Jalani 1,5 Tahun Karantina di Javan Langur Center, 7 Ekor Lutung Jawa Hirup Udara Bebas

Nov 26, 2020 15:53
Salah satu lutung Jawa yang siap dilepasliarkan berada dalam kandangnya saat di Javan Langur Center, Coban Talun, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji.
Salah satu lutung Jawa yang siap dilepasliarkan berada dalam kandangnya saat di Javan Langur Center, Coban Talun, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji.

MALANGTIMES - 7 ekor lutung Jawa yang menjalani perawatan di Javan Langur Center, Coban Talun, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu dilepasliarkan oleh Balai Besar KSDA Jawa Timur dan The Aspinall Foundation Indonesia Program (TAF IP) di kawasan hutan lereng timur Gunung Biru, Kota Batu, Kamis (26/11/2020). 

Para lutung itu dilepasliarkan setelah menjalani proses karantina dan rehabilitasi selama 1,5 tahun.

Baca Juga : Kelola Urban Farming Jadi Destinasi Wisata, Tim Pengmas HI Fisip UB Dampingi Warga Kembangkan Ecotourism

 

7 ekor lutung Jawa itu satu pejantan dan 6 betina. Rinciannya, Nono pejantan umurnya 2 tahun 7 bulan, berasal dari hasil Penertiban BKSDA di Bali. Lalu ada Darmi jenis kelaminnya betina, memiliki usia 2 tahun 10 bulan yang berasal dari hasil penyerahan masyarakat di Jember.

Lalu ada juga lutung betina yang diberi nama Irma, usianya 2 tahun 8 bulan berasal dari hasil Penertiban BBKSDA Jatim di Bondowoso. Selanjutnya ada Lunamaya lutung jenis kelamin betina tersebut punya usia 7 tahun 6 bulan semula berasal dari hasil Penertiban BBKSDA Jatim di Probolinggo

Kemudian ada Gamel si betina yang umurnya 4 tahun 10 bulan yang berasal dari hasil penyerahan masyarakat di Jember. Lainnya Rodi, kelaminnya betina usianya kini genap 4 tahun berasal dari hasil Penertiban BKSDA di Jawa Barat. Dan Cikal, si betina genap berusia 4 tahun berasal dari hasil Penertiban BKSDA di Jawa Barat.

Project Manager Javan Langur Center - The Aspinall Foundation Indonesia Program (TAF IP), Iwan Kurniawan mengatakan, lutung- lutung yang dilepasliarkan itu sebelumnya sudah menjalani pemeriksaan kesehatan secara bertahap dan lengkap mulai saat kedatangan di Javan Langur Center hingga menjelang dilepasliarkan. 

“Pemeriksaan tersebut bertujuan untuk memastikan lutung Jawa terbebas dari penyakit berbahaya menular seperti TBC, hepatitis B, herpes simplex, SIV (Simian Immunodeficiency Virus), STLV (Simian T-lymphotropic virus) dan SRV (Simian Retro Virus),” katanya. 

Lutung yang dilepasliarkan itu sudah dibekali dengan pemasangan microchip transponder dalam tubuhnya. Sehingga saat dilepasliarkan, lutung-lutung tersebut dapat dimonitor secara intensif oleh tim monitoring TAF IP. 

Ia menambahkan, lutung Jawa kali ini dilepasliarkan di kawasan hutan di lereng timur Gunung Biru berada di wilayah kerja UPT Tahura Raden Soerjo. Karena tipe habitat di kawasan tersebut merupakan hutan hujan tropis pegunungan dengan jenis dan bentuk vegetasi yang beragam.

Baca Juga : BMKG Minta Nelayan Waspada Gelombang Tinggi Laut Selatan

 

“Kawasan hutan alam yang membentang di sekitar Gunung Pusungrawung, Gunung Biru dan Gunung Anjasmoro merupakan kantung hutan alam yang merupakan salah satu habitat penting berbagai jenis satwa langka seperti lutung jawa, kukang jawa, macan tutul jawa, elang jawa, kijang, musang linsang dan lain-lain,” tambahnya.

“Dari hasil survei habitat yang dilakukan oleh TAF IP sejak tahun 2010 hingga pendataan tahun 2020 tercatat sedikitnya ada 53 jenis tumbuhan tingkat pohon dan 90 peesen merupakan jenis tumbuhan pakan yang dikonsumsi lutung jawa, seperti Engelhardia spicata, Macropanax dispermus, Elaeocarpus glaber, Quercus sundaicus dan Litsea noronhae,” jelas Iwan.

Potensi pakan lutung alami selain tumbuhan tingkat pohon, banyak juga dari Balai Besar KSDA Jawa Timur Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan jenis liana, epifit dan semak. TAF IP juga menemukan sedikitnya ada 17 jenis mamalia berukuran sedang hingga besar di kawasan hutan ini.

 

Topik
Javan Langur CenterLutung JawaBalai Besar KSDA Jawa Timur

Berita Lainnya

Berita

Terbaru