Calon Bupati Malang dari pasangan SanDi nomor urut 1, Sanusi (pegang mickrofon) saat berdialog dengan warga ketika berkampanye (Foto : Dokumen MalangTIMES)
Calon Bupati Malang dari pasangan SanDi nomor urut 1, Sanusi (pegang mickrofon) saat berdialog dengan warga ketika berkampanye (Foto : Dokumen MalangTIMES)

MALANGTIMES - Layanan kesehatan menjadi salah satu garapan utama Pasangan Calon (Paslon) Sanusi-Didik Gatot Subroto (SanDi). Program unggulan yang dicanangkan Paslon yang ingin mewujudkan kemakmuran di Kabupaten Malang di sektor kesehatan ini, melalui program Makpon.

Calon Bupati Malang, Sanusi, menjelaskakn Makpon merupakan akronim dari Malang Quick Response. ”Kalau ada yang sakit, tinggal hubungi 119. Nanti akan langsung dijemput oleh ambulans terdekat,” terang Sanusi.

Baca Juga : Mengejutkan, Hasil Survei Capres IndEX: Habib Rizieq Berpotensi Jadi Lawan Prabowo di 2024

Sekadar informasi, layanan Makpon sejatinya merupakan langkah optimalisasi yang bakal dilakukan oleh paslon SanDi , jika keduanya diamanahi memimpin Kabupaten Malang. Sebab, jauh sebelum Sanusi mengambil cuti sebagai Bupati Malang karena tuntutan kampanye, Pemkab Malang melalui instruksi Sanusi telah me-Launching PSC alias Public Safety Center pada awal tahun 2020 lalu.

Hingga saat ini sudah ada sekitar 30-an ambulans yang disiagakan untuk layanan Makpon tersebut. Puluhan armada ambulans itu, disiagakan di seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Malang.

Belakangan diketahui, langkah untuk mengoptimalkan layanan PSC 119 itu, diambil Sanusi setelah mendengarkan beragam aspirasi dari masyarakat saat dirinya aktif berkampanye sejak 26 September 2020 lalu.

Terbaru, seperti saat Sanusi melakukan kampanye di Kecamatan Kalipare. Ketika di sela agenda dialog langsung dengan masyarakat, Sanusi mendapat beragam aspirasi soal fasilitas kesehatan. Salah satunya perihal pendirian Puskesmas atau rumah sakit baru di Kecamatan Kalipare.

”Kalau soal Puskesmas sudah ada di tiap kecamatan, tapi kalau masih kurang akan kita optimalkan di setiap daerah nanti akan ada Poskesdes (Pos Kesehatan Desa),” ungkap Sanusi.

Baca Juga : Sediakan Outlet, Paslon SanDi Bakal Berikan Pelatihan kepada Purna TKI

Alasan dipilihnya pengoptimalan Poskesdes tersebut, dijelaskan Sanusi, lantaran saat ini jumlah orang yang sakit di tiap daerah masih bisa dilayani oleh puskesmas, yang tersebar di seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Malang.

”(Pendirian rumah sakit, red) itu ada beberapa prosedur yang harus dipenuhi, dilihat dulu berapa yang sakit. Kalau satu minggu di tiap desa hanya sedikit warga yang sakit, akan sulit buat rumah sakit baru. Oleh karenanya akan kita fasilitasi pelayanan kesehatan warga melalui program Makpon ini,” ungkap Sanusi.