Faktor Ekonomi Penyebab Kematian Ibu Anak, Paslon LaDub Siapkan Program Bersalin Gratis

Nov 16, 2020 19:17
Calon Bupati Malang nomor urut dua yakni Lathifah Shohib saat menemui masyarakat di Pakisaji, Senin (16/11/2020). (Foto: Dok. Malang Bangkit) 
Calon Bupati Malang nomor urut dua yakni Lathifah Shohib saat menemui masyarakat di Pakisaji, Senin (16/11/2020). (Foto: Dok. Malang Bangkit) 

MALANGTIMES - Mengatisipasi resiko kematian pada ibu dan anak yang disebabkan permasalahan ekonomi dan fasilitas kesehatan yang kurang memadahi, pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Malang nomor urut dua Lathifah Shohib-Didik Budi Muljono (LaDub) siapkan program bersalin gratis. 

Hal itu disampaikan paslon LaDub usai mencanangkan program satu desa satu mobil siaga yang juga dikorelasikan dengan program bersalin gratis bagi masyarakat Kabupaten Malang yang kurang mampu. 

Calon Bupati (Cabup) Malang Lathifah Shohib mengatakan bahwa program penyediaan bersalin gratis ini ditujukan untuk menyelamatkan para ibu dan anak dari resiko kematian akibat melahirkan. "Komitmen program kami bagi para ibu adalah bersalin gratis baik secara normal maupun cesar yang dikhususkan bagi warga kurang mampu," ungkapnya saat berkampanye warga Pakisaji, Senin (16/11/2020). 

Perempuan tangguh yang merupakan cucu dari salah satu pendiri Nahdlatul Ulama (NU) yakni KH. Bisri Syansuri ini menuturkan bahwa ke depan jika ia diamanahi oleh masyarakat untuk memimpin Kabupaten Malang lima tahun mendatang, akan mengorelasikan dengan program satu desa satu mobil siaga. 

"Nantinya, jika masyarakat yang ada di desa terpencil jauh dari rumah sakit bersalin, maka penanganan cepat akan dijemput dengan mobil siaga yang ada di desa," terangnya. 

Dijelaskan lebih dalam oleh Bu Nyai -sapaan akrab Lathifah Shohib- bahwa setelah dilakukan penjemputan oleh mobil siaga, selanjutnya akan dilakukan proses persalinan. "Masyarakat kurang mampu akan diberikan fasilitas gratis untuk proses bersalin baik secara normal maupun cesar itu tergantung analisa dokter," ujarnya. 

Perempuan yang memiliki pengalaman menjadi anggota DPR (Dewan Perwakilan Rakyat) RI selama dua periode ini juga menegaskan bahwa program bersalin gratis ini akan berlaku berkepanjangan sepanjang seorang ibu memasuki proses untuk melahirkan. 

Mulai dari sebelum dilakukan persalinan, para ibu yang tergolong warga kurang mampu akan diberikan perhatian lebih berupa akses periksa ke dokter gratis. Selain itu juga akan diberikan vitamin bagi ibu dan anak. "Jadi ini berlaku sejak seorang ibu hamil sampai beliau melahirkan, termasuk nutrisi untuk bayinya nanti," tegasnya. 

Bu Nyai menuturkan bahwa pihaknya jika terpilih akan menambah rumah sakit bersalin di berbagai desa yang ada di Kabupaten Malang. Karena menurutnya, berdasarkan data yang didapat oleh pihak Paslon LaDub, tidak semua desa memiliki puskesmas atau rumah sakit bersalin.  "Selain kita memberikan program, nantinya juga kita perbaiki sarana dan prasarana kesehatan. Sehingga kualitas layanan kesehatan khususnya untuk bersalin menjadi lebih baik kedepan," tuturnya. 

Sebagai satu-satunya Calon Bupati Malang perempuan, Bu Nyai menganggap cukup penting terkait program bersalin gratis ini karena selama ini angka kematian ibu dan anak cukup besar. 

Apalagi jika ditilik lebih dalam, Bu Nyai yang merasakan menjadi ibu dan pernah melahirkan, mengetahui seberapa penting pengorbanan seorang ibu hamil dan hadirnya seorang anak di tengah keluarga. "Saya sebagai perempuan bisa merasakan bagaimana pentingnya masalah ini. Sehingga program ini benar-benar akan menjadi komitmen kami ketika diberikan amanah oleh rakyat untuk memimpin Kabupaten Malang," tandasnya.

Topik
Pilkada Kabupaten Malangpaslon ladub

Berita Lainnya

Berita

Terbaru