Kelompok difabel yang tergabung dalam Linksos bersama penyandang disabilitas dari Pasuruan yang tergabung dalam KPD saat menanam bibit pohon di Gunung Wedon. (Foto: Dok. Linksos) 
Kelompok difabel yang tergabung dalam Linksos bersama penyandang disabilitas dari Pasuruan yang tergabung dalam KPD saat menanam bibit pohon di Gunung Wedon. (Foto: Dok. Linksos) 

MALANGTIMES - Momentum peringatan Hari Pahlawan 10 November 2020 dimanfaatkan organisasi difabel penggerak inklusi, yakni Lingkar Sosial Indonesia (Linksos) dengan mendaki Gunung Wedon di Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang. Di sana mereka juga menanam bibit pohon dan buah-buahan. 

Dalam kegiatan ini,  penyandang disabilitas yang tergabung dalam Linksos tidak hanya sendiri. Nergabung dalam agenda tersebut, penyandang disabilitas dari Pasuruan, yakni Kelompok Perawatan Diri (KPD) Bengkura Mas. 

Kertaning Tyas selaku ketua Dewan Pembina Linksos mengatakan bahwa pelibatan kelompok penyandang disabilitas dari Pasuruan juga merupakan sinergi antara organisasi yang menaungi dan memfasilitasi para penyandang disabilitas. 

"Selain bertujuan untuk penghijauan di Gunung Wedon, agenda mendaki dan menanam bibit pohon ini juga memaknai semangat para pahlawan dalam memperjuangkan kemerdekaan," ujarnya, Minggu (15/11/2020). 

 Ken -sapaan akrab  Kertaning Tyas- memgatakan, Gunung Wedon dipilih untuk berkegiatan ini karena jarak dari lereng hingga mencapai puncak tidak terlalu tinggi, yakni 625 mdpl. Tetapi, akses menuju puncak Gunung Wedon dikatakan Ken cukup menguras tenaga untuk melatih tubuh dalam olahraga mendaki. 

"Gunung ini dinilai strategis untuk pelatihan mendaki karena tidak terlalu tinggi. Tidak perlu menginap selama pendakian, serta terjal dan terus menanjak dari kaki gunung hingga sampai puncak," ucapnya. 

Terlebih lagi, Gunung Wedon yang dipilih sebagai lokasi penanaman bibit pohon merupakan pusat pendidikan dan pelatihan kelompok penyandang disabilitas untuk mendaki gunung.  "Adanya Sekolah Alam tersebut merupakan salah satu bentuk kerja sama Linksos dengan Pemerintah Desa Turirejo, Kecamatan Lawang, di bidang olahraga," terangnya. 

Disampaikan Ken, ada empat manfaat ketika kelompok penyandang disabilitas Linksos bersama KPD Bengkura Mas bersinergi mengadakan agenda mendaki Gunung Wedon dan menanam bibit pohon. 

"Menumbuhkan keberanian. Olahraga mendaki gunung adalah titik balik tak ada lagi disabilitas atau nondisabilitas. Yang ada adalah siap atau tidak siap, berani atau tidak berani. Mendaki gunung termasuk olahraga ekstrem yang tidak semua orang mampu melakukan," tegasnya. 

Selanjutnya menumbuhkan kepercayaan diri. Hal ini berkaca dari kelompok penyandang disabilitas yang merupakan anggota pendaki Linksos yang telah berhasil mencapai beberapa puncak gunung.  "Mereka mengalami peningkatan kepercayaan diri, utamanya dalam hal kemampuan bersosialisasi dengan lingkungannya," bebernya. 

Selain itu, dengan mendaki gunung juga merupakan momentum pengingat atas kebesaran kekuatan dan ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. Hal ini akan menundukkan kembali hakikat manusia yang memiliki kewajiban merawat hubungan dirinya dengan Tuhan, dirinya dengan manusia dan dirinya dengan alam. 

Terakhir,  menanam bibit pohon di gunung termasuk nilai kepahlawanan yang rela berkorban untuk kepentingan orang banyak. Serta jangka waktunya yang berkepanjangan jika satu sama lain saling merawat.  "Bermanfaat untuk mencegah longsor, menjaga sumber air, menambah pasokan oksigen bagi penghuni bumi, serta mempertahankan stok makanan bagi satwa liar," tuturnya. 

Semua itu dilakukan merupakan upaya dalam menghapus stigma-stigma negatif yang kerap kali muncul ketika memandang kelompok penyandang disabilitas yang dianggap berbeda.