(dua dari kiri) Sektretaris Disdikbud Kota Malang memaparkan persiapan belajar tatap muka di kota Malang. (Foto: Humas)
(dua dari kiri) Sektretaris Disdikbud Kota Malang memaparkan persiapan belajar tatap muka di kota Malang. (Foto: Humas)

MALANGTIMES - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang telah mengumumkan bahwa kota Malang siap kembali membuka pembelajaran tatap muka jika sudah masuk zona kuning. Saat ini tingkat kesembuhan sudah mencapai 88 persen. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang pun jauh-jauh hari sudah melakukan berbagai persiapan.

Persiapan yang tengah dilakukan Disdikbud Pemkot Malang ini menjadi pilihan Komisi II DPRD Kabupaten Barito Kuala Kalimantan Selatan untuk Sharing tentang persiapan belajar tatap muka.

Baca Juga : Pemkab Beri Lampu Hijau Sekolah yang Siap KBM Tatap Muka, Kadisdik: Banyak yang Tidak Siap

Dengan tetap menjalankan protokol kesehatan, Sekretaris Disdikbud Kota Malang Drs Totok Kasianto didampingi Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar Siti Ratnawati SH MPd serta Kepala Bidang Pembinaan Ketenagaan Dra Sri Sutrisnawati MPd menerima jajaran Komisi II DPRD Kabupaten Barito Kuala Kalimantan Selatan di Aula Disdukbud, Jumat (13/11/2020).

"Terima kasih atas kepercayaan jajaran Komisi II DPRD Kabupaten Barito Kuala Kalimantan Selatan menjadikan Kota Malang sebagai tempat untuk Sharing terkait tata kelola pendidikan," ucap Totok Kasianto dalam sambutannya.

Dalam prakatanya, Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Barito Kuala Kalimantan Selatan Nanang Kaderi SH mengungkapkan, niat dan tujuannya hadir di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang tidak lain untuk Sharing terkait Persiapan Pembelajaran Tatap Muka yang dilaksanakan dan dipersiapkan oleh Disdikbud Kota Malang.

Seperti umumnya kunjungan kerja, studi banding, atau kegiatan Sharing tata kelola peningkatan kualitas pendidikan, yang locusnya di Disdikbud Kota Malang, Totok pun memaparkan kondisi, perkembangan, program kerja, inovasi, dan capaian prestasi pada jajaran Komisi II DPRD Kabupaten Barito Kuala Kalimantan Selatan.

"Dalam rangka persiapan dan antisipasi pembelajaran tatap muka, kami mengacu pada peraturan yang berlaku serta kebijakan Pemerintah Kota Malang," ucapnya.

Pemenuhan sarana prasarana pendukung protokol kesehatan, kesiapan sekolah, dan standar operasional pelaksanaan pembelajaran tatap muka di era baru, kata Totok, benar-benar menjadi prioritas.

Baca Juga : Inovasi Rapor Rekam Jejak Disdikbud Kota Malang Jadi Percontohan Disdik Kota Mojokerto

"Wali Kota Malang Drs H Sutiaji memberikan perhatian khusus pada proses ini. Sepekan lalu kami bersama Wali Kota Malang, Kepala SD maupun Kepala SMP melaksanakan rapat koordinasi melalui Platform Zoom Meeting membahas persiapan dan antisipasi pembelajaran tatap muka," timpalnya.

Disdikbud Kota Malang sendiri saat ini telah menyalurkan ribuan alat pengukur suhu tubuh serta ratusan wastafel sebagai penunjang sarana prasarana pemenuhan protokol kesehatan dalam menyambut pembelajaran tatap muka.

Kegiatan inipun diwarnai dengan sesi diskusi atau Sharing kedua belah pihak untuk memaksimalkan hasil kunjungan yang nantinya akan diadopsi, dimodifikasi, dan diimplementasikan di Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan.