Anjal saat diberi kesempatan bermusik oleh Dinsos-P3AP2KB Kota Malang (foto dok MalangTIMES)
Anjal saat diberi kesempatan bermusik oleh Dinsos-P3AP2KB Kota Malang (foto dok MalangTIMES)

MALANGTIMES - Perubahan mindset gelandangan, pengemis (gepeng) dan juga anak jalanan (anjal) di mata Dinas Sosial dan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos-P3AP2KB) Kota Malang sangat penting. 

Pasalnya, kebiasaan di jalanan membuat malas untuk berusaha meningkatkan perekonomian mereka.

Baca Juga : Peringati HKN ke-56, Pjs Bupati Malang Ingatkan Prokes dan Serahkan Penghargaan Pada Nakes

Mindset anjal atau gepeng yang selalu mengutamakan kerja di jalan dirasa sangat enak. Karena mereka tidak ada tekanan dari orang lain terutama masalah pekerjaan. Bahkan, karena saking nyamannya mereka bekerja di jalan sampai pendapatan yang diperoleh bisa melebihi orang yang bekerja di sebuah perusahaan atau instansi.

"Kita harus bisa merubah mindset anjal agar anak-anak selalu tangan di atas jangan mengandalkan tangan di bawah," kata Kepala Dinsos-P3AP2KB Kota Malang, Peny Indriani.

Salah satu contoh kecil merubah mindset adalah dengan memberi keterampilan pekerjaan agar anjal dan gepeng bisa terbiasa melakukan pekerjaan dan melupakan jalanan sebagai wadah mencari uang.

"Kita akan terus mencoba membina mereka agar lupa di jalanan," imbuhnya.

Selain ketrampilan, Dinsos-P3AP2KB Kota Malang juga melihat ada beberapa potensi yang bisa ditingkatkan dari anjal. 

Baca Juga : Entaskan Stunting, Pemkot Malang Gencarkan Kampanye Gemarikan

"Kalau ada potensi seperti itu ya bisa kita bina. Kita arahkan mereka supaya bisa meningkatkan potensi yang mereka miliki," tuturnya.