Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang, Didik Gatot Subroto saat ditemui pewarta usai melayat di rumah duka Hari Sasongko, Rabu (18/11/2020) malam. (Foto: Tubagus Achmad/MalangTIMES) 
Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang, Didik Gatot Subroto saat ditemui pewarta usai melayat di rumah duka Hari Sasongko, Rabu (18/11/2020) malam. (Foto: Tubagus Achmad/MalangTIMES) 

MALANGTIMES - Dalam kurun waktu tujuh hari setelah peristiwa kecelakaan di ruas tol Ngawi-Solo pada hari Jumat (13/11/2020), 4 kader terbaik DPC (Dewan Pimpinan Cabang) PDI Perjuangan meninggal dunia. 

Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang, Didik Gatot Subroto mengungkapkan bahwa peristiwa yang menimpa 4 kader terbaiknya merupakan bagian dari musibah dan itu sudah takdir bagi manusia. 

"Ini kan semuanya musibah. Tidak ada kaitannya sama sekali dengan Pemilukada (Pemilihan Umum Kepala Daerah, red). Ini takdir, tentunya kita harus percaya bahwa ini kehendak Allah Subhanahuwata'ala," ungkapnya ketika dikonfirmasi oleh pewarta melalui saluran telepon, Jumat (20/11/2020). 

Empat kader PDI Perjuangan Kabupaten Malang yang telah meninggal dunia di antaranya, Hariyanto meninggal pada hari Jumat (13/11/2020), Hari Sasongko meninggal pada hari Rabu (18/11/2020), Amari meninggal pada hari Kamis (19/11/2020) dan Mujiono yang meninggal pada hari Jumat (20/11/2020). 

Didik yang juga merupakan Calon Wakil Bupati Malang nomor urut satu ini juga menuturkan bahwa meskipun DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang telah kehilangan 4 kader terbaiknya, pihaknya tidak ingin seluruh elemen terhanyut dalam duka yang mendalam. 

"Kita tidak boleh terbawa dengan suasana duka yang terus menerus, tetapi ini menjadi pemicu semangat kita harus semakin kuat, semakin solid," jelasnya. 

Terlebih lagi para kader PDI Perjuangan melebur bersama di tim pemenangan pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Malang nomor urut satu, Sanusi-Didik Gatot Subroto (SanDi) tidak ingin berlarut dalam suasana duka dan terus bekerja dalam memenangkan paslon SanDi. 

"Artinya ini harus menjadi sebuah semangat kerja. Kemudian karena proses ini takdir Allah, maka kita kan tidak boleh melawan takdir. Banyak nilai positif yang dipetik dalam rangka menguatkan tim supaya semakin solid, bergerak maju, untuk memenangkan pasagan SanDi," terangnya. 

Meskipun salah satu kader terbaik memegang peranan penting dengan menjadi Ketua Tim Kampanye Malang Makmur yakni Hari Sasongko, Didik pun mengatakan bahwa pihaknya dengan waktu yang kurang lebih tinggal 19 hari lagi, tidak akan mengubah struktur tim. 

"Kita tidak akan mengubah tim. Artinya Pak Darmadi sebagai sekretaris yang memegang kendali. Tentunya nanti dibantu dengan wakil sekretaris dan sebagainya akan mengendalikan semuanya," tuturnya. 

Sementara itu, disinggung mengenai susunan daftar orang-orang kader PDI Perjuangan yang bakal mengisi jabatan sebagai anggota DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) Kabupaten Malang melalui mekanisme PAW (Pergantian Antar Waktu) Didik tidak dapat berkomentar banyak. 

"Kami hari ini belum berbicara itu, karena masih dalam suasana duka. Nanti itu harus kita bicarakan secara internal. Kita rapat dulu di internal, kita harus melakukan mekanisme pleno. Ada aturan-aturan partai yang harus dilaksanakan. Kita tidak boleh bertentangan dengan aturan partai," pungkasnya. 

Sebagai informasi bahwa sebelumnya, Amari telah dipersiapkan untuk menggantikan posisi Didik Gatot Subroto menjadi anggota DPRD Kabupaten Malang melalui mekanisme PAW. 

Akan tetapi mendengar kabar 4 kader terbaiknya meninggal dunia, jajaran PDI Perjuangan Kabupaten Malang akan membahas lebih lanjut di rapat internal sesuai dengan aturan partai yang berlaku.