Anak-Anak SD Jalani Imunisasi Difteri di Tengah Pandemi Covid-19

Nov 26, 2020 12:14
Suasana saat siswa diimunisasi oleh petugas kesehatan Puskesmas Janti. (Foto: Istimewa).
Suasana saat siswa diimunisasi oleh petugas kesehatan Puskesmas Janti. (Foto: Istimewa).

MALANGTIMES - Meski masih kondisi pandemi covid-19, upaya pencegahan penyakit difteri terus digencarkan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang.

Langkah tersebut salah satunya melalui kegiatan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) yang dilangsungkan  November 2020 ini melalui masing-masing puskesmas. Sasarannya, semua siswa sekolah dasar di wilayah Kota Malang.

Baca Juga : Cegah Disinformasi, Media Punya Peran Penting Bangun Masyarakat Sadar Vaksin

Puskesmas Janti misalnya, yang baru-baru ini menggelar imunisasi difteri di MIN 2, Kelurahan Bandungrejosari, Kecamatan Sukun, Kota Malang. Tangisan  siswa-siswi sekolah mewarai kegiatan tersebut.

Kepala Puskesmas Janti Endang Listyowati SKepNs MMKes menyatakan, kegiatan BIAS di sekolah bakal dilangsungkan sebanyak tiga kali yang menyasar ke siswa kelas 1, 2, dan 5. Kegiatan tersebut juga sekaligus memberikan edukasi kepada siswa dan wali murid soal pentingnya imunisasi bagi tubuh.

"Ada tiga kali pelaksanaan. Jika ada siswa yang berhalangan hadir atau ada keperluan keluar,  atau sakit, bisa ikut susulan langsung imunisasi di puskesmas," terangnya.

Jika biasanya kegiatan imunisasi dilangsungkan di dalam area kelas, karena masa pandemi covid-19, proses pelaksanaan dilangsungkan di area luar kelas.

Hal ini sekaligus untuk menghindari area kerumunan dan tetap menjaga protokol kesehatan. Bahkan, jika sebelum pandemi pelaksanaan imunisasi cukup satu hari selesai, kini harus dijadwalkan paling tidak dua hari bahkan lebih, mengingat harus adanya pembatasan aktivitas di area kerumunan.

"Jadi,  biasanya imunisasi dilakukan satu kali maksimal dua kali hadir bisa selesai. Tapi karena pandemi, dibuat beberapa pertemuan. Kalau tidak pandemi, bisa selesai dalam satu hari. Dan kami menyiapkan tiga petugas kesehatan," jelasnya.

Lebih jauh, Endang menyebut dalam pelaksanaan BIAS kali ini,  petugas kesehatan juga memakai APD lengkap, seperti face shield dan masker.

Baca Juga : Maksimalkan Penanganan Stunting, Dinkes Kota Malang Terus Gencarkan Kursus Bagi Calon Pengantin

Kemudian, setiap siswa juga tidak diizinkan untuk bermain atau bergerombol. Sehingga, usai imunisasi, siswa hanya diperkenankan istirahat sebentar dan pulang.

"Kami kerja sama dengan gurunya untuk menghendel itu. Kemarin saya tekankan setelah imunisasi, anak-anak tidak boleh berlari-lari dan bergerombol. Harus duduk sebentar dan langsung pulang. Pakai masker, cuci tangan dan jaga jarak itu wajib," ucapnya.

Targetnya, tahun ini pelaksanaan BIAS tetap bisa dilakukan 100 persen. Siswa siswi yang belum ikut serta diperkenankan mengakses imunisasi susulan ke Puskesmas Janti setiap hari Rabu.

"Target 100 persen BIAS. Kami koordinasikan dengan guru. Nama-nama yang belum imunisasi bisa mengikuti jadwal susulan ke puskesmas. Jadwal imunisasi susulan setiap Rabu," ungkapnya. 

Topik
Imunisasi DifteriPandemi Covid 19Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS)

Berita Lainnya

Berita

Terbaru