Kampus Universitas Brawijaya (UB) Malang. (Foto istimewa)
Kampus Universitas Brawijaya (UB) Malang. (Foto istimewa)

MALANGTIMES - Dua perguruan tinggi negeri (PTN) di kota Malang masuk dalam deretan sembilan PTN yang menerima Anugerah Keterbukaan Informasi Publik 2020 sebagai Badan Publik (BP) Informatif. Dua perguruan tinggi tersebut adalah Universitas Brawijaya (UB) dan Universitas Negeri Malang (UM).

UB berada di peringkat kedua dengan perolehan nilai 95,53. Ketua Pusat Informasi Dokumentasi dan Keluhan (PIDK) UB Zulfaidah Penata Gama SSi MSi PhD mengatakan, tidak mudah mempertahankan kategori informatif ini karena ada beberapa perguruan tinggi yang masuk kategori menuju informatif padahal di tahun sebelumnya berada pada kategori informatif.

Baca Juga : Raih Prestasi Nasional, Mayunita Nurlaila dari Kota Batu Sabet Kepala TK Inovatif dan Inspiratif

Dia menambahkan, sebelum anugerah diberikan, Komisi Informasi (KI) Pusat melakukan monitoring dan evaluasi (monev) keterbukaan informasi publik kepada badan publik kementerian, lembaga negara dan lembaga pemerintah non,-kementerian, lembaga non-struktural, pemerintah provinsi, badan usaha milik negara, perguruan tinggi negeri, dan partai politik.

Salah satu indikator penting yang menjadi tolak ukur penilaian monev 2020 ini adalah inovasi yang dilakukan badan publik di masa pandemi covid-19.

“UB sendiri selama masa pandemi justru sangat produktif dan tidak mati. Beberapa inovasi yang dihasilkan seperti aplikasi android kampus tangguh dan kampung tangguh serta robot sterilisasi APPATE,” kata Ida.

Ida mengatakan, Keterbukaan Informasi tidak hanya menyangkut tentang masalah keuangan namun juga semua hal yang berkaitan dengan UB termasuk prestasi-prestasi yang telah diraih.

Rektor UB Prof Dr Ir Nuhfil Hanani AR MS menyambut baik anugerah KIP yang diterima UB. “Saya berharap ke depan harus lebih baik lagi dan ada inovasi-inovasi yang bisa dikembangkan untuk mengelola semua keterbukaan informasi yang ada di UB,” katanya.

Sementara itu, UM pada tahun ini meraih peringkat 4 dengan perolehan total nilai 93,00. UM berada di bawah UGM yang berada di peringkat pertama, UB yang berada di peringkat kedua, dan Unpad  yang berada di peringkat ketiga. Ini merupakan sebuah peningkatan, karena tahun sebelumnya UM hanya mampu masuk ke kategori menuju informatif.

“Alhamdulillah UM berhasil meraih penghargaan sebagai badan publik dengan kategori Informatif.  Kategori ini merupakan penilaian tertinggi dari Komisi Informasi Pusat. Hasil ini diraih tidak lepas dari kerja sama seluruh warga UM. Kita berharap apa yang kita raih hari ini dapat menjadi penyemangat dan dorongan untuk bisa mengelola informasi lebih baik lagi kedepannya,” ucap Rektor UM Prof Dr AH Rofi’uddin MPd.

Bersama dengan UB dan UM, perguruan tinggi yang mendapatkan predikat sebagai BP Informatif antara lain Universitas Gadjah Mada, Universitas Padjadjaran, Institut Pertanian Bogor, Universitas Lampung, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Universitas Udayana, dan Universitas Indonesia.

Baca Juga : Sikap SMA-SMK di Kota Malang Antisipasi Pelajar Ikut Demo UU Cipta Kerja

Sementara itu, PTN yang masuk dalam kategori menuju informatif yaitu Universitas Negeri Padang, Institut Teknologi Sumatera, Universitas Sriwijaya, ISBI Bandung, Universitas Jenderal Soedirman, Universitas Bengkulu, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Institut Teknologi Bandung, dan ISI Denpasar.

Berkaitan dengan hal tersebut, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Nizam menyampaikan ucapan selamat dan apresiasinya kepada PTN yang telah mengimplementasikan keterbukaan informasi publik dan dinilai memenuhi kualifikasi informatif.

Meskipun dipenuhi dinamika pandemi covid-19, PTN-PTN tersebut tetap menunjukkan kerja keras dan komitmennya dalam memberikan informasi publik dengan cepat dan mudah.

“Selamat kepada seluruh PTN yang menerima Anugerah Keterbukaan Informasi Publik tahun 2020 ini, baik untuk kategori Informatif maupun Menuju Informatif. Apresiasi yang setinggi-tingginya atas kepatuhan PTN dalam melaksanakan keterbukaan informasi publik. Semoga kian mendorong terwujudnya good governance atau tata kelola pemerintahan yang baik,” ucap Nizam.