Layanan Mobil Keliling Disnaker-PMPTSP Kota Malang sebelum pandemi covid-19 (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).
Layanan Mobil Keliling Disnaker-PMPTSP Kota Malang sebelum pandemi covid-19 (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).

MALANGTIMES - Upaya meningkatkan layanan jemput bola terus dilakukan oleh Dinas Ketenagakerjaan, Penanaman Modal, dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Disnaker-PMPTSP) Kota Malang. Salah satunya dengan menambah moda transportasi layanan jemput bola yang lebih dikenal sebagai mobil keliling.

Kepala Bidang Pengendalian, Pengaduan, Data dan Informasi Dinas Tenaga Kerja, Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Malang, Dandung Djulharjanto menyampaikan, penambahan satu unit kendaraan mobil keliling tersebut dilakukan pada APBD-Perubahan 2020.

"Dan tahun depan sudah mulai dioperasikan," katanya.

Baca Juga : Pilkada 2020, KPU Tetap Fasilitasi Pasien Covid-19, Petugas PPS Jemput Bola

 

Menurutnya, penambahan unit mobil keliling tersebut disesuaikan dengan kebutuhan. Jika memang dilihat lebih banyak lagi kebutuhannya di tahun-tahun berikutnya, maka ada kemungkinan akan ditambah. Namun apabila cukup dengan moda yang ada, maka hal itu akan lebih dimaksimalkan lagi.

Dandung menyampaikan, pihak legislatif sebelumnya menyarankan agar upaya jemput bola dimaksimalkan dengan menambah lebih banyak lagi mobil keliling. Ditargetkan ada lima mobil keliling dan bisa menyasar setiap kecamatan. Namun rencana itu masih belum dimatangkan.

"Satu persatu dulu, sesuai dengan kebutuhan masyarakat," terangnya.

Layanan Mobil Keliling itu menurutnya memberikan banyak kemudahan kepada masyarakat. Terutama yang hendak mengurus sederet perizinan dan non perizinan. Karena saat ini, total ada 129 jenis perizinan dan nonperizinan yang yang didelegasikan kepada Disnaker-PMPTSP Kota Malang.

Masyarakat pun bisa melakukan konsultasi dan mengurus beberapa izin melalui mobil keliling. Dengan begitu, diharapkan masyarakat tidak lagi mengurus berbagai perizinan yang melekat pada setiap kegiatan yang dilakukan.

Baca Juga : Tarik Lebih Banyak Investor, Pemkot Malang Siapkan Regulasi Baru

 

Terpisah, Ketua Komisi A DPRD Kota Malang, Eddy Widjanarko menyebut jika layanan mobil keliling selama ini banyak dinantikan masyarakat. Karena proses pengurusan izin dan konsultasi bisa dilakukan melalui upaya jemput bola tersebut. Masyarakat terbantu tanpa harus datang ke perkantoran terpadu.

"Kami memang sangat mendorong agar layanan jemput bola dimaksimalkan, dan dalam APBD-Perubahan sudah ada satu unit mobil yang diadakan," jelasnya.

Hal itu ia yakini akan semakin memudahkan layanan perizinan dan non-perizinan. Terutama untun izin mendirikan bangunan (IMB) dan layanan gambar gratis yang banyak dicari masyarakat. Dengan layanan jemput bola itu diharapkan kedisiplinan masyarakat terkait pengurusan izin lebih ditingkatkan.

"Agar setiap kecamatan juga disasar dan layanan lebih maksimal," pungkasnya.