Punya Pengalaman Menjadi Guru, Cabup Malang Bu Nyai Lathifah Janji Sejahterakan Guru

Nov 25, 2020 15:19
Calon Bupati Malang nomor urut dua yakni Lathifah Shohib saat berdialog dengan masyarakat. (Foto: Dok. Malang Bangkit) 
Calon Bupati Malang nomor urut dua yakni Lathifah Shohib saat berdialog dengan masyarakat. (Foto: Dok. Malang Bangkit) 

MALANGTIMES - Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Malang nomor urut dua Lathifah Shohib-Didik Budi Muljono (LaDub) punya perhatian besar di dunia pendidikan. Paslon ini berkomitmen akan memajukan pendidikan yang berkualitas serta menyejahterakan para guru yang ada di Kabupaten Malang. 

Calon Bupati (Cabup) Malang Lathifah Shohib diketahui memiliki pengalaman dalam dunia pendidikan. Salah satunya dengan menjadi guru di SMA Wahid Hasyim Kota Malang sejak tahun 1986 hingga 2013. 

Selain itu, perempuan yang merupakan cucu dari salah satu pendiri Nahdlatul Ulama (NU) yakni KH. Bisri Syansuri ini juga menjabat sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Muslimat NU Kota Malang mulai tahun 1990 hingga sekarang. 

Perjalanan dalam perjuangan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dilakoni Bu Nyai selain di dua jabatan tersebut, Bu Nyai juga pernah menjadi dosen di Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Malang (UNISMA) pada tahun 1985 hingga 1986.  

Bu Nyai -sapaan akrab Lathifah Shohib- menuturkan bahwa pihaknya akan berupaya memperbaiki kualitas pendidikan di Kabupaten Malang dengan memberikan gaji atau honor kepada para guru, utamanya yang berstatus PTT/GTT.  "Momen Hari Guru harus menjadi titik dimana paslon LaDub ingin kedepan kualitas pendidikan dan kesejahteraan guru bisa meningkat di Kabupaten Malang," ungkapnya, Rabu (25/11/2020). 

Bu Nyai menjelaskan bahwa selama ini menurut pantauannya dan data pendukung yang dimiliki oleh paslon LaDub bahwa Guru Tidak Tetap (GTT) di Kabupaten Malang masih jauh dari kata sejahtera.  Terlebih lagi, keluhan banyak diterima paslon LaDub ketika blusukan ke pelosok-pelosok desa dan dialog dengan para guru yang ada di Kabupaten Malang. 

"Kita sudah analisa baik secara kemampuan APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) kedepan, gaji guru honorer minimal bisa sesuai dengan UMK (Upah Minimum Kabupaten/Kota, red)," terangnya. 

Perempuan yang juga pernah menjabat sebagai anggota DPR (Dewan Perwakilan Rakyat) RI selama dua periode ini jika nantinya terpilih memimpin Kabupaten Malang akan berusaha merealisasikan dan mewujudkan komitmen pendidikan gratis di Kabupaten Malang. 

"Berdasarkan kajian anggaran, sebenarnya APBD Kabupaten Malang sangat mencukupi untuk merealisasikan pendidikan gratis. Anggaran untuk siswa SMP (sekolah menengah pertama, red) tiap bulan sebesar Rp 1,4 juta dan mendapat subsidi dari pemerintah pusat sebesar Rp 1,1 juta," jelasnya. 

Sedangkan bagi siswa SD (sekolah dasar) dikatakan Bu Nyai bahwa kebutuhan pada setiap bulannya yakni sebesar Rp 1.050.000 dan mendapatkan subsidi dari pemerintah pusat sebesar Rp 900.000. 

"Sebenarnya Pemerintah Daerah bisa menutup kekurangan anggaran siswa SMP yakni Rp 300 ribu tiap siswa dan untuk siswa SD sebesar Rp 150 ribu. Postur APBD Kabupaten Malang mencukupi untuk itu, namun sayang kebijakan Bupati tidak ke arah sana," ucapnya. 

Dengan berkembangnya pendidikan, paslon LaDub menegaskan kembali bahwa pihaknya jika ke depan diamanahi masyarakat untuk memimpin Kabupaten Malang tidak akan melakukan dikotomi instansi pendidikan. 

Baik instansi pendidikan yang dibawah naungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan maupun instansi pendidikan yang dibawah naungan Kementerian Agama. "Pemerataan kualitas pendidikan di Kabupaten Malang akan kita realisasikan," tegasnya. 

Bu Nyai mengungkapkan, saat dirinya menjabat sebagai anggota Komisi X DPR RI yang berasal dari daerah pemilihan Malang Raya ini telah memberikan banyak bantuan program di bidang pendidikan kepada masyarakat Kabupaten Malang. "Salah satu di antaranya adalah Program Indonesia Pintar (PIP) hingga Tahun 2020 yang diberikan kepada 35 ribu siswa setiap tahun baik mulai dari jenjang SD, SMP dan juga SMA (Sekolah Menengah Atas, red)," bebernya.  

Sedangkan untuk KIP (Kartu Indonesia Pintar) Kuliah atau sebelumnya bernama Bidik Misi, Bu Nyai mengajukan dan telah terserap hingga 3.000 mahasiswa asal Kabupaten Malang pada setiap tahunnya dan pada tahun 2020 ini jumlahnya juga bertambah. 

Topik
Pilkada Kabupaten Malanglathifah shohibcabup lathifah shohib

Berita Lainnya

Berita

Terbaru