Calon Bupati Malang dari pasangan SanDi nomor urut 1, Sanusi (paling depan) saat berkampanye di salah satu pasar di Kabupaten Malang (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)
Calon Bupati Malang dari pasangan SanDi nomor urut 1, Sanusi (paling depan) saat berkampanye di salah satu pasar di Kabupaten Malang (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)

MALANGTIMES - Tidak bisa dipungkiri, luasnya wilayah di Kabupaten Malang membuat pasokan bahan pokok pangan terkadang mengalami kendala. Terutama di wilayah pelosok Kabupaten Malang.

Mengetahui hal itu, Calon Bupati dan Wakil Bupati Malang dari pasangan SanDi (Sanusi-Didik Gatot Subroto) berencana mengoptimalkan keberadaan mlijo, alias pedagang sayur keliling.

Baca Juga : Paslon LaDub kian Percaya Diri dengan Dukungan Barisan Merah Putih, Gus Ali:

Pernyataan itu disampaikan Calon Bupati Malang nomor urut 1, Sanusi saat menjawab kebutuhan warga terkait pasokan kebutuhan sembako (sembilan bahan pokok).

”Kebutuhannya apa, mlijo bawa kendaraan pick up untuk berjualan sekaligus memenuhi kebutuhan pasokan bahan pokok. Kalau keberadaan mlijo dioptimalkan ke wilayah plosok pasti akan laku,” terang Sanusi.

Sekedar diketahui, opsi pengoptimalan akan keberadaan mlijo tersebut, disampaikan Sanusi untuk menjawab kebutuhan pasokan bahan pokok para warga yang tinggal di wilayah pelosok Kabupaten Malang.

Ketika ditemui beberapa waktu lalu, Sanusi memang menerangkan, jika dari hasil evaluasi terhadap aspirasi masyarakat yang diterima paslon SanDi saat aktif berkampanye, salah satunya adalah perihal keberadaan pasar tradisional yang dikeluhkan warga masih susah dijangkau oleh masyarakat di wilayah pelosok.

Salah satunya seperti aspirasi masyarakat Kecamatan Kalipare, yang disampaikan kepada Sanusi saat menggelar dialog langsung beberapa waktu lalu. 

Kepada politisi yang akrab disapa Abah Sanusi ini, para warga meminta adanya pembangunan pasar tradisional baru.

Alasannya, lantaran keberadaan pasar tradisional di Kecamatan Kalipare, terlalu jauh untuk di jangkau oleh warga yang tinggal di pelosok Kecamatan Kalipare.

”Saat ini sedang kita pikirkan solusinya, sedang kami bahas dengan Disperindag (Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Kabupaten Malang). Kalau memungkinkan akan kita adakan pasar di tingkat desa,” terang Abah Sanusi.

Selain berkoordinasi dengan OPD (Organisasi Perangkat Daerah) terkait, nantinya jika kembali diamanahi memimpin Kabupaten Malang, Abah Sanusi juga bakal berkoordinasi dengan kepala desa di Kabupaten Malang guna merealisasi keberadaan pasar di tiap desa tersebut.

Baca Juga : Optimalkan Layanan Kesehatan, Paslon SanDi Siapkan Program Makpon

”Nanti akan dikoordinir oleh Kades (Kepala Desa) untuk membuat pasar di masing-masing desa,” ungkap santri yang pernah menimba ilmu di Pondok Pesantren Raudlatul Ulum ini.

Namun demikian, keberadaan pasar di tiap desa tersebut, harus memenuhi beragam pertimbangan. 

Diantaranya adalah soal lokasi dan daya beli masyarakat. ”Kalau soal pasar di desa-desa itu harus ada yang mau jual, beli, dan tempat yang memadai,” sambung Abah Sanusi.

Lantaran harus ada beragam pertimbangan itulah, Abah Sanusi lebih condong untuk mengoptimalkan keberadaan mlijo guna memasok kebutuhan warga, yang tinggal di wilayah pelosok Kabupaten Malang.

”Pertimbangannya ya banyak, selain lebih praktis, keberadaan mlijo juga bisa meningkatkan perekonomian warga,” tukasnya.