susah itu. Ada juga yang Kecamatan Tirtoyudo dan kalau di barat itu Kecamatan Kasembon," ungkap Hendri.

Untuk menghindari keterlambatan itu, Hendri mengaku akan melakukan pengiriman logistik lebih awal daripada TPS lainnya. Namun, hal itu juga harus melalui penjagaan ketat untuk menghindari kecurangan pada pemungutan suara.

"Jika TPS lainnya itu malam satu hari sebelum 9 Desember, nanti di TPS yang rawan (secara geografis) itu akan kami dahulukan H-2 sebelum pencoblosan. Dan nanti akan dikawal oleh personel babinsa dan bhabinkamtibmas setempat," ujarnya.

Baca Juga : Antisipasi Masalah Pilkada, Polres Malang Dapat Tambahan 300 Personel

Sebagai informasi, sementara ini yang tercatat sekitar 5.300 TPS. Setiap TPS nantinya akan dibatasi tidak lebih dari 500 daftar pemilih tetap (DPT).

 

Topik
Pemilihan Kepala DaerahPilkada Kabupaten Malangtempat pemungutan suaraKapolres Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru