Sosok paslon LaDub ketika menaiki becak, menunjukkan kesederhanaan seorang pemimpin. (Foto: Dok. Malang Bangkit) 
Sosok paslon LaDub ketika menaiki becak, menunjukkan kesederhanaan seorang pemimpin. (Foto: Dok. Malang Bangkit) 

MALANGTIMES - Menjelang pelaksanaan debat publik kedua pada tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Malang 2020, pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Malang nomor urut dua yakni Lathifah Shohib-Didik Budi Muljono (LaDub) membeberkan sejumlah program di sektor pembangunan. 

Hal ini merupakan komitmen paslon LaDub dalam memajukan masyarakat Kabupaten Malang melalui pembangunan yang berkemajuan dan dapat dirasakan kebermanfaatannya. 

Baca Juga : Penuhi Kebutuhan Petani di Kabupaten Malang, Paslon LaDub Siapkan Kartu Tani Bangkit

 

Calon Bupati Malang nomor urut dua, Lathifah Shohib mengatakan, bahwa program unggulan di bidang pembangunan bagi masyarakat sudah melalui pengkajian para ahli dengan data hasil survei tim internal, serta aduan masyarakat selama ini terkait dengan tidak tepatnya kebijakan pemerintah daerah. 

"Salah satu hal yang banyak dikeluhkan masyarakat dalam bidang ekonomi, khususnya dalam masa Pandemi Covid -19 adalah sulitnya mencari lapangan pekerjaan," ujarnya kepada pewarta, Jumat (20/11/2020). 

Perempuan yang merupakan cucu dari salah satu pendiri Nahdlatul Ulama (NU) yakni KH. Bisri Syansuri ini menanggapi keluhan masyarakat terkait susahnya mencari kerja dengan menyusun program terciptanya 20.000 lapangan kerja baru bagi masyarakat Kabupaten Malang. 

"Hal ini sangat bisa dilakukan dengan program yang nantinya akan kita jalankan. Pemerintah harus hadir menjadi jembatan dalam memfasilitasi terciptanya lapangan kerja," ucap perempuan yang akrab disapa Bu Nyai ini. 

Sedangkan dalam bidang infrastruktur, paslon LaDub juga berkomitmen untuk meningkatkan Alokasi Dana Desa (ADD) dan juga perbaikan infrastruktur termasuk jalan rusak yang ada di Kabupaten Malang. 

"Masalah infrastruktur harus tuntas dan itu komitmen Paslon Ladub sebagaimana program yang kami usung," tuturnya. 

Perempuan yang pernah menjabat sebagai anggota DPR (Dewan Perwakilan Rakyat) RI dua periode ini juga membeberkan sejumlah program lain terkait pembangunan, yakni subsidi pupuk dan benih bagi para petani di Kabupaten Malang. 

Baca Juga : Bakal Ciptakan SDM Santri yang Mumpuni, Gusdurian Dikabarkan Merapat ke SanDi

 

"Subsidi ini nantinya akan direalisasi dengan memberikan Kartu Tani Bangkit bagi mereka yang masih belum memiliki Kartu Tani," imbuhnya. 

Sementara itu, tidak hanya subsidi bagi para petani Kabupaten Malang, dikatakan Bu Nyai, bahwa asuransi tani, ternak dan nelayan juga diberikan. "Di mana itu sangat dibutuhkan ketika mereka gagal panen dan sebagainya," katanya. 

Sementara itu, untuk bidang UKM (Usaha Kecil Menengah), disampaikan Bu Nyai, akan terdapat pemberian 20.000 bantuan modal bagi pelaku usaha di seluruh wilayah Kabupaten Malang. Hal itu bertujuan agar sektor perekonomian riil dapat berjalan dengan baik. 

"Termasuk pelatihan usaha dan modal usaha bagi Pondok Pesantren yang ada di Kabupaten Malang harus kita fasilitasi," pungkasnya.