Ilustrasi pasien sembuh dari Covid-19 dan mendonorkan plasma konvalesen. (Foto: source google).
Ilustrasi pasien sembuh dari Covid-19 dan mendonorkan plasma konvalesen. (Foto: source google).

MALANGTIMES - Pandemi Covid-19 hingga saat ini masih menjadi persoalan yang terus diupayakan di semua negara untuk segera tertangani. Plasma konvalesen, salah satu yang disebut-sebut sebagai terapi untuk penanganan pasien terinfeksi Covid-19.

Wakil Ketua II Pengurus PMI Kota Malang, dr Asih Trirachmi Nuswantari menyampaikan plasma konvenlesen ini disebut juga plasma darah yang diambil dari pasien Covid-19 yang telah sembuh.

Baca Juga : November Vaksin Covid-19 Datang, Proses Distribusi di Kota Malang Tunggu Juknis dari Pusat

 

Di dalam plasma tersebut terkandung antibodi, yang kemudian dilakukan pemrosesan untuk dapat diberikan kepada pasien yang terinfeksi virus SARS-Cov-2 penyebab Covid-19 dan masih dalam penanganan atau perawatan.

"Plasma konvalesen itu bagian dari darah ya, plasmanya. Nah, plasma ini yang diharapkan itu dari penderita Covid-19 itu, karena mengandung anti bodi. Jadi, supaya memerangi virusnya itu kan dibutuhkan antibodi, untuk meningkatkan Imunitas," jelasnya saat dihubungi MalangTIMES, Jumat (20/11/2020).

Langkah ini, menurut Asih sebagai salah satu upaya untuk mengatasi penanganan Covid-19 sebelum vaksin tersedia. Yang mana, secara fungsi juga berbeda.

"Kalau vaksin itu kan untuk meningkatkan anti bodi secara aktif, jadi dia (plasma konvalesen) mendapatkan virus yang sudah dilemahkan atau yang menyerupai virus sehingga terbentuk anti bodi untuk memerangi virus covid ini," imbuhnya.

Baca Juga : Butuh Waktu Enam Bulan, Jatim Terbebas dari Zona Merah Covid-19

 

Karenanya, diharapkan bagi pasien yang sebelumnya terinfeksi Covid-19 dan dinyatakan sembuh sejak 14 hari hingga 28 hari tidak ada gejala bisa mendonorkan plasma konvalesen ke PMI Kota Malang. Sehingga, bisa dipergunakan untuk membantu proses percepatan kesembuhan bagi penderita Covid-19 lainnya.

"Itu upaya yang saat ini sebenarnya juga masih penelitian, tapi terbukti bisa menolong penderita covid. Jadi, orang-orang yang 14 hari sampai 28 hari sembuh dari covid, itu anti bodinya masih bagus. Sehingga diharapkan kalau bisa donor itu bisa membantu untuk penderita covid yang lain," ungkap perempuan yang juga Staff Ahli Bidang Pembangunan Kesejahteraan Rakyat dan SDM Pemkot Malang itu.