Vokal ke Pemerintah, Pengurus MUI Lama Din Syamsuddin hingga Tengku Zulkarnain Tergeser

Nov 27, 2020 08:45
Din Syamsuddin (Foto: Kompasiana.com)
Din Syamsuddin (Foto: Kompasiana.com)

 

Majelis Ulama Indonesia (MUI) baru saja menetapkan kepengurusan baru untuk periode 2020-2025. Sidang formatur yang hanya dihadiri 17 orang itu digelar di Hotel Sultan, Jakarta, pada Jumat (27/11/2020) pukul 00.00-01.30 WIB.  

Dalam sidang tersebut telah ditetapkan Pengurus Harian MUI dan Pengurus Dewan Pertimbangan MUI periode 2020-2025. Namun, terdapat nama-nama pengurus MUI lama yang rupanya tergeser.  

Baca Juga : Ketua Demokrat AHY Turun Gunung, Intruksikan Seluruh Kader Menangkan Paslon MAJU

 

Kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang dianggap terlalu vokal dalam memberi kritik terhadap pemerintah. Sebut saja, Din Syamsuddin yang awalnya menjabat sebagai ketua Dewan Pertimbangan periode 2015-2020.  

Saat ini posisi tersebut diisi oleh KH Ma'ruf Amin yang sebelumnya menjabat sebagai ketua umum MUI. Ketua umum MUI kini dijabat oleh KH Miftachul Akhyar.  

Ada pula Tengku Zulkarnain yang pada periode 2015-2020 menjabat sebagai wakil sekretaris jenderal Dewan Pimpinan MUI. Namun, saat ini nama Tengku Zulkarnain telah hilang dari deretan nama wakil sekretaris jenderal.  

Diketahui, Din Syamsuddin dan Tengku Zul memang dikenal kerap mengkritik kebijakan pemerintah.  Bahkan keduanya tergabung dalam organisasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) yang di dalamnya berkumpul orang-orang yang dinilai kerap vokal terhadap pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin.  

Ada pula nama lain dalam kepengurusan MUI yang tergeser. Yakni suami dari artis Inneke Koesherawati, Fahmi Darmawansyah.

Diketahui saat ini Fahmi Darmawansyah telah ditahan oleh KPK karena terlibat kasus korupsi. Fahmi merupakan terpidana kasus suap eks Kalapas Sukamiskin, Wahid Husen.

Dalam pengurusan MUI periode 2015-2020, Fahmi diketahui menjabat sebagai bendahara. Kini namanya pun tidak ada dalam deretan nama bendahara pengurus harian MUI 2020-2025.  

Nama lain yang tergeser dan selama ini kerap berseberangan dengan pemerintah adalah Bachtiar Nasir dan Yusuf Muhammad Martak. Bachtiar Nasir dalam kepengurusan MUI 2015-2020 menjebat sebagai wakil sekretaris Dewan Pertimbangan MUI. Sedangkan  Yusuf Martak duduk di jajaran bendahara. 

Bachtiar Nasir selama ini dikenal sebagai tokoh PA (Persaudaraan Alumni) 212. Sedangkan Yusuf Martak merupakan ketua GNPF-Ulama (Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama). Kedua organisasi itu selama ini getol mengkritisi kebijakan pemerintah. Bahkan, PA 212 dan GNPF-Ulama tak segan melakukan demo terhadap pemerintah.

Berikut daftar lengkap Dewan Pertimbangan MUI periode 2020-2025:  

1. Ketua Dewan Pertimbangan: Prof. Dr. KH Ma'ruf Amin

2. Wakil Ketua: Prof. Syafiq A Mughni

3. Wakil Ketua: KH Zainut Tauhid Sa'adi

4. Wakil Ketua: Prof. Dr. Hamdan Zulfa

5. Wakil Ketua: Prof. Dr. Didin Hafiduddin

6. Wakil Ketua: KH Anwar Iskandar

7. Wakil Ketua: Habib Zen Umar bin Smith

8. Wakil Ketua: Prof. Dr. H. Jimmly Asshiddiqy

9. Wakil Ketua: KH Sadli Karim

10. Wakil Ketua: KH Masdar Farid Masudi

11. Wakil Ketua: KH Abun Bunyamin

12. Wakil Ketua: Dr. H. Ahmad Heryawan Lc, M.SI

13. Wakil Ketua: Prof. Dr. H Masykuri Abdillah

14. Wakil Ketua: KH. Muhyidin Djunaidi, MA

Sekretaris: Prof. Dr. Dadang Kahmad

1. Wakil Sekretaris: KH. Zulfa Mustofa

2. Wakil Sekretaris: Prof. Mukhtar Latif

3. Wakil Sekretaris: Prof. Maman Abdurrahman

 

Topik
berita terkini

Berita Lainnya

Berita

Terbaru