Wali Kota Malang Sutiaji (tengah) saat memantau progress air bau solar di kantor PDAM Kota Malang (Humas Pemkot Malang).
Wali Kota Malang Sutiaji (tengah) saat memantau progress air bau solar di kantor PDAM Kota Malang (Humas Pemkot Malang).

MALANGTIMES - Kekecewaan publik terhadap kinerja Perumda Tugu Tirta Kota Malang atau lebih dikenal sebagai PDAM Kota Malang juga ditunjukkan Wali Kota Malang, Sutiaji. Beberapa hari pasca meninjau langsung kondisi Sumber Wendit, pria nomor satu di Kota Malang itu juga mendatangi langsung perkantoran Perumda Tugu Tirta Kota Malang.

Politisi Demokrat itu mengungkapkan kekecewaannya terhadap kinerja PDAM Kota Malang. Dia meminta agar dilakukan evaluasi bahkan jika diperlukan segera dilakukan perombakan secara mendalam. Karena manajemen dinilai belum menuntaskan setiap permasalahan dengan baik.

Baca Juga : Evakuasi Gerbong KA Anjlok di Malang Rampung, Penyebabnya Masih Belum Ketemu

 

"Bahkan saya cermati, setiap muncul permasalahan cenderung menunggu saya bergerak. Baru setelah itu (manajemen) bergerak," ungkap pria berkacamata itu.

Sutiaji menyebut, sebagai perusahaan yang memiliki otonom besar, Perumda Tugu Tirta Kota Malang selama ini tidak menunjukkan kemampuan kemandiriannya dalam mengatasi setiap permasalahan yang dihadapi. Sehingga dia juga tidak heran jika publik mengungkapkan kekesalan mereka.

"Jangan disalahkan juga jika publik Kecewa," jelasnya.

Menanggapi itu, Direktur Utama Perumda Tugu Tirta Kota Malang M. Nor Muhlas, menjelaskan, jika selain berupaya melakukan normalisasi dan mengembalikan kualitas air seperti semula, manajemen juga menggodok rencana pemberian kompensasi kepada pelanggan terdampak.

Secara berangsur, keluhan pelanggan tersebut coba diselesaikan oleh PDAM Kota Malang. Kompensasi yang akan diberikan berupa diskon sebesar 7,5 persen untuk para pelanggan yang terdampak air berbau solar. Kompensasi diberikan mulai November 2020 ini kepada sekitar 68 ribu pelanggan.

"Kami sudah memiliki sistemnya, dan bisa dicek pelanggan mana yang terdampak. Sehingga yang tidak terdampak tidak akan mendapatkan kompensasi berupa diskon," katanya.

Sebelum menetapkan pelanggan yang mendapatkan diskon, menurutnya, PDAM Kota Malang juga telah membentuk tim untuk melakukan verifikasi di lapangan. Sehingga, para pelanggan terdampak akan mendapatkan kompensasi tersebut.

Lebih jauh Muhlas menjelaskan, jika besaran diskon tersebut telah disesuaikan dengan perhitungan dan kemampuan perusahaan. Dengan begitu, diharapkan pelanggan yang terdampak bisa terbantu dan PDAM Kota Malang melangsungkan kewajibannya sebagaimana ketentuan yang ada.

"Untuk besaran kompensasi memang harus disesuaikan dengan kemampuan perusahaan," jelasnya.

Sementara itu, beberapa daerah terdampak lantaran air berbau solar itu diantaranya adalah kawasan Jl. Gajayana-Jl. Sumbersari-Jl. Galunggung-Jl. Bendungan Sutami-Jl. Salatiga- Jl. Jakarta-Jl. Surabaya-Jl. Gede-Jl. Jombang-Jl. Gresik-Jl. Sidoarjo-Jl. Mojokerto-Jl. Tanggamus.

Baca Juga : Nikita Mirzani Bongkar Latar Belakang Habib Rizieq, Benarkah Penjual Minyak Wangi-Peci?

 

Kemudian kawasan Jl. Retawu-jl. Wilis-Jl. Gading-Jl. Burangrang-Jl. Pahlawan Trip-Jl. Bondowoso-Jl. Semeru-Jl. Kawi-Jl. Panggung - Jl. Guntur - Jl. Merbabu - Jl. Anjasmara - Jl. Muria - Jl. Malabar - Jl. Lawu - Jl. Merapi - Jl. Welirang.

Selanjutnya Jl. Argopuro - Jl. Sumbing - Jl. Tenes - Jl. Sindoro - Jl. Kelud - Jl. Bareng - Jl. J A Suprapto - Jl. Sarangan - Jl. Tirto Nadi - Jl. Ngantang - Jl. Dr. Cipto - Jl. Mawar - Jl. Melati - Jl. Sendang Biru - Jl. Gilimanuk - Jl. Candi Kusuma - Jl. Kaliurang Barat - Jl. Lembang - Jl. Tapak Siring - Jl. Selorejo - Jl. Bungur - Jl. Locari - Jl. Wijaya Kusuma - Jl. Simp. Ijen - Jl. Semarang.

Kemudian Jl. Pekalongan - Jl. Buah-buahan - Jl. Dieng - Jl. Raya Langsep - Jl. Langsep Barat - Jl. Kesemek - Jl Merdeka - Stasiun Kota Lama - Jl Zainul Arifin - Pasar Besar Dan Sekitarnya - Jl Aries Munandar - JL Sukarno Hatta - JL Candi Mendut - Jl Candi Sawentar - JL Cengger ayam - JL Bukirsari - JL Kendalsari - JL Sudimoro - JL Borobudur Agung - JL Suhat indah - JL Simpang Borobudur.

Berikutnya JL Taman – Borobudur - JL Candi Kalasan - Jl Candi Kidal - JL Candi Renggo - JL Candi Trowulan - JL ikan –paus - JL simpang borobudur waing - jl ikan-ikanan - JL Ikan Tombro - JL Ikan piranha Atas - JL Ikan Arwana - JL Ikan Tombro arah KH Yusuf - JL Ikan Tombro.

Ikut terdampak pula adalah kawasan JL Ikan piranha Atas - Piranha residence - Ikan Cucut - Ikan Salem - Ikan Kepiting - Ikan Duyung - Ikan tengiri - Ikan teri - Ikan Bandeng - JL Ikan Arwana - JL Ikan Tombro Timur - JL Ikan Tombro barat - Simpang Kh yusuf - Perum Puri Kartika Asri - Ikan Cakalang - Polowijen gang SD - Polwijen Gang 2 - Ikan Mas - Ikan Nila - Ikan Belida - Ikan Sepat - JL Ikan Tombro arah polowijen - Jl Ki Ageng Gribig, Jl Selat karimata, Jl Danau Toba, Jl Lesanpuro Komplek.

Berikutnya Jl Dirgantara Komplek - Jl Selat Sunda, Jl Danau Maninjau, Jl Simpang Maninjau, Jl Selat Bali, Jl Selat Bengkalis, Jl Madyopuro - Jl Danau Sentani Dalam, JL Danau Kerinci, Jl Danau Bedali, Jl Danau Singkarak, Jl Danau Sentani Raya.

Kemudian Jl Danau Sentani Utara, Jl Paniai, Jl Danau Sentani Tengah, Jl Danau Bratan Timur, Jl Danau Rawa Pening, Jl Kh Malik - Jl Mayjen Sungkono - Jl K Parseh - Perum Green Living - Jl Bumiayu Arjowinangun - Jl Segaran - Jl Muharto - Jl Lowokdoro - Jl Satsuitubun - Jl Gadang - Perum City Side - Jl Kebon Agung.