Ketua Komunitas Jip Korwil Tumpang, Paino saat ditemui awak media di lokasi pembangunan Terminal Wisata Tumpang, Rabu (18/11/2020). (Foto: Dok. JatimTimes) 
Ketua Komunitas Jip Korwil Tumpang, Paino saat ditemui awak media di lokasi pembangunan Terminal Wisata Tumpang, Rabu (18/11/2020). (Foto: Dok. JatimTimes) 

MALANGTIMES - Proses pembangunan kios-kios pedagang serta fasilitas umum lainnya di Terminal Wisata Tumpang masih berlangsung. Rencananya, fasilitas itu sebagai penunjang tempat transit wisatawan yang lewat di wilayah Tumpang, Jabung, Poncokusumo, hingga menuju Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). 

Adanya fasilitas penunjang seperti tempat transit wisatawan di Terminal Wisata Tumpang ini pun disambut baik oleh Ketua Komunitas Jip Koordinator Wilayah Tumpang, Paino.

Baca Juga : Maksimalkan Layanan, Disnaker-PMPTSP Kota Malang Konsultasi Publik SOP dan SP

Ia mengatakan bahwa adanya tempat transit wisatawan yang digagas oleh Dinas Perhubungan Kabupaten Malang dengan para pedagang Terminal Tumpang ini akan mempermudah wisatawan. Selain itu, bisa menggerakkan roda perekonomian pedagang yang sempat surut akibat pandemi Covid-19. 

"Ini menjadi fasilitas dan tempat yang bagus untuk bisa membantu tamu bisa transit di sini. Ini bisa menopang kemajuan wisata Malang Timur," ungkapnya. 

Paino menjelaskan bahwa adanya fasilitas seperti ini merupakan impiannya sejak kecil. Karena dirinya yang merupakan warga asli Tumpang yang sekarang juga menjadi pelaku usaha jasa menuju TNBTS selalu sedikit kesulitan dalam menentukan titik penjemputan wisatawan.

"Ini impian kita dari dulu yang ingin ada tempat transit yang mumpuni seperti ini karena dulu kita ngemper-ngemper di pinggir jalan. Akhirnya juga sedikit kesulitas saat berjanjian dengan wisatawan karena tidak ada titik temu yang sudah pasti," jelasnya.

Pria berambut gondrong ini juga menuturkan bahwa pihaknya bersama rekan-rekan satu komunitasnya akan membantu Pemerintah Kabupaten Malang dalam mempromosikan paket perjalanan wisata menuju TNBTS via jalur Tumpang.

"Nanti kita tata sebagaimana promosi wisatanya. Kita akan adakan promo promo yang menarik agar wisatawan bisa berdatangan ke Tumpang," terangnya.

Paino menyebutkan, hingga saat ini yang telah terdata di Komunitas Jip Korwil Tumpang sudah mencapai ratusan. Baik dari pengemudi maupun unit mobil Jip yang digunakan untuk menuju TNBTS.

Baca Juga : Kembangkan Wilayah Timur, Pemkot Malang Maksimalkan Peran Masyarakat

"Kalau anggota kita ada 225 orang, tapi kalau unit mobil Jipnya ada 215 unit. Sedangkan untuk mobil Jip atap terbuka khusus perjalanan untuk para pendaki yang akan ke Semeru kita ada 12 unit mobil Jip," sebutnya.

Ke depan, tempat transit wisatawan di Terminal Wisata Tumpang akan dimaksimalkan sebaik mungkin terkait keberadaanya. Dan untuk para travel agency yang berada di Kota Malang atau Kota Batu yang membutuhkan unit mobil Jip untuk menuju ke TNBTS, dapat melakukan drop wisatawan di Terminal Wisata Tumpang.

"Kita akan maksimalkan, karena ini wadah kita dan ini angan-angan kita. Teman-teman travel yang ada di Kota Malang bisa drop wisatawan di sini, akan kita tata nanti," imbuhnya.

Sebagai informasi bahwa pembangunan Terminal Wisata Tumpang berasal dari dana APBD (Anggaran Pendapatan Belanja Daerah) tahun 2020 sebesar Rp 150 juta ditambah oleh dana iuran dari 53 pedagang sebesar Rp 2.200.000 per pedagang. Ditargetkan, pembangunan Terminal Wisata Tumpang akan selesai di tanggal 30 November 2020.