Gledy Webyansyah (Instagram Gledy)
Gledy Webyansyah (Instagram Gledy)

MALANGTIMES - Mungkin banyak yang belum mengetahui, di balik event besar yang digelar oleh HARRIS Hotel & 
Conventions Malang ternyata ada sosok asisten marketing communication (marcom) manager yang meng-handle mulai dari ide hingga berlangsungnya acara. Dia adalah Gledy Webyansyah. 

Di usia masih terbilang muda, Gledy mampu membuktikan diri. Meski sebelumnya, ia hanya seorang freelance tour guide di tengah kesibukan kuliahnya.

Baca Juga : Videografer Muda Jovian asal Malang Ini Pernah Garap Project Adidas Indonesia dan Puma

 

Menjadi tour guide bukanlah hal mudah, karena harus cepat menyesuaikan diri dengan klien atau tamu agar bisa nyaman ketika ditemani selama perjalanan. Tapi hal itu bisa dilalui oleh Gledy yang justru banyak mendapatkan job terutama untuk tamu dari luar negeri.

Berawal dari kuliah di Universitas Brawijaya dengan mengambil jurusan Bahasa Inggris, Gledy akhirnya membuka jalan pekerjaan yang dimulai dari asisten dosen.

"Mulai kuliah dulu itu saya sudah part time karena dulu mikirnya kuliah itu habiskan uang banyak dan aku suka main, jadi kan butuh pemasukan sehingga kalau tidak begitu kan aku gak akan bisa main sama teman-teman," terang Gledy.

"Dulu aku jadi asisten dosen dan mulai dapat pemasukan, dari situ saya berpikir kayaknya enak ya kerja sambil kuliah. Kemudian aku nyoba melamar pekerjaan di bimbingan belajar (bimbel), disitu aku ngajar anak SD dan SMP dengan mata pelajaran bahasa Inggris," imbuhnya menerangkan.

Menurut Gledy, keputusan untuk kuliah sambil bekerja memang diambil karena waktu itu jadwal mata kuliahnya tidak terlalu padat, sehingga bisa dibagi dengan waktu bekerja.

"Waktu itu aku semester tiga kan, jadi jadwal kuliahku sudah mulai jarang juga, karena kalau D3 itu kan semester 5 kita sudah on the job training kan," kata dia.

Seiring berjalannya waktu, bekerja sebagai asisten dosen dan juga guru bimbel nampak dirasa kurang bagi Gledy. Keberuntungan kembali datang bagi pria yang suka mendengarkan musik RnB dan HipHop ini.

Berkat relasi yang dimiliki, Gledy ditawari pekerjaan kesekian kalinya untuk menjadi tour guide dengan tamu orang asing. Namun pekerjaan tersebut hanya bisa diambil freelance mengingat ia masih memiliki pekerjaan sebagai asisten dosen dan guru bimbel.

"Aku punya temen juga yang bekerja di salah satu travel dan dia bawa tamu bule, dan kebetulan temanku ini tidak punya tour guide. Di situ dia bingung bagaimana menemani tamunya tersebut karena dia bahasa Inggrisnya juga kurang. Akhirnya minta tolong aku, dari situ aku berpikir bisa juga nih jadi freelance tour guide," ungkapnya. 

Setelah menjalani tiga pekerjaan dalam kurun waktu satu tahunan, Gledy mulai berpikir bahwa nanti setelah lulus dia harus mendapatkan pekerjaan yang tidak lagi part time atau freelance.

Setelah lulus dengan predikat D3 bahasa Inggris di Universitas Brawijaya Malang, Gledy mencoba peruntungan di dunia pekerjaan sesungguhnya di tahun 2018. Karena jerih payah dari keringat yang ia keluarkan, pria berusia 23 tahun ini diterima di Senyum World Hotel.

"Lalu aku coba apply di Senyum World Hotel dan kebetulan diterima, di sana aku posisi pertama langsung di sekretaris GM, dari November 2018 sampai Oktober 2019. Dan ketika itu aku merangkap sebagai marcom, padahal aku tidak pernah tahu dunia marcom itu seperti apa. Dan keinginan awalnya aku di hotel itu ya jadi yang di receptionist atau yang handel tamu VIP seperti itu," paparnya.

Dijelaskan Gledy, ketika itu lowongan kosong yang ia terima membuat ia harus banyak belajar tentang digital marketing dan sosial media.

Baca Juga : Begini Cara Politisi Muda Gerinda Kota Malang Maknai Maulid Nabi dan Sumpah Pemuda

 

"Setelah pegang itu ternyata bukan hanya sosmed, jadi ada ilmu maintenance media. Dan waktu itu tidak ada head-nya, jadi aku cari jalanku sendiri," cerita dia.

Setelah satu tahun itu, Gledy yang tidak pernah puas dalam belajar membuat suatu keputusan dengan mencoba peruntungan kesekian kalinya.

Di tahun 2019, HARRIS Hotel & Conventions Malang membuka lowongan pekerjaan untuk posisi marketing communication (marcom) manager.

"Aku asal apply, asal aja pokonya apply dulu. Karena pikirku aku punya basic marcom tapi tidak tahu itu benar apa tidak dan setelah interview kebetulan diterima. Sekarang di sini sudah satu tahun dan jalan dua tahun," kata pengidola Agnes Monica itu. 

Ditanya tentang kesulitan ketika menjadi marcom, Gledy mulai menjelaskan satu demi persatu. Namun karena dasar pemikiran yang ia memiliki yaitu tidak pernah puas belajar, ia kini bisa meng-handle kegiatan yang diinginkan manajemen HARRIS Hotel & Conventions Malang.

"Kesulitan jadi marcom sendiri mungkin dari manajemen ya, karena cakupannya lebih luas. Dan susahnya juga itu di event manajemen, dan baru nemuin yang cocok itu baru 6 bulan. Karena aku kan compare dulu kan sama yang dulu. Jadi aku evaluasi, dulu itu sebenarnya kurang begini, jadi sekarang harus begini," paparnya

Saat ini, Gledy nampak cukup percaya diri dengan menyebut bahwa marketing communication adalah passion dalam hidupnya, meski sebenarnya banyak impian yang masih ia inginkan. Namun di usia yang terbilang cukup muda ini posisi yang ia duduki sekarang bisa menjadi modal untuk proses karirnya ke depan.

"Capaian tertinggi ya itu, aku sekarang duduk di asisten marcom manager di usia 23 tahun. Di usia muda dan di posisi ini sudah sangat baik menurutku. Kalau capaian kerjanya, aku belajar banyak tentang event manajemen, reputasi hotel dan digital marketing," kata dia bangga.

Gledy, saat ini memiliki keinginan untuk membuat HARRIS Hotel & Conventions Malang lebih dikenal orang baik dalam negeri maupun di luar negeri.

"Kalau dari aku itu, mempertahankan itu sangat susah. Karena kan kalau memperoleh mungkin cukup mudah ya. Seperti misalnya, hotel baru lalu dibuat viral itu sangat mudah, tapi mempertahankan itu yang sulit," pungkasnya.