Mengaku Banyak Didatangi Paslon saat Pilkada, Pengasuh PPAI Darun Najah Pilih Dukung SanDi

Nov 27, 2020 19:55
Calon bupati Malang dari pasangan SanDi nomor urut 1, Sanusi (kanan) saat bersilaturahmi ke kediaman pengasuh Ponpes PPAI Darun Najah KH Achmad Muchtar Ghozali. (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)
Calon bupati Malang dari pasangan SanDi nomor urut 1, Sanusi (kanan) saat bersilaturahmi ke kediaman pengasuh Ponpes PPAI Darun Najah KH Achmad Muchtar Ghozali. (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)

MALANGTIMES - Tidak bisa dipungkiri, menjelang pilkada (pemilihan kepala daerah), para paslon (pasangan calon) kepala daerah banyak yang sowan (berkunjung) ke para tokoh agama. Tujuannya untuk meminta doa restu.

Hal itu juga dirasakan oleh pengasuh Ponpes (Pondok Pesantren) Pendidikan dan Perguruan Agama Islam (PPAI) Darun Najah KH Achmad Muchtar Ghozali saat ditemui media online ini di kediamannya di Desa Ngijo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang Jumat (27/11/2020).

Baca Juga : Vokal ke Pemerintah, Pengurus MUI Lama Din Syamsuddin hingga Tengku Zulkarnain Tergeser

 

”Saya didatangi beberapa calon bupati (Malang) karena saya ini selaku pengasuh ponpes sekaligus dijadikan tokoh diKarangploso.a Ya semua saya doakan. Semoga kalau jadi bupati bisa menjadi pemimpin yang adil, bisa memikirkan rakyat, sekaligus memperhatikan keberadaan ponpes,” ungkapnya.

Namun, jika diminta untuk memilih secara pribadi, KH Achmad Muchtar Ghozali mengaku lebih condong untuk menjatuhkan pilihan kepada paslon nomor urut 1. Yakni pasangan SanDi (Sanusi-Didik Gatot Subroto).

Alasannya, karena calon bupati Malang Sanusi, yang saat ini mengambil cuti sebagai bupati Malang lantaran tuntutan kampanye ini, dianggap memiliki komitmen kuat untuk memajukan pendidikan keagamaan. Khususnya di lingkungan pondok pesantren.

”Bapak Sanusi ini komitmen membantu ponpes. Saya sangat mengharapkan Pak Sanusi bisa kembali jadi bupati Malang,” ungkapnya.

Menurut dia, keberadaan pondok pesantren sejak dahulu sudah menjadi sumber ilmu agama islam. Oleh karenanya, pihaknya membutuhkan sosok pemimpin di Kabupaten Malang yang memiliki komitmen kuat didalam memakmurkan keberadaan pondok pesantren.

”Sebelum adanya pendidikan di Indonesia, pendidikan paling tua itu pondok pesantren. Makanya keberadaan pondok ini harus diutamakan,” ucapnya.

Disingung soal dukungan pemda (pemerintah daerah) terkait keberadaan ponpes di Kabupaten Malang, KH Achmad Muchtar Ghozali mengaku selama ini pemerintah sudah banyak memperhatikan keberadaan para santri dan pengasuh pondok pesantren. Terutama saat Abah Sanusi (sapaan Sanusi) menjabat sebagai bupati Malang sejak 2019 silam.

Baca Juga : Dukungan Bertambah, Relawan Nelayan Bangkit Komitmen Menangkan Paslon LaDub

 

”Selama ini, saya merasa dibantu. Segala kebutuhan dan sesuatu permasalahan maupun kesulitan, ketika saya minta tolong ke pemerintah, selalu diperhatikan. Saya harap Bapak Sanusi tetap bisa memperhatikan apa keluhan masyarakat. Terutama keluhan pengasuh ponpes atau pendidikan keagamaan. Banyak alumni saya yang saat ini punya pendidikan madin, supaya bisa diperhatikan. Selain itu, masyarakat yang tertindas juga harus diperhatikan,” ujarnya.

Sekedar informasi, dalam kesempatan kali ini, Sanusi juga memyempatkan diri untuk bersilahturahmi ke kediaman pengasuh Ponpes PPAI Darun Najah, Jumat (27/11 /2020)

Mendapat wejangan dari KH Achmad Muchtar Ghozali, politisi yang juga pernah diamanahi sebagai wakil ketua DPRD Kabupaten Malang ini mengaku siap untuk terus mendukung keberadaan pondok pesantren.

”Semoga kerja sama pemerintah dengan pondok pesantren ini bisa terus berlanjut. Saya pribadi berharap apa yang jadi harapan masyarakat selama ini bisa tercapai,” tukas KH Achmad Muchtar Ghozali.

 

Topik
Pilkada Kabupaten MalangPaslon SandiSanusi Didik Gatot SubrotoTokoh Agamapondok pesantren

Berita Lainnya

Berita

Terbaru